Mari Pahami Apa Itu Fobia!

phobic.jfif

“Ini hanya perasaan dan kamu dapat melewatinya!”

Sebagian besar masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi jika mendengar istilah “Fobia”, bukan? Misalnya, ketika seseorang menghindar saat melihat tikus dan sama sekali enggan menyentuhnya, seringkali orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa ia fobia terhadap tikus, lalu mulai menjahili orang tersebut. Padahal sebenarnya, bisa saja orang tersebut bukan fobia terhadap tikus, melainkan hanya jijik saja terhadap tikus, sehingga ia menghindarinya. Jadi, apa itu fobia? Ciri-ciri orang yang mengalami fobia itu apa saja? Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, kita simak bersama-sama!

Apa itu fobia?

Menurut Nevid, fobia adalah rasa takut yang menetap terhadap objek atau situasi dan rasa takut ini tidak sebanding dengan ancamannya.1 Fobia ini juga seringkali tidak dapat dijelaskan secara rasional dan tidak sesuai dengan realita (berlebihan). Misal, individu dapat mengalami fobia terhadap lingkungan sosialnya, sehingga ia tidak berani berada di tempat/situasi yang ramai. Padahal, situasi ramai tersebut bukanlah sesuatu yang berbahaya dan orang-orang pun belum tentu memberikan penilaian negatif atau tatapan sinis kepada dirinya. Namun, bagi individu yang fobia sosial, maka ia akan tetap menganggap bahwa berada di tengah-tengah kerumunan masyarakat atau di mall merupakan hal yang berbahaya dan tidak nyaman.

Bagaimana ciri-cirinya?

Berdasarkan DSM-IV-TR, individu dikatakan mengalami fobia apabila memenuhi karakteristik berikut ini:

  • Mengalami ketakutan yang luar biasa, tidak masuk akal, dan persisten terhadap kehadiran suatu objek atau situasi.

  • Individu menyadari bahwa perasaan takut tersebut berlebihan dan tidak masuk akal.

  • Individu cenderung menghindari situasi yang menimbulkan fobia, atau bila tidak dapat dihindari, individu akan merasakan stres dan kecemasan yang hebat.

  • Perasaan takut yang intens tersebut secara signifikan mempengaruhi dan menganggu kehidupan sehari-hari individu, baik di dalam pekerjaan/sekolah ataupun fungsi sosial.

  • Untuk individu dibawah usia 18 tahun, keadaan tersebut sudah berlangsung minimal selama 6 bulan.

Apa penyebabnya?2

  1. Pengalaman menakutkan yang secara psikologis tidak dapat terselesaikan dengan baik. Misalnya fobia pada ruangan tertutup terjadi ketika pada usia 3-5 tahun anak mendapat hukuman dari orang tuanya secara berlebihan (misalnya dimasukan ke ruangan yang terkunci, sempit, gelap serta sering ditakut-takuti), sehingga menyebabkan ketakutan yang tidak tertanggulangi. Rasa takut yang tidak tertanggulangi ini kemudian masuk ke alam bawah sadar anak, dan muncul kembali dalam bentuk fobia (claustrophobia) ketika anak berusia dewasa.

  2. Mengalami kejadian yang tidak menyenangkan (menyebabkan rasa sakit dan penderitaan) yang sangat membekas dalam ingatan.Misalnya, mengalami kecelakaan tragis dapat menyebabkan individu trauma dan pada akhirnya mengalami fobia terhadap kendaraan atau lalu lintas.

  3. Dipelajari dari usia anak-anak. Misalnya, terdapat salah seorang anggota keluarga yang mengalami fobia terhadap laba-laba (arachnophobia). Maka, anak dapat mengalami arachnophobia juga karena ‘mempelajari’ anggota keluarganya, bahwa ketika melihat laba-laba, mereka harus menghindarinya sambil berteriak dan laba-laba itu berbahaya bagi dirinya.

Kalau sudah fobia, bagaimana mengatasinya?3

  1. Hadapi rasa takutmu, jangan dihindari!

  2. Latih cara untuk menenangkan diri ketika menghadapi situasi yang menimbulkan fobia.

  3. Latih teknik relaksasi (misal, meditasi).

  4. Tantang pikiran negatif mengenai hal yang memicu fobia.

Ini dia beberapa jenis fobia!

  1. Fobia spesifik: ketakutan yang berlebihan dan persisten terhadap situasi atau objek yang spesifik, misal hewan tertentu.

  2. Agoraphobia: perasaan takut pada situasi atau tempat dimana sulit atau memalukan untuk dihindari dan tidak ada bantuan jika mengalami gejala panik.

  3. Fobia sosial: ketakutan yang intens pada situasi sosial, sehingga individu mendapatkan evaluasi negatif dari orang lain.

  4. Acrophobia: takut pada ketinggian.

  5. Claustrophobia: takut pada tempat tertutup

Bagaimana, sudah lebih paham dengan fobia?


Sumber data tulisan:

1Nevid, Jeffrey S. 2014. Abnormal Psychology in Changing World, 9th edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.

2Selengkapnya dapat dibaca di artikel PhobiaCauses (http://www.nhs.uk/Conditions/Phobias/Pages/Causes.aspx)

3Selengkapnya dapat dibaca di artikel Phobias and Irrational Fears (https://www.helpguide.org/articles/anxiety/phobias-and-fears.htm)

4Selengkapnya dapat dibaca di website The Phobia List (http://phobialist.com/)

Featured Image Credit: www.phobics-society.org.uk

Jesslyn Antoinette Justine

Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha

Previous
Previous

Baru Saja Mengalami Perpisahan? Saatnya Memahami Kembali Makna Move On dan Let Go

Next
Next

American Sniper: Sisi Manusia dari Seorang Penembak Jitu