Curhat: Terapi Untuk Anak dengan Non Verbal Development Delay?

Ibu NK, 35 tahun, Surabaya.

Saya memiliki seorang anak laki-laki (BN) yang saat ini berusia 9 tahun. Ia pernah didiagnosis oleh psikiater bahwa ia mengalami Non Verbal Development delay. Terapi apa yang bisa saya berikan untuk anak saya ini? Ia sangat kesulitan di bidang matematika seperti  konsep besar kecil dan soal cerita. Di Surabaya apakah ada tempat terapinya? Saya sangat kesulitan mengajarkan matematika buat dia (dibandingkan adiknya yang berbeda setahun). Psikolog yang saya kunjungi berkata diajari sendiri saja untuk anak seperti ini. Lantas apa yang harus saya lakukan?

 

Jawaban:

Halo Ibu NK yang baik.

Terima kasih sudah bersedia mengunjungi dan mempercayai Pijar Psikologi sebagai tempat untuk bercerita. Saya Krysna, salah satu konselor Pijar Psikologi akan mencoba untuk membantu. Silahkan melihat profil lengkap saya di website resmi pijarpsikologi.org.

Saya bangga atas kegigihan Ibu dalam membantu anak Ibu mengatasi kesulitannya dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.  Saya menangkap ada tiga pertanyaan terkait dengan kondisi anak Ibu yang sudah didiagnosa mengalami non verbal development delay oleh psikolog sebelumnya. Pertama, terkait dengan terapi apa yang bisa diberikan untuk anak Ibu dalam mengatasi keterlambatan perkembangan yang dialaminya. Kedua, terkait dengan terapi agar anak Ibu mampu mengatasi kesulitan dalam mata pelajaran matematika. Ketiga, mengenai tempat terapi yang dapat menjadi alternatif dalam membantu stimulasi perkembangan anak Ibu.

       Developmental delay biasanya terjadi bukan hanya di satu area saja, karena apabila terjadi keterlambatan perkembangan pada satu area tertentu akan mempengaruhi area yang lainnya juga. Untuk ananda, mungkin diagnosa tersebut diberikan karena keterlambatan yang paling menonjol ada pada area kemampuan non-verbalnya. Namun, apakah perkembangan bahasa ananda juga tidak mengalami masalah, Bu? Mungkin itu juga harus menjadi perhatian khusus. Terkait dengan kesulitan pada mata pelajaran matematika, baik konsep hitungan dasar maupun soal cerita bisa jadi kemampuan bahasa ananda juga mengalami keterlambatan. Karena dalam memahami soal cerita ataupun instruksi verbal, diperlukan kemampuan bahasa reseptif yang baik. Oleh karena itu, perlu dicek lebih lanjut bagaimana perkembangan bahasa ananda. Selain itu, seperti halnya yang dikatakan Psikolog sebelumnya sebenarnya terapi bagi anak yang mengalami developmental delay bisa dilakukan oleh orang tua yang selalu memberikan pendampingan bagi anak secara rutin dan konsisten. Memang diperlukan kesabaran karena hasilnya tidak akan langsung terlihat secara instan, namun saya yakin Ibu pasti dapat melakukannya J. Bisa juga menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi ananda sehingga dapat meningkatkan minat ananda untuk mau selalu mencoba dan lebih mampu memahami saat belajar matematika. Mungkin perlu diperhatikan pula penggunaan bahasa dalam mengajari ananda belajar, yaitu dengan bahasa yang runtut, jelas, dan sederhana sehingga ananda lebih mudah untuk memahaminya.

Namun demikian, apabila Ibu memang menghendaki untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan melakukan terapi dengan bantuan ahli maka Ibu dapat mencoba mendatangi Unit Konsultasi Psikologi di UNAIR atau sebuah biro yang bernama Insight Indonesia. Biro tersebut beralamat di jalan Kenjeran 307 Surabaya,  dengan salah satu Psikolog bernama Ibu Miftah.

Demikian yang dapat saya berikan, semoga dapat memberikan manfaat bagi perkembangan anak Ibu. Semoga Ibu dapat terus sabar dan gigih dalam mendampingi ananda untuk dapat berkembang lebih baik lagi. Keep fighting and faithful, God bless you!

Terima kasih telah berbagi.

Salam, Pijar Psikologi.

Jawaban ini ditulis oleh: Krysna Yudy, S. Psi. M. Psi

%d bloggers like this: