“Gangguan makan merupakan penyakit gangguan mental yang serius, bukan pilihan gaya hidup” – Demi Lovato

Demi penampilan, banyak orang berusaha untuk memiliki tubuh ideal agar terlihat menarik di depan orang lain. Kriteria tubuh ideal memang berbeda untuk sebagian orang. Namun kebanyakan menganggap bahwa memiliki tubuh ideal berarti orang tersebut harus memiliki tubuh yang kurus dan ramping layaknya model. Demi menjaga penampilan tubuh maka orang tersebut akan berusaha untuk menjaga dan membatasi makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, istilah populernya yaitu diet. Jika dilakukan secara berlebihan maka perilaku ini berkembang menjadi bentuk gangguan makan (eating disorder) dan itu tidak normal. Ada beberapa gangguan makan yang akan dibahas pada artikel ini bahkan bisa dibilang cukup “unik”. Penasaran? Baca lebih lanjut mengenai berbagai gangguan makan berikut ini.

Gangguan anoreksia (anorexia nervosa)
Orang yang memiliki gangguan anoreksia cenderung memiliki ketakutan yang kuat untuk menjadi gemuk dan sangat membatasi asupan makanan sampai pada ambang batas kelaparan. Ciri khas dari orang dengan gangguan ini yaitu mereka mengurangi berat badan secara ekstrim dan dibawah batas berat badan yang seharusnya. Mereka akan makan dalam jumlah sedikit dan olahraga secara berlebihan. Orang dengan gangguan ini akan terpaku pada citra tubuh yang berlebihan yang mana mereka memiliki ketakutan berlebihan untuk gemuk secara terus-menerus. Dari bentuk tubuh akan terlihat dengan jelas bahwa orang dengan gangguan anoreksia memiliki tubuh yang sangat kurus hingga tampak tulang yang melekat di tubuhnya.

Mereka umumnya membatasi kalori, lemak, dan jenis makanan yang mereka makan dan yang lebih ekstrim mereka mengimbanginya dengan obat pencahar untuk mengeluarkan isi makanan dari dalam perutnya. Fatalnya jika tidak ditangani gangguan ini akan menyebabkan berhentinya menstruasi pada perempuan, pengeroposan pada tulang, tekanan pada jantung, dan menimbulkan kematian.

Gangguan bulimia (bulimia nervosa)
Orang dengan gangguan ini juga takut menjadi gemuk dan melakukan kontrol diet. Bedanya dengan anoreksia, orang dengan gangguan bulimia cenderung memiliki perilaku makan yang berlebihan. Mereka tidak berdaya terhadap datangnya episode makan berlebihan dimana makanan dalam jumlah yang besar dimakan dalam waktu singkat. Hal ini dilakukan karena mereka menganggap bahwa makan merupakan kegiatan yang menyenangkan dan dapat menghilangkan depresi. Hanya saja setelah mereka melakukan itu mereka akan merasa bersalah dengan perbuatannya.

Untuk mengatasinya mereka melawan efek kegemukan ini dengan merangsang diri sendiri dengan obat pencahar, mengorek tenggorokan hingga muntah, dan melakukan puasa. Perbedaan bulimia dengan anoreksia, orang dengan gangguan bulimia lebih memperhatikan kondisi berat badannya yang lebih stabil sehingga tidak tampak jika orang ini memiliki gangguan bulimia. Anda baru bisa mengetahuinya jika mengenalnya lebih dekat mengenai perilaku kesehariannya.

Gangguan makan berlebihan (Binge eating disorder)
Orang dengan gangguan makan berlebihan cenderung makan sejumlah makanan dalam jumlah lebih besar daripada porsi makan orang kebanyakan dan berlangsung dalam waktu dua jam. Orang tersebut tidak dapat mengontrol perilaku makannya seperti sekali makan, maka orang tersebut tidak dapat berhenti makan dan tidak dapat mengendalikan berapa banyak makanan yang ia makan. Mereka makan sampai merasa tidak nyaman lagi atau merasa kenyang. Mereka juga tetap makan dalam porsi besar meski sebenarnya tidak merasa lapar. Akibat perilakunya yang sering kehilangan kendali saat makan, maka mereka akan mengalami rasa malu, memilih makan secara sembunyi-sembunyi dari orang lain, merasa tertekan, depresi, dan merasa bersalah sesudahnya.

Jika orang dengan gangguan anoreksia dan bulimia lebih takut gemuk dan memilih tindakan diet yang ekstrim, orang dengan gangguan makan yang berlebihan malah tidak melakukan perlawanan seperti memuntahkan kembali makanan, meminum obat pencahar, dan puasa berlebihan. Mereka hanya makan dalam porsi yang sangat banyak namun mereka tak pernah berniat untuk melakukan diet.

Gangguan makanan lainnya
Pica
. Orang dengan gangguan ini memiliki perilaku makan yang tak lazim seperti makanan pada makanan pada umumnya. Contoh makanan yang bisa dimakan orang ini bisa berupa bedak, kertas, sabun, kotoran, tanah, dan arang. Untuk anak-anak dibawah usia dua tahun, seperti bayi yang suka memasukkan berbagai benda ke mulut tidak bisa dimasukkan dalam golongan ini karena ini masih termasuk dalam masa perkembangannya.
Gangguan ruminasi. Orang yang memiliki gangguan ini akan memiliki perilaku makanan dengan cara mengunyah makanan kemudian ditelan. Setelah ditelan dikeluarkan lagi ke mulut, dikunyah lagi, kemudian ditelan kembali atau diludahkan.

Menangani orang-orang dengan gangguan makan
Untuk penanganannya dari sisi medis, dokter akan melakukan perawatan medis jika orang dengan gangguan ini sudah mengalami gejala malnutrisi. Dokter akan terus memantau kesehatan dan berat badan orang dengan gangguan ini. Dokter akan memberi obat-obatan antidepresan disertai dengan konseling. Lewat konseling orang dengan gangguan makan akan belajar mengubah pikiran negatif yang mereka miliki tentang makanan, berat badan, dan keyakinan dirinya tentang citra tubuhnya.

Dari sisi gizi, ahli diet akan membuat daftar diet untuk membantu mereka mengendalikan berat badan dengan cara yang sehat. Mereka akan belajar pola makan yang sehat dan mendapatkan pemahaman gizi yang baik. Dari sisi terapi, berbicara pada psikolog akan membantu mereka mengatasi alasan emosional dibalik melakukan gangguan perilaku makan ini. Misal mendiskusikan tekanan hidup dan keyakinan mereka tentang pola makan dan berat badan.

Berilah selalu dukungan kepada mereka dengan gangguan ini. Mereka melakukan ini karena merasa rendah diri akan citra tubuh mereka. Jangan ditambahi dengan mengolok-olok mereka, tapi berilah mereka dukungan bahwa sebenarnya mereka tetap terlihat bagus jika mereka mau merawat tubuh mereka. Untuk Anda yang kurang percaya diri dengan bentuk tubuh Anda, berusahalah untuk menerima kondisi tubuh Anda apa adanya. Apa yang Anda pikir buruk belum tentu orang lain anggap buruk.


Referensi:
1Dr. dr. Rusdi Maslim SpKJ, MKes. (2013). Buku Saku Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III dan DSM-5
2American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition
3By Eating Disorder. Artikel Neda Feeding Hope. https://www.nationaleatingdisorders.org/learn/by-eating-disorder
4Eating Disorder Health Center. Artikel http://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/

Sumber gambar: www.family.ie

Total
4
Shares
%d bloggers like this: