Kadang dibutuhkan lebih banyak keberanian untuk hidup daripada untuk mengakhiri hidup – Albert Camus

Suicidal Thought atau dikenal sebagai keinginan bunuh diri, merupakan pikiran tentang bagaimana untuk membunuh diri sendiri, dapat berupa rencana rinci ataupun pertimbangan sekilas untuk bunuh diri yang tidak berakhir dengan tindakan bunuh diri.

Sebagian besar orang memiliki keinginan bunuh diri secara tidak disadari, namun sebagian lainnya secara hati-hati merencanakan bunuh diri tersebut dengan harapan usaha tersebut dapat berhasil. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pemikiran bunuh diri, berikut beberapa informasinya!

Gejala Suicidal Thought

Ada sejumlah tanda dan gejala pikiran untuk bunuh diri, berikut merupakan gelaja yang paling umum terjadi:

  • Timbul perasaan terjebak dan putus asa
  • Mengalami kecemasan yang tinggi dan mempunyai mood yang berubah-ubah, dan depresi
  • Terjadinya perubahan rutinitas dan pola tidur.
  • Mengkonsumsi obat dan alkohol berlebih, serta terlibat dalam perilaku berisiko, seperti mengemudi sembarangan atau hal-hal yang membahayakan lainnya.
  • Depresi dan memiliki serangan panik (panic attack)
  • Mengalami gangguan konsentrasi dan mengisolasi diri
  • Banyak melakukan gerakan indikasi kecemasan – seperti mondar-mandir di sekitar ruangan, meremas-remas tangan seseorang, dan tindakan lain seperti mengucapkan selamat tinggal kepada orang lain seolah-olah itu terakhir kalinya, sering membicarakan tentang bunuh diri, dan sering mengungkapkan penyesalan tentang hidup.

Apa Penyebabnya?

Keinginan atau pemikiran untuk bunuh diri adalah perasaan yang mungkin disebabkan ketika orang tersebut tidak lagi mampu mengatasi situasi luar biasa seperti masalah keuangan, kematian seseorang yang mereka cintai, atau ketika menderita suatu penyakit.

Namun, para ahli juga percaya bahwa ada faktor genetik yang terkait dengan risiko seseorang untuk merencanakan bunuh diri, yaitu seseorang memiliki keinginan bunuh diri yang lebih besar apabila ada keluarganya yang mempunyai riwayat bunuh diri.

Akan tetapi, situasi paling umum atau peristiwa hidup yang dapat menyebabkan seseorang mempunyai pikiran untuk bunuh diri adalah kesedihan, pelecehan seksual, masalah keuangan, penyesalan, penolakan, hubungan perpisahan, dan pengangguran.

Adakah cara untuk mencegah pemikiran untuk bunuh diri? Gangguan mental seperti depresi adalah penyebab paling umum dari keinginan bunuh diri. Akan tetapi perilaku tersebut dapat dicegah melalui penanganan yang bersifat psikologis maupun dengan bantuan medis. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau membantu menurunkan risiko pemikiran bunuh diri (suicidal thought) adalah:

  • Mengikuti pengobatan rutin bagi seseorang yang mempunyai penyakit
  • Menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Mencoba untuk tetap terhubung dengan dunia luar dan bersosialisasi dengan teman-teman
  • Melibatkan keluarga dalam setiap permasalahan, karena keluarga merupakan sumber dukungan yang paling utama
  • Menjaga pola hidup sehat dan pola tidur yang teratur

Setiap orang memang mempunyai permasalahan. Meskipun begitu, setiap permasalahan pasti memiliki solusi jika seseorang berani menghadapinya. Sedangkan menghindari masalah dengan mempunyai pemikiran untuk mengakhiri hidup bukanlah sebuah solusi. Bukankah begitu?

%d bloggers like this: