Jangan Anggap Remeh Jika Ada Kerabat yang Ingin Bunuh Diri, Lakukan 5 Cara ini!

“Bunuh diri adalah solusi permanen terhadap permasalahan sementara”

Pikiran untuk bunuh diri dalam batas-batas tertentu dapat dikatakan normal. Sebagian besar dari Anda pasti pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri. Misalnya ketika Anda sedang mengalami banyak permasalahan, mungkin Anda pernah mengatakan, “Andai saya tidak ada di sini, pasti semua hal akan lebih baik,” atau “Saya lebih baik meninggal saja daripada menghadapi masalah ini”. Pikiran-pikiran untuk ‘bunuh diri’ ini kemungkinan besar pernah terlintas dalam pikiran, betul?

Sebenarnya pikiran tersebut wajar terjadi ketika seseorang sedang mengalami suatu permasalahan. Beberapa orang ada yang beranggapan bahwa pikiran untuk bunuh diri bukanlah suatu hal yang penting karena semua orang memiliki pikiran tersebut. Akan tetapi, kenyataannya, pikiran untuk bunuh diri tidak dapat dianggap remeh!

Pikiran ini berhubungan kuat dengan memburuknya kesehatan dan bahkan kematian itu sendiri. Jika individu yang Anda kenal yang mengatakan keinginan untuk bunuh diri, bagaimana tanggapan Anda? Apa yang harus Anda lakukan? Mari kita bahas pada artikel berikut ini. Jika seseorang yang Anda kenal menyatakan keinginannya untuk bunuh diri selama setidaknya 2 minggu terakhir, maka sebaiknya sarankan mereka untuk:

Memeriksakan kerabat Anda tersebut ke dokter (secara medis) maupun terapis

Hal ini perlu dilakukan karena bisa jadi kerabat Anda membutuhkan bantuan namun dia merasa malu untuk mengunjungi dokter atau terapis.

Menyatakan bahwa pikiran untuk bunuh diri itu merupakan hal yang negatif

Jelaskan kepada kerabat Anda tersebut bahwa pikiran untuk bunuh diri itu bukan sesuatu yang umum dan remeh. Jangan main-main dengan pikiran tersebut!

Ajak kerabat Anda untuk memikirkan apa yang akan terjadi jika ia bunuh diri

Anda dapat menjelaskan bahwa meskipun mereka bunuh diri, dunia tidak akan menjadi lebih baik, yang terjadi adalah ia hanya akan menyakiti orang-orang yang ia sayangi dan menghilangkan kesempatan dirinya untuk berkembang lebih baik lagi.

Yakinkan kerabat Anda bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik

Yakinkan bahwa permasalahan yang ia alami saat ini dan perasaan sedih atau kecewa yang dirasakan ini hanyalah sementara. Tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan rencana, jadi wajar dan semua orang pun pasti pernah mengalami permasalahan serupa. Meskipun saat ini mereka merasa hal ini sangat sulit dilalui dan menekan, namun percayalah, semua pasti berlalu dan ia pasti bisa mengatasinya!

Jauhkan hal-hal atau benda-benda yang dapat mendukung terlaksananya bunuh diri

Benda-benda tersebut dapat berupa obat-obatan maupun benda tajam (pisau). Berada di dekat benda-benda tersebut semakin memicu keinginan dan terlaksananya perilaku bunuh diri.

Itulah 5 upaya yang dapat Anda lakukan demi mencegah dan menyelamatkan kerabat Anda dari bunuh diri. Ingat, salah satu tanda bahaya akan terjadinya bunuh diri yaitu ketika seseorang membicarakan bahwa ia ingin bunuh diri. Jangan dianggap remeh, ya! Yuk, mulai sekarang lebih peka terhadap tanda-tanda yang ditampilkan!


Sumber data tulisan:

Selengkapnya dapat dibaca pada artikel “Learn to Indentify and Prevent a Possible Suicide” (https://www.psychologytoday.com/blog/emotional-fitness/201007/learn-identify-and-prevent-possible-suicide)

Selengkapnya dapat dibaca pada artikel “Suicidal Thoughts” (https://www.psychologytoday.com/blog/frontpage-forensics/201312/suicidal-thoughts)

Selengkapnya dapat dibaca pada artikel “3 Strategies to Talk With Kids About Suicidal Thoughts” (https://www.psychologytoday.com/blog/take-charge-bipolar-disorder/201702/3-strategies-talk-kids-about-suicidal-thoughts)

Selengkapnya dapat dibaca pada artikel “Suicide Prevention” (https://www.helpguide.org/articles/suicide-prevention/suicide-prevention-helping-someone-who-is-suicidal.htm)

Featured Image Credit: iran-daily.com

Jesslyn Antoinette Justine

Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha

%d bloggers like this: