Ketika Gangguan Kepribadian Ganda Menyapa Mereka, Sudahkah Anda Mengenali Cirinya?

“Dari penderitaan telah muncul jiwa terkuat; karakter paling besar karena bekas luka” – Kahlil Gibran

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah kepribadian ganda. Akhir-akhir ini banyak bermunculan orang yang sering disebut-sebut memiliki kepribadian ganda. Namun benarkah orang-orang tersebut benar-benar memiliki kepribadian ganda? Sudah sejauh mana Anda mengetahui tentang kepribadian ganda?

Dalam psikologi kepribadian ganda sendiri lebih dikenal dengan gangguan identitas disosiatif (sebelumnya lebih dikenal dengan gangguan kepribadian majemuk). Dahulu, masih banyak orang yang menyalahartikan fenomena kepribadian ganda sebagai orang yang kerasukan roh atau kesurupan. Padahal, baik kepribadian ganda maupun kesurupan merupakan dua hal yang berbeda. Kesurupan sendiri tidak ada kaitannya dengan kepribadian ganda. Untuk kasus kepribadian ganda sendiri ada kisah Sybil dengan 16 kepribadiannya yang cukup fenomenal. Tentunya ada berbagai penyebab yang menyebabkan seseorang memiliki kepribadian ganda. Nah, untuk mengetahuinya mari kita simak lebih lanjut mengenai gangguan identitas disosiatif itu sendiri.

Gangguan identitas disosiatif1
Gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda terbentuk dari pengalaman masa lalu yang traumatis atau bentuk stres lainnya dan terjadi pada masa kanak-kanak dan remaja. Hal ini sejalan dengan pernyataan Sigmund Freud, pencetus teori psikoanalisa, gangguan kepribadian yang terjadi pada seseorang terjadi akibat trauma pada masa kanak-kanak.

Masa kanak-kanak sendiri merupakan masa awal terbentuknya kepribadian. Saat mengalami pengalaman buruk, sebisa mungkin pengalaman tersebut akan ditekan ke alam bawah sadar orang tersebut. Hanya saja, ada beberapa kejadian yang tidak mampu ditangani oleh orang dengan gangguan ini. Hal ini memaksa ia untuk membentuk sosok pribadi lain yang mampu menghadapi situasi tersebut.

Pembentukan kepribadian ini terjadi sebagai wujud mekanisme pertahanan diri yang terbentuk karena orang tersebut tidak dapat menghadapi kecemasan yang terjadi. Munculnya berbagai kepribadian tergantung dari situasi yang dihadapi. Sedangkan kepribadian asli dari orang tersebut justru tidak mengetahui keberadaan kepribadian lainnya. Hal ini dilakukan sebagai wujud untuk melupakan hal yang telah dilakukan kepribadian lainnya.2

Masing-masing kepribadian memiliki pola kepribadiannya sendiri seperti perasaan, perubahan perilaku, proses berpikir, serta cara orang ini melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Mereka tidak mampu mengingat informasi penting seperti kejadian sehari-hari, informasi pribadi dan penting. Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kepribadian ganda maka harus mendapat asesmen khusus dari psikolog atau psikiater.

Terdapat ciri-ciri dari kepribadian ganda yaitu:

  1. Orang dengan gangguan ini akan mengalami hilang ingatan mengenai kejadian penting yang baru terjadi. Jika dikaitkan dengan peristiwa, periode waktu, dan kejadian yang dialami, kebanyakan orang-orang ini tidak mampu mengingat kejadian yang mereka alami.
  2. Terkadang orang dengan gangguan ini akan tersadar di suatu tempat yang tidak mereka kenal, sementara mereka sendiri tidak sadar kapan mereka pergi ke tempat tersebut. Umumnya amnesia ini terjadi pada tentara veteran, korban kekerasan seksual, serta orang yang mengalami tekanan emosional dan mengalami konflik yang ekstrim.
  3. Yang paling sulit dibedakan adalah amnesia buatan yang disebabkan oleh simulasi secara sadar atau malingering. Amnesia buatan biasa digunakan berkaitan dengan permasalahan mengenai keuangan, seksual, atau hukum, serta indikasi melepaskan diri dari keadaan yang penuh tekanan.
  4. Terdapat dua atau lebih kepribadian yang mengambil kontrol penuh atas perilaku orang tersebut. Ketika orang ini dikontrol oleh kepribadian lain, mereka merasa seperti mengamati dirinya sendiri seolah-olah sedang menonton diri mereka sendiri namun tidak dapat melakukan apa-apa. Mereka merasa tidak mendiami tubuhnya sendiri dan menganggap diri sendiri sebagai orang asing dan tidak nyata.
  5. Sebagai contoh, ketika kepribadian A muncul, maka kepribadian A adalah orang yang tegas, dan berani mengambil keputusan. Sementara jika muncul kepribadian lainnya, maka kepribadian A orang tersebut akan menghilang. Bisa saja kepribadian yang muncul selanjutnya adalah pribadi yang rapuh dan sensitif. Kemampuan berubah tergantung dari kepribadian mana yang akan muncul.
  6. Gangguan ini tidak disebabkan efek fisiologis seperti karena penyakit fisik dan juga tidak disebabkan efek medis seperti obat-obatan.

    Referensi:
    1Muslim, Rusdi. 2013. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujikan Singkat dari PPDGJ-III dan DSM-5. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya
    2Gangguan Identitas Disosiatif. Artikel Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_identitas_disosiatif

    Sumber gambar: Ilustrasi Audrey Kawasaki

%d bloggers like this: