5 Alasan Anda Harus Hidup Bahagia Tanpa Prasangka!

 “Prasangka adalah sebuah beban yang mengganggu di masa lalu, mengancam di masa depan, dan tidak dapat dijangkau manusia di masa sekarang.” – Maya Angelou

Hidup adalah seni dalam menyadari bahwa ada banyak manusia dengan segudang opini, beribu argumen, dan banyak sudut pandang yang beragam. Tidak dapat dipungkiri, terkadang manusia secara tidak sadar membuat penilaian atas sikap, perilaku, penampilan, kebiasaan, bahkan mengomentari hidup orang lain.

Pernahkah Anda berbuat demikian?
Keinginan untuk menilai orang lain tanpa tahu apakah asumsi kita benar atau tidak dinamakan prasangka. Prasangka terhadap orang lain dapat berupa penilaian terhadap kebiasaan, budaya, pakaian, cara berbicara, dan lain sebagainya.

Konotasi prasangka cenderung negatif. Seringkali Anda memberi penilaian terhadap mereka berlandaskan perspektif Anda sendiri dan tanpa dasar yang jelas. Prasangka dapat melahirkan perasaan iri hati sekaligus membuat kita mencampuri urusan orang lain.

Bukankah hal itu justru mengganggu pikiran Anda sendiri? Bisa jadi kebahagiaan Anda hilang karena sibuk menghakimi orang lain. Ingin tahu cara menghilangkan prasangka terhadap orang lain? Yuk, jelajahi kiat-kiat di bawah ini!

Lihat sisi baiknya

Semakin Anda dewasa, tentunya Anda semakin paham dan sadar bahwa manusia diciptakan dengan dua sisi yang bertolak belakang, yaitu sisi negatif dan sisi positif. Sebelum Anda berprasangka terhadap orang lain, cobalah ingat hal-hal positif dan kebaikan yang pernah seseorang lakukan untuk Anda. Ingat bahwa ketika Anda merendahkan orang lain, sejatinya Anda telah merendahkan diri Anda juga.

Lakukan prinsip “Travel more, learn more”

Kurangnya wawasan terhadap perbedaan individu dapat memunculkan prasangka. Anda bisa meluangkan waktu untuk membuka mata lebih lebar melihat ragamnya manusia di dunia ini dengan berjalan-jalan. Anda juga bisa mencoba berteman dengan orang yang berbeda budaya sehingga dapat saling belajar dan memahami keunikan budaya masing-masing.

Setiap orang punya dinamika kehidupannya sendiri

Mungkin Anda tidak pernah tahu ada apa di balik kehidupan seseorang sampai benar-benar masuk menyelami kehidupannya. Sama halnya dengan prasangka. Sebelum mengetahui fakta tentang seseorang, manusia secara alamiah sudah membangun persepsi dan anggapannya terlebih dahulu terhadap orang tersebut.

Misalnya, ketika teman Anda tiba-tiba tidak menghubungi atau tiba-tiba Anda merasa tidak diperhatikan lagi seperti dulu oleh pasangan Anda. Sebenarnya hal itu hanya ‘hidup’ dalam pikiran Anda. Justru semakin Anda curiga dan berprasangka buruk, pikiran negatif akan semakin tidak terkontrol. Kalau sudah begitu, apa yang didapat? Energi Anda habis memikirkan orang lain.

Pupuk rasa iba

Pernahkah Anda berpikir bagaimana rasanya dijudge? Sebelum Anda menilai orang, ada baiknya Anda berpikir untuk memosisikan diri Anda seperti orang lain. Seperti kata Will Smith, aktor Hollywood, “Jangan pernah meremehkan orang lain. Kita tidak pernah tahu bisa jadi dia sedang berada pada masalah besar, menderita, dan bertahan pada kondisinya saat ini. Hanya saja sebagian dari kita dapat menghadapi masalah besar dengan lebih baik daripada dia.”

Hati-hati dengan “Tukang Gosip” di sekitar Anda

Ada pepatah mengatakan jika bermain bersama penjual minyak wangi maka Anda akan tertular aroma minyak wangi. Jika berteman dengan seorang pandai besi, Anda dapat terkena percikan api dan asap yang mengotori pakaian Anda. Perumpanaan tersebut memang benar adanya. Jika Anda berteman dengan orang-orang yang tidak dapat lepas dari kegiatan bergunjing, tidak menutup kemungkinan Anda yang tadinya tidak memiliki prasangka apapun menjadi memiliki prasangka. Maka dari itu, lebih baik Anda kurangi interaksi dengan orang-orang yang hobi berpikir negatif tentang orang lain demi pikiran Anda yang lebih baik lagi!

Lima kiat tersebut dapat membantu Anda fokus dengan kelebihan diri daripada sibuk membuat prasangka terhadap orang lain. Terapkan kiat-kiat menghilangkan prasangka dalam diri Anda, niscaya tidak ada celah untuk berprasangka dalam benak Anda. Ayo, mulai dari sekarang tantang diri Anda untuk berhenti menilai orang lain tanpa bukti dan melihat sisi positif dari setiap manusia.


Sumber data:

Psychology Today – 10 Reasons to Stop Judging Others

True Stress Management – How to Stop Judging

Sumber foto: thewisdomdaily.com

Nurkhalisha Ersyafiani

Mahasiswi Psikologi. Penikmat seni dan pecinta kuliner yang suka berdialog dengan menulis.

%d bloggers like this: