“Sebagai mantan penulis untuk ‘National Lampoon’ saya mungkin telah berkontribusi pada lautan sarkasme di mana kita tinggal” – P.J. O’Rourke

Beberapa orang cenderung menghindari sikap sarkastik atau orang lain yang memiliki sifat sarkastik. Kebanyakan orang justru menganggap bahwa orang sarkastik merupakan orang yang kasar, ceplas-ceplos, tidak peduli dengan perasaan orang yang mendengarnya, namun perkataannya terkadang tepat sasaran. Tak pelak karena sifatnya inilah yang membuat orang lain kerapkali merasa tersinggung dengan perkataannya.

Entah orang itu memang sengaja atau tidak sengaja ketika mengungkapkannya. Namun, ternyata banyak juga orang yang senang berteman dengan orang yang memiliki sifat ini karena dinilai jujur dalam menyampaikan pendapat. Apakah Anda memiliki teman yang sarkastik? Atau justru Anda sendiri memiliki sifat ini? Apakah sarkastik selalu buruk? Tidak juga.

Dalam pertemanan, sarkastik memang tidak menyenangkan, tapi justru memperkuat ketulusan dalam hubungan pertemanan. Hal ini disebabkan karena kedua belah pihak sama-sama saling jujur dalam berinteraksi. Jadi, apa hubungannya antara sarkastik dengan kecerdasan? Peneliti dari Harvard and Columbia University menyatakan bahwa sarkastik membawa orang tersebut untuk lebih dekat dalam menemukan kecerdasan dan kreativitas yang mereka miliki.

Orang sarkastik cenderung berpikir lebih keras
Sarkastik membutuhkan lebih banyak pemikiran untuk diungkapkan. Jika Anda merespon perkataan seseorang, respon biasa sudah cukup untuk menjawab pertanyaan. Akan tetapi orang sarkastik justru berpikir lebih dalam dibandingkan orang pada umumnya. Orang sarkastik juga mempertimbangkan perasaan, respon yang mereka harapkan dari orang yang mereka ajak interaksi. Mereka menggabungkan beberapa kemungkinan agar dapat menciptakan respon lucu dan samar bagi orang yang mendengarnya. Inilah yang menyebabkan mengapa orang lain bisa tidak terlalu menyadari bahwa Anda bersikap sarkastik atau sebenarnya sedang berusaha untuk melucu, tapi sayangnya mereka malah lamban dalam merespon. Orang lain harus berpikir lebih mendalam untuk bisa memahami apa yang dikatakan oleh orang sarkastik. Jadi tidak benar kalau orang sarkastik digambarkan sebagai orang yang “kurang pintar” karena nyatanya mereka selalu berhasil menemukan kata-kata yang belum terpikirkan oleh kebanyakan orang.

Mengenali lebih banyak kemungkinan
Di antara berbagai penelitian mengenai kreativitas, sarkastik merupakan hubungan yang paling menarik untuk dibahas. Peneliti dari Harvard dan Columbia University menemukan bahwa orang yang memberi dan menerima komentar sarkastik mampu melakukan tes tiga kali lebih baik pada tes kreativitas. Kurang lebih 75% orang yang terpapar konten sarkastik dapat menemukan dan mengerjakan tugas kreatif yang rumit jika dibandingkan dengan orang yang tidak terkena konten sarkastik. Jadi sarkastik memiliki kekuatan untuk berpikir lebih banyak tentang berbagai kemungkinan dan merupakan generasi ide “out of the box”. Jarang ada orang yang memiliki pemikiran ini.

Orang sarkastik bisa berpikir secara abstrak
Berpikir abstrak diidentikkan dengan kemampuan kreatif dan imajinasi dalam menentukan ide. Jadi apakah sarkastik membawa manfaat? Jawabannya, iya. Hubungan sarkatik dengan kecerdasan yaitu dapat membuka pintu bagi pemikiran abstrak yang merupakan kecerdasan yang lebih tinggi. Peneliti Harvard menunjukkan bahwa sarkasme dapat menguntungkan orang-orang di sekitarnya, baik di sekolah maupun di kantor. Hal ini disebabkan bahwa pemikiran abstrak sangat membantu dalam produktivitas. Namun yang perlu ditekankan bahwa tidak semua orang dapat menerima humor sarkastik. Maka salurkan sarkasitik kepada orang dan teman yang cukup menghargai Anda.

Mereka memiliki otak yang lebih sehat. Kok bisa?
Menurut para peneliti dari University of California San Fransisco and Neouropsychologist, Katherine Rankin, kurangnya kemampuan dalam menangkap sarkasme bisa menjadi tanda peringatan awal dari kerusakan otak. Hal ini ditemukan dalam sebuah studi yang membahas Demensia Fronto-temporal yang mengalami kesulitan dalam menangkap sarkasme.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa sarkastik tidak selalu terwujud dalam komentar kasar. Ternyata sarkastik dapat mencairkan suasana yang menegangkan atau mengungkapkan sentimen jujur yang justru orang lain takut untuk mengatakannya. Seorang komedian Louis C.K bisa dijadikan salah satu contoh bagaimana sarkastik benar-benar menarik banyak orang. Dengan berdasarkan dari pengalaman sehari-hari, Louis memberikan kesempatan untuk curhat dan mengekspresikan frustasi dalam hidup dengan cara yang sehat dan humoris. Jauh lebih sehat daripada memaksakan diri untuk membuat humor yang hanya berisi kebohongan.

Nah bagi Anda yang memiliki sifat ini, jangan lantas langsung berbangga diri. Justru ini menjadi catatan bagi Anda bahwa tidak semua orang bisa menerima kata-kata sarkastik yang Anda lontarkan. Justru gunakan kelebihan ini untuk pembelajaran dengan memilah kata-kata mana yang sebaiknya dan tidak sebaiknya Anda ucapkan.


Referensi:
[1] Brianna Johnson. Research Find 3 Reasons Sarcastic People Are More Intelligent. Artikel lifehack.org
[2] Margielyn Musser. 10 Reasons Sarcastic People Are Smarter Than You Think. Artikel lifehack.org

Sumber Gambar: writingpaper.org

Total
19
Shares
%d bloggers like this: