Apa itu Curcol?

Sabtu, 21 Oktober 2017 menjadi hari dilaksanakannya Curcol. Curcol (Curhat College Life) merupakan salah satu rangkaian acara Dopamination yang diselenggarakan oleh LM (Lembaga Mahasiswa) Psikologi UGM. Dopamination (Dedication From Psychology Gadjah Mada to Mental Health Action) sendiri telah rutin diadakan untuk memperingati hari kesehatan mental dunia. Acara ini juga bekerja sama dengan Pijar Psikologi dalam pelaksanaannya.

Sasaran yang dituju Curcol adalah mahasiswa secara umum, tidak terbatas pada mahasiswa UGM saja. Tema yang ditawarkan juga seputar kehidupan perkuliahan, yaitu percintaan, pertemanan, future plan, time management, adaptasi perkuliahan, dan keluarga.

Wahada selaku ketua panitia, menyampaikan jika Curcol bertujuan mewadahi mahasiswa yang ingin berkonsultasi dengan psikolog secara langsung. Konsultasi yang dilakukan berupa konseling kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari enam sampai dengan delapan orang. Setiap kelompok menempati kelas yang berbeda dan didampingi satu orang psikolog.

Ia berharap, acara ini mampu membuat orang-orang semakin sadar dengan kesehatan mental yang dimiliki serta lebih mengenali diri sendiri. Selain itu, konseling kelompok yang dilakukan dapat membuat peserta merasa tidak sendiri dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya.

Apa Kata Psikolog?

Salah satu psikolog yang terlibat dalam Curcol menyatakan, jika acara ini sangat positif. Dengan diadakan acara seperti ini, psikologi mampu menjangkau masyarakat luas. Selain itu, dapat menunjukkan bahwa psikolog tidak hanya untuk orang dengan gangguan jiwa saja. Isu kehidupan sehari-hari seperti pertemanan juga bisa dijangkau oleh psikolog.

Sementara itu, psikolog lain yang ditemui menyampaikan, acara seperti ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Hal ini dibutuhkan untuk mengetahui cara menghadapi permasalahan dalam hidupnya. Terkadang, mahasiswa merasa mengalami sesuatu, tetapi tidak tahu cara mengakses psikolog.

Acara ini dapat menjadi contoh bahwa untuk menemui psikolog tidak selalu berkaitan dengan gangguan psikologis yang berat. Selain itu, berkonsultasi pada psikolog tidak melulu membutuhkan biaya yang mahal. Acara ini juga dapat menjadi media pengabdian sosial bagi psikolog yang berpartisipasi.

Apa Kata Peserta?

Alasan yang mendorong peserta untuk mengikuti Curcol adalah rasa ingin tahu pada dunia konseling, tertarik dengan tema yang disampaikan, dan merasa sesuai dengan keadaan sekarang. Di sisi lain, keinginan untuk bertemu psikolog secara langsung turut menjadi alasan mengikuti acara ini.

Dengan mengikuti Curcol, mereka berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat selama sesi konseling untuk menyelesaikan masalah yang ada. Meski belum bisa memastikan akan berhasil atau tidak, setidaknya mereka telah mendapatkan sudut pandang untuk menghadapi masalah.

Kenali Lebih Jauh Permasalahan Hidupmu

Terkadang, kita meremehkan permasalahan yang ada. Saat kita meremehkan, kita akan menganggap itu adalah hal biasa tanpa mencoba mencari penyelesaiannya. Curcol menunjukkan bahwa masalah di kehidupan yang sederhana sekalipun, perlu disadari dan dicari solusinya. Selain itu, konseling kelompok membuat kita merasa tidak sendiri dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Semoga Curcol dapat terus dilaksanakan dengan tema dan sasaran yang lebih beragam lagi nantinya!

 

%d bloggers like this: