“Cara kita berkomunikasi dengan orang lain dan diri sendiri pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup kita.”

– Anthony Robbins

Sebagai makhluk sosial tentunya manusia saling berinteraksi satu sama lain, bukan? Interaksi antarmanusia tentunya tidak sebatas interaksi secara fisik. Interaksi antarmanusia  juga dapat berupa penyampaian pesan. Proses penyampaian pesan dari satu orang ke orang lain ini dikenal sebagai komunikasi. Apakah sebenarnya komunikasi itu? Komunikasi sendiri diartikan sebagai sebuah proses di mana orang berinteraksi melalui simbol untuk menciptakan dan menguraikan makna. Tahukah Anda, komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal dapat diwujudkan dengan bercakap-cakap, wawancara, pidato, talk show dan lain sebagainya. Sedangkan komunikasi non verbal mengarah pada gerak tubuh atau mimik wajah.

Nah, jika komunikasi dilakukan dengan cara yang tepat, maka penyampaian maksud kita akan lebih efektif. Khususnya saat berkomunikasi secara verbal,  jika tidak efektif justru akan menimbulkan adu mulut hingga konflik. Pernahkah Anda mengalami hal yang serupa?

“Terjadi cek-cok mulut dalam Kafe Venue antara korban dengan tersangka. Korban telah mengatakan sesuatu yang melecehkan tersangka. Tersangka yang di bawah pengaruh minuman keras menarik baju korban dan memukulnya,” ujar Kadisgakum Lantamal III Letkol Laut (PM) Febber HS di Kemang, Jakarta Selatan.

Kasus tersebut mengambarkan resiko yang  mungkin terjadi jika terjadi komunikasi verbal tidak berjalan efektif. Komunikasi juga dapat menyakiti perasaan lawan bicara. Ya, tentu kita perlu memikirkan masak-masak setiap kata yang akan kita ucapkan. Taste our word before we split it out. Komunikasi verbal sejatinya memiliki oleh aturan yang tidak terucap, tetapi haruslah dipahami1.  Ternyata, ada dua macam aturan untuk memandu komunikasi yang kita lakukan, yaitu aturan regulatif dan aturan pokok. Aturan  regulatif adalah aturan yang mengatur bagaimana, di mana, dan dengan siapa kita harus berbicara mengenai hal-hal tertentu. Ini semacam etika dalam berbicara sesuai dengan  konteks budaya. Sedangkan aturan pokok mengarah pada arti komunikasi atau makna dari komunikasi itu sendiri. Artinya, bagaimana kita dapat menilai informasi dan menyampaikan maksud kita.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan komunikasi verbal2. Yuk kita simak!

1. Jangan pakai kata mata kuda, yuk coba liat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda!

Cobalah untuk mengenali sudut pandang orang lain. Komunikasi yang efektif merupakan sebuah proses interaksi untuk memperoleh sebuah pemahaman bersama, bukannya hanya  pemahaman diri sendiri. Dengan mencoba memahami orang lain bukan berarti kita menahan pendapat kita dan justru  selalu setuju dengan orang lain. Tapi cobalah untuk saling mengerti. Sederhana, namun sudahkah Anda melakukannya?

2. Belajar untuk merasakan dan mempertimbangkan saat berkomunikasi.

Sadar atau tidak sadar, kerap kali kita marah dan menyalahkan orang lain saat ada hal buruk menimpa kita. Seolah-olah hal buruk itu disebabkan oleh orang lain. Cobalah untuk menaruh empati pada lawan bicara. Jangan terlalu cepat mengucapkan hal yang belum kita pertimbangkan secara masak. Agar komunikasi berjalan dengan efektif seyogyanya kita tidak menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada diri kita.

3. Menghormati perkataan orang lain mengenai perkataan dan idenya.

Agar komunikasi berjalan dengan efektif, sebaiknya kita tidak meremehkan perkataan orang lain mengenai perasaan dan pikirannya. Bahkan jika kita tidak mempunyai pemikiran dan perasaan yang sama dengan orang lain kita tetap harus bisa menghargai orang lain sebagai ahli dalam perspektifnya sendiri. Jika ingin didengarkan, maka kita juga harus mendengarkan. Jangan ragu untuk memberi kesempatan orang lain dalam mengungkapkan perasaan dan idenya.

4. Mengusahakan akurasi dan kejelasan

Kesalahpahaman terjadi saat hal yang kita ungkapkan tidak jelas bagi orang lain. Hal tersebut cenderung muncul ketika bahasa yang kita ucapkan mungkin sulit dimengerti oleh orang lain. Jangan segan memberikan contoh untuk memperjelas istilah tertentu. Ingat, jangan berbelit saat menyampaikan apa maksud kita. Gunakan kata yang lugas, santun, dan sederhana untuk memberi pemahaman pada orang lain.

Bagaimana? Sudahkah Anda siap melakukannya? Semoga beberapa tips diatas dapat membantu Anda untuk dapat berkomunikasi secara efektif.


Sumber data tulisan

1Penjelasan lebih lanjut dapat di baca di buku Argyle & Henderson  (1984) tentang komunikasi efektif.

2Teori dan praktik dalam berkomunikasi dapat dibaca Buku Karya Julia T. Wood (2013) yang berjudul Komunikasi Teori dan Praktik, yang diterbitkan oleh Salemba Humanika.

By: Dita Ayu Puspita

Featured Image Credit: www.bitebrands.com

%d bloggers like this: