Benarkah Warna Bisa Mempengaruhi Keseharian Kita?

“Biasanya saya melihat setiap orang seperti pelangi. Setiap manusia di planet ini memiliki semua warna pelangi di dalam dirinya.” (Alexia Fast)

Beberapa warna bisa mempengaruhi emosi kita? Benarkah? Mungkin Anda pernah merasa mengalami peningkatan mood hanya dengan memakai atau melihat warna tertentu. Hal itu memberikan persepsi bahwa warna-warna mempunyai pengaruh pada emosi seseorang. Warna seperti biru, biru kehijauan, hijau, merah keunguan, dan ungu kebiruan adalah warna yang paling menyenangkan. Sedangkan warna kuning dan kuning kehijauan adalah warna yang paling tidak menyenangkan. Warna yang paling membangkitkan semangat adalah hijau kekuningan, biru kehijauan, dan hijau. Sebaliknya, warna ungu kebiruan dan kuning kemerahan adalah warna yang paling tidak membangkitkan semangat. Sebuah penelitian pun sudah dilakukan untuk mencari tahu fenomena ini. Diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Patricia Valedez dan Albert Mehrabian tentang “Pengaruh Warna pada Emosi”.1 Penelitian terdiri dari tiga kategori studi:

Studi pertama dilakukan bersama 250 mahasiswa di Universitas California (130 pria dan 147 wanita) sebagai subjek penelitian. Setiap subjek memberikan nilai 7-9 sampel warna berbeda dalam rona yang sama. Tiap sampel warna disajikan kepada subjek satu per satu, kemudian tiap subjek meluangkan waktu untuk melihat warna tersebut dan memikirkan apa yang mereka rasakan sebelum memberikan nilai.

Studi kedua fokus pada efek dari efek rona warna pada emosi seseorang. Studi ini dilakukan bersama 121 mahasiswa Universitas California (47 pria dan 74 wanita) sebagai subjek penelitian. Tiap subjek menilai 10 rona warna berbeda dengan tingkat kecerahan dan kejenuhan yang sama.

Kemudian studi ketiga, fokus pada dampak emosional yang disebabkan oleh warna akromatik seperti putih, abu-abu, dan hitam. Studi dilakukan bersama 25 mahasiswa Universitas California (7 pria dan 18 wanita) sebagai subjek penelitian. Tiap subjek menilai reaksi emosional berdasarkan lima sampel warna akromatik yang disajikan pada satu waktu. Urutan kelima sampel warna pun disajikan secara acak.

Ketiga studi ini pun menghasilkan penemuan yang cukup menarik. Studi 1 menunjukkan bahwa warna jenuh lebih menimbulkan perasaan gairah lebih besar. Biasanya warna yang lebih jenuh seperti merah adalah warna yang menghasilkan tingkat gairah lebih tinggi. Studi 1 dan Studi 3 pun menemukan bahwa warna yang lebih cerah (seperti putih, abu-abu terang, atau warna yang lebih terang) lebih membuat perasaan senang dan terkesan kurang mendominasi. Sebaliknya warna yang lebih gelap (seperti abu-abu gelap dan hitam) cenderung dikaitkan dengan perilaku agresif yang lebih tinggi seperti kemarahan, permusuhan, dan sifat mendominasi. Contohnya seseorang yang mengenakan model jaket warna gelap dinilai lebih kuat dan lebih kompeten dibandingkan saat memakai model jaket dengan warna ringan (seperti putih).

Berdasarkan studi ini pula, warna merah muda cenderung mengurangi tingkat dominasi, gairah, dan kemarahan. Seperti yang ditemukan oleh Weller dan Livingston (1988) dalam studinya, bahwa seseorang tidak terlalu merasa marah ketika membaca tulisan tentang pembunuhan atau pemerkosaan yang dicetak di atas kertas merah muda daripada kertas warna biru atau putih. Hal itu disebabkan warna merah muda menimbulkan sedikit kecemasan atau kemarahan daripada warna biru dan putih. Namun perlu dicatat, konteks yang dipakai dalam menempatkan suatu warna tertentu memberikan pengaruh besar pada hasil yang didapat secara umum. Meski temuan dalam studi ini menyatakan warna biru sebagai warna yang menyenangkan, namun bisa menjadi kurang menyenangkan ketika seseorang dihadapkan pada ‘rambut biru’ atau ‘makanan biru’. Hal itu bisa terjadi karena ketidaktepatan antara warna dan stimulus (rambut atau makanan) yang dipakai. Dengan demikian, temuan dalam penelitian ini dapat digunakan dalam situasi-situasi tertentu.


Referensi:
1Patricia Valdez and Albert Mehrabian. 1994. Effects of Color on Emotions. Journal of Experimental Psychology: General 1994, Vol. 123, No. 4, 394-40.
http://crystalkwok.github.io/images/timeline/effect%20of%20colors%20on%20emotions.pdf

Sumber foto:
https://stocksnap.io/photo/LB29OTI3NZ

</p align=”justify”>

%d bloggers like this: