Ada Apa dengan Quarter Life Crisis?

Jangan takut untuk berubah. Anda mungkin akan kehilangan sesuatu yang baik tetapi, kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang telah hilang. -Anonim-

Pernahkah Anda sebelumnya mendengar tentang quarter life crisis? Krisis di usia seperempat hidup atau yang biasa disebut sebagai quarter life crisis adalah krisis yang dialami seseorang berusia 20-30 tahun.

Sebenarnya apa yang terjadi pada krisis ini? Apakah Anda juga merasakannya? Selengkapnya cek fakta-mitos terkait quarter life di bawah ini!

Merasa cemas akan pilihan hidup

Fakta. Yap, salah satu alasan mengapa seseorang merasa cemas yang memasuki usia 20-30 tahun adalah mulai dibebaskannya seseorang dalam memilih pilihan hidup. Mungkin dulu ketika Anda memilih sekolah, Anda masih ngikut apa kata orangtua.

Akan tetapi, ketika Anda memilih perguruan tinggi atau tempat bekerja Anda tidak mungkin ngikut apa kata orangtua lagi. Peran orangtua atau orang yang lebih tua daripada Anda hanyalah sebagai pengarah bukan lagi sebagai pemberi perintah.

Perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi

Mitos. Yakin nih perempuan nggak perlu sekolah tinggi-tinggi? Seorang anak cerdas lahir dari rahim seorang ibu yang cerdas. Mungkin Anda pernah mendengar kalimat itu sebelumnya? Cerdasnya seorang anak juga ditentukan dari bagaimana cara mendidiknya dan untuk mendidik Anda jelas diperlukan sebuah ilmu. Itu salah satu alasan mengapa perempuan harus sekolah tinggi, minimal menjadi perempuan yang memiliki wawasan luas.

Apalagi bagi perempuan yang memutuskan untuk menikah ketika memasuki masa quarter life. Ilmu dan pengetahuan juga harus menjadi poin yang dipersiapkan dalam persiapan menjelang nikah.

Mulai membuat komitmen

Fakta. Benar sekali! Pada masa quarter life inilah kesetiaan Anda pada diri sendiri diuji. Mengapa? Karena pada masa inilah Anda mulai membuat komitmen pada diri Anda sendiri dan orang lain. Memasang target pada kurun waktu tertentu untuk suatu tujuan seperti lulus kuliah atau menikah bukti Anda sedang membuat komitmen pada diri Anda sendiri. Sedangkan salah satu contoh komitmen yang Anda buat dengan orang lain adalah menikah. Jadi, mau nikah dulu atau kuliah sambil nikah?

Berteman secara kualitas, bukan kuantitas

Fakta. Ya, seiring berjalannya waktu Anda akan mulai memikirkan mana yang baik dan tidak untuk keberlangsungan hidup Anda. Salah satunya dalam memilih teman. Bukan berarti Anda harus memutuskan tali pertemanan Anda. Maksudnya, ketika Anda mulai memasuki masa quarter life maka secara otomatis Anda mulai mengelompokkan mana teman bermain, mana teman yang bisa Anda ajak untuk bisnis, mana teman yang bisa dijadikan (calon) teman hidup dan lain sebagainya. Coba ingat kembali, teman mana yang sering Anda ajak untuk menghabiskan waktu bersama?

Apapun yang terjadi di masa quarter life Anda, hal yang paling terpenting adalah dinikmati, bukan hanya dilewati. Menikmati setiap apapun yang terjadi di quarter life Anda adalah bagian dari proses Anda menjadi pribadi yang semakin dewasa.


Sumber Data Tulisan
Selengkapnya dapat dibaca pada buku Psikologi Pertumbuhan karya Duane Schultz
Selengkapnya dapat dibaca pada buku Psikologi Perkembangan karya Elizabeth B. Hurlock

Sumber Foto
m.huffspot.com/us/entry/6715888

Dzikria Afifah Primala Wijaya

Mahasiswi Psikologi Penyuka segala tentang Greentea^^

%d bloggers like this: