Kita Semua Membutuhkan Penghargaan. Yuk, Simak Faktanya!

“Yang penting dari mengubah seseorang yaitu dengan mengubah kesadarannya akan dirinya sendiri.” – Abraham Maslow

Ketika seseorang tengah menjalani kehidupan dan mulai hidup dalam kelompok sosial, ia pasti merasa ingin diterima dan dihargai, baik oleh orang-orang di sekitarnya maupun oleh diri sendiri.

Misalnya saja, ketika seorang anak berhasil mendapatkan nilai 100 pada ujian matematika, ia pasti ingin dipuji dan diakui oleh guru, orang tua, ataupun teman-temannya. Ini wajar karena penghargaan merupakan kebutuhan dasar manusia.

Menurut teori hierarki kebutuhan oleh salah seorang tokoh psikologi, Abraham Maslow, seseorang akan mulai mencari kebutuhan akan penghargaan ketika kebutuhan fisiologis, keamanan, dan kasih sayangnya telah terpenuhi.

Berikut ini beberapa fakta seputar kebutuhan akan penghargaan yang menarik untuk diketahui!

Ada dua tingkat kebutuhan akan penghargaan

Terdapat dua tingkat kebutuhan akan penghargaan. Yang pertama, yaitu yang mendasar, ialah rasa ingin dihormati oleh orang lain. Ini termasuk kebutuhan akan status, pengakuan, perhatian, ketenaran, dan prestis.

Sedangkan tingkat yang kedua, yaitu yang lebih tinggi, ialah memanifestasikan dirinya sebagai kebutuhan untuk menghormati dirinya sendiri. Yang termasuk di dalamnya ialah kebutuhan akan kekuatan, kompetensi, penguasaan terhadap suatu bidang, kepercayaan diri, kemandirian, dan kebebasan.

Nilai suatu penghargaan bervariasi, tergantung dari siapa penghargaan tersebut

Jika Anda memiliki penghormatan yang tinggi terhadap seseorang yang menghargai Anda, maka Anda akan merasakan bahwa penghargaan darinya terasa sangat bernilai dibandingkan apabila penghargaan tersebut berasal dari orang biasa yang Anda nilai tidak terlalu penting.

Misalnya, tentu saja seorang karyawan akan lebih tersanjung apabila hasil kerjanya dinilai bagus oleh seorang manajer senior ketimbang dinilai bagus oleh rekan sesama staf.

Orang tua dan masyarakat berperan dalam memenuhi kebutuhan akan penghargaan seseorang

Orang tua, masyarakat, maupun lembaga, memiliki peranan dalam memenuhi kebutuhan akan penghargaan pada diri seseorang, terutama pada anak yang masih dalam masa perkembangan karakternya.

Karena itu, penting bagi setiap individu untuk mampu memberikan penghargaan dan apresiasi yang baik kepada orang lain untuk membangun dan mengembangkan potensi orang-orang di sekitarnya.

Penghargaan tidak selalu meningkatkan kepercayaan diri seseorang

Aktivitas seseorang, entah itu profesi atau hobi, tentu saja akan memberikan rasa kontribusi dan nilai pada diri suatu individu. Apabila ia mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas aktivitasnya tersebut, tentu saja akan meningkatkan kepercayaan dirinya dan semakin termotivasi untuk melakukan aktivitas tersebut.

Akan tetapi, seseorang dengan kepercayaan diri rendah atau inferiority complex (senantiasa merasa inferior) akan selalu membutuhkan penghormatan dari orang lain. Ia bahkan terlihat seperti terus mencari kejayaan dan ketenaran.

Namun, kejayaan dan ketenaran tersebut, meskipun sudah ia dapatkan, tetap tidak bisa meningkatkan kepercayaan dirinya sampai ia sendiri mampu menerima siapa dirinya.

Mencari penghargaan dan penghormatan dari orang lain itu wajar-wajar saja, kok! Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai dan menghormati diri kita sendiri.

Dengan begitu, kepercayaan diri kita akan semakin lengkap dan kuat sehingga mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri kita.


Sumber data tulisan:

http://www.simplypsychology.org/maslow.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Maslow’s_hierarchy_of_needs#Esteem
http://changingminds.org/explanations/needs/esteem.htm
http://www.learning-knowledge.com/esteem.html
http://study.com/academy/lesson/esteem-needs-in-maslows-hierarchy-examples-definition-quiz.html

Sumber gambar: http://insight-academy.com/

Dyah Iffah Novitasari

Mahasiswa Teknik Arsitektur UGM

%d bloggers like this: