“Sebagai seorang ekstrover, saya suka berbicara dan mengekspresikan diri saya dengan gerakan-gerakan tubuh maupun tangan. Saya senang berbincang tentang berbagai hal. Dan bermain teater cukup mudah bagi saya.” -Jamie Cambell Bower

Sesuai dengan kutipan di atas, memang ciri utama yang membedakan antara seseorang dengan kepribadian ekstrover atau introvert adalah pada energi yang di dapatkan saat berada di situasi sosial dengan banyak orang.

Seorang introver merasa berada di kerumunan orang banyak sangat menguras tenaganya, sedangkan orang dengan kepribadian ekstrover justru mendapatkan banyak energi saat berada di situasi sosial yang dikelilingi banyak orang. Seorang ekstrover sangat menyukai berbincang-bincang mengenai berbagai hal.

Sudah tergambarkah apakah Anda termasuk seorang dengan kepribadian ekstrover atau introver?

Ekstrover Menurut Carl Gustav Jung
Carl Gustav Jung adalah seorang psikolog yang menciptakan teori Ekstroversi dan Introversi. Jung merupakan psikolog berkebangsaan Swiss yang hidup pada 1875 sampai dengan 1961.

Menurut Jung, introver adalah orang yang lebih mementingkan dunia internal pikiran, perasaan, fantasi, dan mimpi mereka sementara orang ekstrover lebih mementingkan dunia eksternal yang terdiri dari benda, orang lain dan aktivitas-aktivitas luar.

Dua istilah ini sering dicampuradukkan dengan hal-hal seperti seperti pemalu dan kemampuan bergaul, terutama karena orang introver cenderung bersifat pemalu dan orang ekstrover cenderung lebih bisa bergaul.

Secara lebih jauh yang dimaksud Jung ini adalah bukan pada kemampuan bergaul namun pada apakah seseorang itu lebih mengedepankan realitas luar (ekstrover) atau lebih menjadi sosok reflektif yang melihat ke dalam diri (introver).

Pada dasarnya kemampuan bergaul seseorang lebih ditentukan oleh seberapa baik kecerdasan emosi yang dimilikinya. Seseorang dengan kecerdasan emosi yang baik akan mampu memahami emosi dan perasaannya sendiri serta mampu memahami emosi dan perasaan orang lain kemudian mensinkronkannya.

Dengan keterpaduan atau sinkronisasi emosi dan perasaan satu sama lain itulah hubungan pergaulan yang baik bisa dicapai.

Apakah Saya (atau Dia) Seorang Ekstrover?

Berikut beberapa ciri seseorang dengan kepribadian ekstrover:

Ekstrover tidak mudah terganggu oleh keributan atau keramaian

Seorang ekstrover tidak merasa bahwa lingkungan yang ramai dengan suara-suara aktif ataupun padat dengan aktivitas manusia akan mengganggunya. Ia akan tetap mampu berfokus untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Ekstrover lebih termotivasi pada reward (hadiah) dan tidak terlalu mempedulikan punishment (hukuman)

Mendapatkan hadiah atau imbalan akan sesuatu hal membuat seorang ekstrover termotivasi sedangkan introvert lebih sensitif ke hukuman dan kurang termotivasi pada reward

Ekstrover adalah seorang yang mempunyai kepercayaan diri dan kenyamanan diri yang cukup baik.

Ia mampu tampil dengan percaya diri pada situasi-situasi yang mendapatkan sorotan. Biasanya ekstrover akan mampu tampil dengan baik di panggung.

Ekstrover adalah seorang dengan “risk-taker” (pengambil resiko) yang cukup tinggi

Tipe kepribadian ini sangat menyukai tantangan, sesuatu hal sulit yang harus dilakukan dengan keberanian justru membuatnya bersemangat.

Ekstrover memiliki kecenderungan untuk “excitement-seekers” (pencari kesenangan)

Tipe kepribadian ini suka melakukan hal-hal yang membuatnya bergembira dan pada umumnya adalah hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan seperti berbelanja, karaoke, bercakap-cakap dan sebagainya.

Kurang mampu untuk fokus pada ide-ide abstrak ataupun rumit

Cara berpikir seorang ekstrover adalah divergen (menyebar) sehingga sering kali banyak hal yang dipikirkannya, hal ini membuatnya sulit untuk memfokuskan diri pada suatu masalah. Utamanya masalah-masalah rumit yang membutuhkan analisa mendalam pada banyak detail.

Beberapa uraian di atas tadi semoga dapat memudahkan Anda untuk mengenali diri Anda sendiri atau orang di sekitar Anda. Tidak ada yang salah dari memiliki kepribadian ekstrover maupun introver.

Setiap individu diciptakan Tuhan dengan keunikannya masing-masing. Dunia psikologi menyebutnya dengan individual differences. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki seorang individu ekstrover berbeda dengan introver.

Perbedaan ini lah yang sebaiknya kita sadari dalam kepribadian kita sendiri. Supaya kepribadian ekstrover yang kita miliki ini mampu berkembang dengan optimal.


Sumber data tulisan:

Fakta dalam artikel disadur dari:
Buku Teori Kepribadian dari Dr C George BoereeBuku Emotional Intelligence dari Daniel Goleman
psychologytoday.com

Sumber foto: spotlightsocialskills.com

Total
4
Shares
%d bloggers like this: