“Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan sendirilah yang merupakan kunci kesuksesan. Jika Anda menyukai apa yang Anda lakukan, Anda akan sukses.” – Albert Schweitzer

Merencanakan kesuksesan pada siswa di sekolah merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Siswa akan merasa termotivasi saat mereka merasa ada yang mendukung mereka untuk mengeksplorasi, berinsiatif, mengembangkan, dan menerapkan solusi untuk permasalahan mereka. Ketika ada orang lain yang mampu mendengarkan dan merespon mereka dengan baik maka siswa akan merasa dihargai dan akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gallup mengenai kriteria sukses pada siswa meliputi harapan, keterlibatan, dan kesejahteraan pada siswa akan menentukan seberapa besar pengaruhnya pada keberhasilan siswa dalam proses akademik maupun di luar akademik.

Penelitian yang dilakukan oleh Gallup telah dilakukan pada siswa prasekolah hingga perguruan tinggi. Hasil dari penelitian Gallup menunjukkan bagaimana kekuatan siswa dalam menghadapi tujuan, membangun harapan, dan kesejahteraan siswa dalam menentukan kesuksesan siswa itu sendiri. Dari hasil penelitian ini pada akhirnya dinamakan dengan The Gallup Student Success Model. Di bawah ini akan dipaparkan bagaimana kriteria yang dapat menentukan kesuksesan siswa berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gallup.

Program pengembangan mengarahkan pada harapan dan keterlibatan
Program pengembangan yang sering difasilitasi melalui diskusi kelompok kecil atau pada pembinaan telah menghasilkan peningkatan harapan siswa di sekolah dan perguruan tinggi. Temuan ini merupakan penemuan sejajar yang menghubungkan pengembangan kekuatan pada keterlibatan. Dalam pengembangan kekuatan ini biasanya diawali melalui percakapan untuk melakukan pembinaan yang berfokus pada kelebihan pada masing-masing individu.

Keterlibatan mandiri untuk keberhasilan akademik
Siswa yang memiliki harapan dan melihat masa depan dengan positif akan percaya bahwa mereka memiliki semangat untuk mewujudkannya. Berdasarkan studi jangka panjang yang juga didukung oleh Lopez dkk mengenai harapan dan keterlibatan siswa, nampak bahwa pikiran siswa tentang masa depan akan mendorong kesuksesannya dalam segi akademis. Harapan dan keterlibatan siswa juga akan memiliki nilai yang berbeda untuk masing-masing siswa.

Siswa dengan kesejahteraan tinggi lebih sukses dibanding siswa dengan tingkat kesejahteraan rendah
Kesejahteraan atau dikenal dengan istilah well-being mengukur bagaimana orang tersebut memikirkan dan merasakan hidup serta memberi tahu siswa mengenai apa yang harus mereka lakukan. Hal ini berguna untuk siswa dalam memprediksi kesuksesan mereka. Siswa yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi memperoleh nilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan teman-teman sebayanya yang memiliki tingkat kesejahteraan rendah. Hal ini terdapat dalam penelitian yang dilakukan Gallup pada sejumlah mahasiswa bahwa siswa yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi akan menghasilkan kredit 10% lebih banyak dan mendapatkan IPK 2,9 (di luar 4.0), sedangkan siswa dengan tingkat kesejahteraan rendah hanya menyelesaikan kredit lebih sedikit dan mendapat IPK 2,4.

Mengenai kesejahteraan yang baik dalam hal ini dapat dilihat dari perasaan berupa emosi positif seperti gembira. Emosi yang positif merupakan faktor kesuksesan dalam banyak perilaku yang menentukan kesuksesan itu sendiri. Para siswa yang selalu dalam keadaan gembira dan memiliki ketertarikan dalam proses belajar akan memiliki catatan akademik yang jauh lebih baik.

Bagaimana cara membuat siswa sukses di sekolah?

  • Ketahui karakter siswa baik saat berada dalam kelompok dan saat sendirian
  • Kumpulkan informasi seputar siswa mengenai kebutuhan belajar, cara siswa belajar, dan tujuan yang siswa dapatkan dari belajar sehingga dapat mengetahui kebutuhan belajar siswa
  • Sebagai guru, Anda harus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan siswa dan juga harus terbuka dengan percakapan tentang bagaimana membantu siswa dalam belajar
    Jika terdapat berbagai keragaman seperti ras, budaya, jenis kelamin, agama, kelas, dan usia, sebagai guru harus mengajarkan kepada siswa mengenai toleransi dan tidak boleh ada diskriminasi
  • Tidak boleh terlalu memilih dalam memperhatikan siswa seperti terlalu memperhatikan anak yang tergolong pintar dan mengabaikan anak yang memiliki nilai yang rendah
  • Jangan sungkan untuk mengkomunikasikan harapan Anda sebagai guru kepada siswa Anda. Beritahu siswa bahwa Anda mengharapkan mereka bekerja keras di kelas. Katakan pada siswa bahwa Anda memegang standar tinggi untuk prestasi akademis mereka.
  • Ijinkan siswa untuk bertanya dan memberikan tanggapan jika ada materi yang belum mereka anggap jelas. Hal ini dapat berhubungan dengan prestasi dan juga partisipasi siswa di kelas.
  • Cari tahu bagaimana perasaan siswa Anda mengenai cara mengajar Anda. Hal ini berguna untuk meningkatkan kinerja Anda sebagai guru dan juga kenyamanan siswa dalam belajar. Biarkan siswa memberitahu apa yang membuat mereka tidak nyaman seperti Anda yang sering marah, terlalu banyak memberikan pekerjaan rumah, dan sebagainya.

Tentunya jika ingin menrencanakan kesuksesan pada murid Anda, sebagai seorang guru dan tenaga pendidik Anda harus terlibat secara langsung pada siswa Anda dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh siswa Anda. Ciptakan situasi belajar yang kondusif untuk siswa agar siswa semakin semangat dalam belajar. Untuk Anda yang merupakan pelajar, jangan sia-siakan program pengembangan yang diselenggarakan oleh sekolah Anda, seperti ekstrakurikuler misalnya. Selalu miliki tujuan dan ingat apa yang ingin Anda capai setelah Anda belajar nanti sehingga Anda akan termotivasi untuk mencapai yang terbaik dalam proses belajar Anda.


Referensi:
Shane J. Lopez. (2011). The Gallup Student Success Model. Artikel. http://teammates.org/wp-content/uploads/2014/08/Gallup-Student-Success-Model.pdf. The Gallup Student Success Model sendiri merupakan salah satu dari sekian penelitian yang dilakukan oleh Gallup. Setiap tahunnya, Gallup selalu melakukan survei kepada siswa di Amerika yang dinamakan dengan Polling Gallup Students yang dirancang untuk membantu pendidik dalam memberikan pendidikan yang lebih terfokus.

Sumber Foto:
http://alternet.org

Total
1
Shares
%d bloggers like this: