Orang dengan Down Syndrome: Mereka Punya Kesempatan yang Sama

“Memiliki Down Syndrome tidak berarti apa-apa bagi saya, saya tidak pernah membiarkan orang lain menghakimi saya karena mempunyai Down Syndrome. Hal yang terpenting adalah bagaimana saya merasa tentang diri saya sendiri karena di dalam hati, saya merasa istimewa.” (Edward Barbarell)

 

Apa yang dimaksud dengan Down Syndrome? Sebagian orang mungkin mengetahui Down Syndrome sebagai seseorang yang mempunyai keterbelakangan mental dan sangat bergantung pada orang di sekitarnya. Namun, banyak sekali fenomena mengenai Down Syndrome yang menepis segala pandangan itu. Banyak potensi yang sebenarnya bisa digali dari seseorang dengan Down Syndrome jika mereka mendapat kesempatan yang sama. Orang dengan Down Syndrome juga bisa sama produktifnya dengan mereka yang tidak memiliki Down Syndrome.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mereka yang memiliki Down Syndrome untuk tetap produktif dalam kesehariannya.

1. Perlakukan mereka seperti orang-orang pada umumnya.
Memiliki Down Syndrome bukan berarti mereka berbeda dengan orang pada umumnya. Untuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka dapat diajarkan untuk mandiri dengan beberapa kali latihan. Kuncinya adalah motivasi untuk tidak patah semangat. Kita bisa menjadi teman bermain yang membantu mengarahkan mereka ke dalam aktivitas-aktivitas yang dapat memicu perkembanganya seperti ikut serta dalam kegiatan pengembangan diri.

2. Ikut serta dalam kegiatan pengembangan diri.
Salah satu yang dapat memicu perkembangan seseorang dengan Down Syndrome adalah mendorong mereka untuk mencoba kegiatan positif. Kegiatan positif itu bisa dengan mengikuti komunitas seni peran, musik, ataupun olahraga. Contohnya adalah Stephanie Handojo yang memiliki segudang prestasi di kancah internasional khususnya olahraga renang. Tentu saja prestasinya tersebut tidak terlepas dari peran penting seorang ibu yang selalu menaruh kepercayaan pada anaknya.

3. Kesempatan untuk mengenyam pendidikan
Noelia Garella adalah orang dengan Down Syndrome pertama yang menjadi guru dan mengajar anak-anak TK di Argentina. Kemampuan itu pun salah satunya adalah berkat gelar sarjana yang ia raih di bidang ekonomi dan manajemen organisasi di bidang pariwisata. Pendidikan sebenarnya dapat berasal dari mana saja, entah itu sekolah, relawan, lingkungan, atau bimbingan orang tua pun tidak menjadi masalah, selama mereka mempunyai wadah untuk melatih daya otak mereka.

4. Terus membaca buku
Bagi kita yang mengetahui seseorang yang kita sayangi mempunyai Down Syndrome tentu akan mengalami kondisi dimana kita tidak tahu harus berbuat apa, khususnya para orang tua yang memiliki anak dengan Down Syndrome. Rajin membaca buku yang membahas tentang Down Syndrome sangat membantu sekali untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh mereka. Hal itu penting karena tindakan apa yang kita terapkan pada mereka (seseorang dengan Down Syndrome) akan mempengaruhi masa depan mereka.

5. Mencari bantuan profesional
Tidak dipungkiri bahwa seseorang yang memiliki anak atau kenalan dengan Down Syndrome memiliki keterbatasan untuk membantu karena kurang mengertinya mereka terhadap kondisi Down Syndrome yang sebenarnya. Untuk itu jangan ragu untuk mencari tenaga ahli profesional seperti psikolog, dokter anak, atau seseorang yang Anda percayai bisa membantu mendidik seseorang dengan Down Syndrome. Tentunya, tujuan untuk mencari tenaga profesional ini agar Anda juga mendapat referensi atas bimbingan yang pas untuk diterapkan kepada seseorang dengan Down Syndrome serta memiliki kemampuan yang terpercaya untuk membimbing mereka tumbuh secara mandiri.

Dahulu sering sekali seseorang dengan Down Syndrome dipandang sebelah mata, justru sekarang mereka membuka mata kita dengan kemampuan mereka meraih prestasi. Hal itu membuktikan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari segi akademik tetapi dari berbagai macam hal. Seseorang dengan Down Syndrome memiliki kecerdasan khusus di bagian tertentu, entah itu melukis, membaca, berhitung, berenang, sampai memainkan alat musik seperti piano. Mereka juga dapat memiliki empati dan bisa bersosialisasi layaknya masyarakat pada umumnya. Namun sudahkah kita membuka pandangan kita tentang hal tersebut? Apakah kita masih berpikir bahwa tidak mungkin seseorang dengan Down Syndrome mempunyai kemampuan dan kesempatan yang sama dengan kita? Semoga tips di atas dapat menjadi bekal kita untuk membawa seseorang dengan Down Syndrome bisa membantu diri mereka sendiri dan orang lain.


Referensi:
1. Dilansir dari Down Syndrome for Awareness and Acceptance www.enki-village.com/down-syndrome-quotes.html
2. Dilansir dari website Pijar Psikologi dengan tema Down Syndrom (www.pijarpsikologi.org)
3. Dilansir dari website Liputan 6 dengan judul artikel Kisah 8 Anak Down Syndrome Berprestasi tanggal 12 Februari 2016 ditulis oleh Maria Flora http://global.liputan6.com/read/2434434/kisah-8-anak-down-syndrome-berprestasi
4. Dilansir dari artikel Kompas.com berjudul “Stephanie Handojo, Penyandang ‘Down Syndrome’ Berprestasi Dunia” tanggal 14 Februari 2016 ditulis oleh Ervan Handoko. http://megapolitan.kompas.com/read/2016/02/14/09362021/Stephanie.Handojo.Penyandang.Down.Syndrome.Berprestasi.Dunia?page=all

Sumber foto:
http://8pa6i2zwhi520nmq7s560ezsd-wpengine.netdna-ssl.com/syracuse/files/2016/04/craverweb-1-1024×684.jpg

%d bloggers like this: