“Aku akan memberikan ibu sebuah hadiah yang belum pernah ibu berikan untukku: Kejujuran” – Rayne Wolfe


Aku menyayangi ibu meski ibu selalu memperlakukanku kurang menyenangkan. Semua hal yang beliau inginkan selalu berusaha aku penuhi, termasuk prestasi. Jika aku melakukan sesuatu yang aku pikir akan membuat ibu bangga, ibu hanya diam saja seakan menganggap itu sebagai hal yang tidak penting. Namun ibu tidak pernah merasa puas dengan apa yang aku lakukan. Ibu kerapkali membandingkan aku dengan orang lain, lebih banyak mengatur hidupku, dan sering mengomentari mengenai pilihan dalam hidupku. Ibu tidak pernah menanyakan bagaimana perasaanku, jika aku berkomentar aku akan ibu anggap sebagai anak yang melawan. Aku jadi ragu, apakah ibu sungguh menyayangiku?

Mungkin sebagian dari Anda pernah merasakan hal di atas. Orang tua, terutama ibu, terlalu banyak mengatur dalam hidup Anda dan menuntut banyak hal dari Anda. Anda merasa bersalah, cemas dan tertekan jika gagal dalam memenuhi keinginan ibu Anda. Meskipun tidak semua orang merasakan ini, namun banyak juga yang merasakan konflik dengan ibu mereka. Banyak dari mereka yang memberontak dan lari dari rumah, namun ada juga yang memilih bertahan di rumah. Anda kerapkali merasa menyesal, merasa tidak layak dan merasa tidak dicintai, jika Anda melawan ibu Anda,

Dalam mencermati masalah, ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa sudut pandang. Dimulai dari bagaimana Anda memandang ibu Anda misalnya. Ada berbagai penyebab yang mungkin membuat ibu Anda memperlakukan Anda seperti itu. Pertama, ibu Anda belajar dari pengalaman di masa lalu. Seringkali orang tua beranggapan apa yang dulu pernah dialaminya juga harus dialami oleh anaknya. Kedua, trauma masa lalu mempengaruhi cara ibu mendidik Anda, bisa baik, bisa buruk. Misal ibu Anda pernah diperlakukan kurang menyenangkan oleh orang yang ia cintai sehingga melampiaskannya pada Anda. Ketiga, ibu Anda ingin membentuk karakter Anda dengan lebih baik, hanya saja caranya berlebihan.

Namun demikian, ada sebagian orang yang tetap berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa “ibuku tidak bermaksud jahat” meski ibu mereka berkali-kali menyakiti perasaan mereka. Nah lantas, bagaimana cara menghadapi ibu yang seperti ini?

Terimalah ibu Anda apa adanya1
Anda tidak dapat mengubah siapa ibu Anda. Ibu Anda adalah sosok tak tergantikan. Ada alasan mengapa ibu Anda bersikap seperti itu. Hal ini didukung oleh pengalaman hidup dan pembelajaran yang ibu Anda dapatkan. Jika ibu Anda sangat tegas, terlalu mengatur hidup Anda bisa jadi itu bentuk sayang dan perhatian dari ibu Anda. Jika ibu Anda memperlakukan Anda dengan buruk, seperti menyakiti Anda entah lewat perkataan atau fisik bisa jadi itu merupakan pengalaman dari masa lalunya. Bisa jadi hal ini dilakukan karena dahulu orang tua ibu Anda juga mendidik dengan keras.

Komunikasikan dengan ibu Anda
Alih-alih membalas perlakuan ibu Anda dengan perlawanan atau mengeluhkannya dalam hati, cobalah untuk membicarakannya dengan baik-baik pada saat suasana hati ibu Anda sedang dalam keadaan baik. Ungkapkan apa yang Anda rasakan, apa yang Anda pikirkan mengenai apa yang selama ini Anda alami kepada ibu Anda. Ungkapkan bagaimana perasaan Anda yang sesungguhnya saat menerima perlakuan yang tidak berkenan dari ibu dan apa yang sebenarnya Anda harapkan dari cara ibu Anda memperlakukan Anda.

Jangan lupa, cari sisi positif ibu Anda. Ungkapkan apa yang sudah baik dari ibu Anda dan apa yang Anda sukai dari ibu. Tidak hanya itu, tanyakan juga perasaan ibu Anda, apa yang sebenarnya ibu Anda inginkan dan harapkan dari Anda. Komunikasi ini bisa sangat emosional untuk sebagian orang, dan bersiaplah untuk hal-hal yang sebelumnya tidak pernah Anda duga. Hal ini bukan hal yang buruk. Anda dan ibu Anda justru akan semakin dekat dan saling mengerti satu sama lain.

Carilah dukungan dari orang lain2
Anda bisa mencari dukungan lewat kerabat, sahabat, teman, psikolog, guru bimbingan konseling (BK) di sekolah maupun layanan yang menurut Anda dapat menjawab permasalahan Anda. Lewat sahabat, kerabat, dan teman, mereka akan berusaha untuk selalu mendukung Anda meski mereka sendiri tidak mengalaminya. Di sisi lain, lewat psikolog dan guru BK Anda di sekolah akan membantu Anda untuk membentuk sudut pandang positif terhadap ibu Anda. Selain itu, tentunya Anda merasa lega karena ada orang yang mau mendengarkan dan mendukung Anda.

Belajar memaafkan sikap ibu Anda
Tidak hanya berlaku untuk ibu tapi juga untuk ayah Anda. Ibu Anda tidaklah sempurna seperti yang Anda harapkan, pasti ada kekurangan. Maafkanlah ibu Anda, biarpun ia selalu berusaha untuk menjadi orang tua terbaik untuk Anda. Seburuk-buruknya perlakukan mereka terhadap Anda, toh mereka tetap membesarkan Anda hingga sekarang.

Bagi sebagian orang, mengemukakan apa yang dirasakan kepada orang tua akan terasa berat bisa karena gengsi, bisa karena takut dimarahi. Bahkan untuk memaafkannya terasa menyulitkan untuk mereka. Berkomunikasi dan berusaha untuk memaafkan memang butuh keberanian yang besar. Namun akan berdampak luar biasa jika Anda berhasil melakukannya.


Referensi:
[1 & 2] How to manage a toxic mother. Artikel. https://www.psychologies.co.uk/how-manage-toxic-mother

Anda bisa melihat artikel rujukan lainnya di:
https://www.psychologytoday.com/blog/tech-support/201502/8-toxic-patterns-in-mother-daughter-relationships

Family Feud: The Mother-Daughter Relationship

Sumber gambar: www.thelifesquare.com

Total
1
Shares
%d bloggers like this: