“Selalu ingat! Jika kamu didiagnosa menderita PTSD, itu bukan sebuah kelemahanmu, tetapi kekuatanmu. Karna kamu mampu bertahan!” Michel Templet

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah kondisi mental di mana seseorang mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Mengalami kejadian traumatis adalah hal yang berat bagi siapapun. Namun, sejumlah orang dengan gangguan PTSD setelah mengalami peristiwa yang menyakitkan atau mengejutkan, seperti kecelakaan, insiden yang mengancam nyawa, atau perang. Orang dengan gangguan PTSD seringkali memikirkan kejadian traumatis yang dialaminya sepanjang waktu dan hal ini dapat mempengaruhi kehidupannya.1 Terdapat beberapa hal yang beredar di masyarakat mengenai PTSD, apakah hal tersebut benar? Berikut beberapa mitos dan fakta mengenai PTSD.

  1. Mitos : PTSD hanya dialami oleh orang dewasa.

    Fakta : PTSD dapat mempengaruhi pasien dalam semua golongan usia, bahkan anak-anak.2

  2. Mitos : PTSD hanya terjadi ketika seseorang pernah mengalami kecelakaan yang luar biasa dalam hidupnya, bukan faktor bawaan.

    Fakta : Penyebab terjadinya PTSD merupakan faktor yang beragam termasuk sifaat bawaan atau kepribadian yang dibawa sejak lahir.3

  3. Mitos : PTSD tidak dapat disembuhkan.

    Fakta : Gejala PTSD memang berpengaruh besar pada banyak aspek kehidupan seseorang. Untungnya, saat ini sudah ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan menyembuhkan gejala PTSD. Yaitu diantaranya dengan melakukan terapi, seperti:

    • Cognitive-Behavioral Therapy (Terapi Kognitif-Perilaku). Terapi ini untuk PTSD berfokus pada bagaimana mengubah cara pandang seseorang dalam menilai dan menanggapi situasi, pikiran, perasaan, serta perilaku tidak sehat yang berasal dari pikiran dan perasaannya.
    • Exposure Therapy. Exposure Therapy merupakan terapi perilaku untuk PTSD yang bertujuan mengurangi rasa takut, kecemasan, dan perilaku menghindar dengan melakukan konfrontasi atau memaparkan pikiran dan perasaan pada situasi yang ditakuti.
    • Acceptance and Commitment Therapy (Terapi Penerimaan dan Komitmen). Yaitu terapi perilaku yang didasarkan pada gagasan bahwa penderitaan kita bukan berasal dari pengalaman rasa sakit emosional, tapi karena usaha kita yang mencoba menghindari rasa sakit itu. Terapi ini bertujuan membantu pasien agar terbuka dan mau menerima pengalaman batin mereka sambil memfokuskan perhatian untuk tidak berusaha melarikan diri atau menghindari rasa sakit (karena mustahil dilakukan) tetapi sebaliknya, memfokuskan diri pada hidup yang bermakna.
    • Psychodynamic Psychotherapy. Adalah terapi yang berfokus pada berbagai faktor yang memengaruhi atau menyebabkan gejala pada seseorang, seperti pengalaman anak usia dini, hubungan saat ini, dan hal-hal yang dilakukan untuk melindungi diri dari pikiran dan perasaan menjengkelkan.4
  4. Mitos: PTSD hanya terjadi pada saat setelah perang.

    Fakta : Walaupun PTSD  mempengaruhi veteran perang, dan hal tersebut menjadi perbincangan yang hangat dalam masyarakat, akan tetapi PTSD dapat mengenai siapa saja. Kira-kira 70% orang mengalami kejadian traumatis dalam hidupnya. Dan 20% dari mereka akan berkembang menjadi PTSD. PTSD berkembang pada seseorang yang mengalami, menyaksikan atau belajar dari pengalaman traumatis yang mengerikan atau yang menyebabkan derita fisik atau yang merubah dratis pengalaman hidup. Mereka yang juga beresiko mengembangkan PTSD termasuk korban pemerkosaan, pemukulan, dan kecelakaan, serta penganiayaan.2

  5. Mitos: Seseorang yang tidak dapat menangani PTSD memiliki kepribadian yang lemah.

    Fakta : Setiap orang yang mengalami kejadian traumatis akan masuk dalam periode penyesuaian. Ada yang dapat menyesuaikan diri dan kembali pada kehidupan normal. Tetapi stres yang disebabkan trauma dapat mempengaruhi semua aspek seseorang, termasuk mental, emosional dan fisik. Penelitian membuktikan bahwa trauma yang berlangsung lama akan mengganggu dan mempengaruhi kimia otak. Pada beberapa orang, kejadian traumatis merubah cara pandang mereka tentang diri dan dunia di sekitar mereka sehingga mengalami PTSD. 3


Sumber Data Tulisan

  • 1https://hellosehat.com/penyakit/post-traumatic-stress-disorder-ptsd/
  • 2Alternative Trauma & Emotional Therapy : We Help People to Treat Trauma and Other Emotional Problems
  • 3Jurnal : Ardi, M, 2013. Asesment Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Perempuan Korban Perkosaan.

Featured image credit: Hellosehat.com

Total
7
Shares
%d bloggers like this: