Pahami Tanda-Tanda Seseorang Ingin Bunuh Diri

“Jika kamu tahu seseorang yang berkeinginan bunuh diri, bantu mereka. Semua orang harus menyayangi dirinya sendiri.“ – Gerard Way

Apakah Anda sering mendengar kasus bunuh diri? Ya, kasus bunuh diri bukanlah suatu kasus yang baru kita temukan. Berbagai macam motif, cara, dan keadaan mengenaskan melengkapi pemberitaan-pemberitaan di layar kaca, bahkan di sosial media.

Mungkin Anda berpikir bahwa kasus bunuh diri memang banyak muncul di berita, tetapi jarang Anda temukan di kehidupan Anda sehari-hari. Apakah dengan begitu orang-orang terdekat Anda terlepas dari ancaman keinginan bunuh diri? Belum tentu.

Semua orang memiliki kemungkinan untuk merasakan keinginan bunuh diri. Bisa jadi sahabat Anda, saudara Anda, orang tua atau anak Anda. Tentu kita tidak mau merasakan pahitnya kehilangan seseorang yang kita sayangi dengan cara seperti itu.

Faktanya, 70% orang-orang yang berkeinginan bunuh diri akan memberitahu apa rencana mereka, ataupun memberi tanda-tanda peringatan kepada orang-orang terdekatnya. Tanda-tanda ini dapat menjadi petunjuk bagi kita untuk menjauhkan seseorang dari keinginan bunuh dirinya. Anda dapat menjadi penyelamat bagi orang tersayang Anda. Bagaimana cara mengetahui tanda-tanda tersebut? Berikut tanda-tanda orang terdekat Anda memiliki keinginan untuk bunuh diri:

Mengalami kesedihan dan kemurungan yang berlebihan

Perasaan sedih merupakan hal yang wajar, namun apabila kesedihan itu berlebihan, maka patut diwaspadai. Apabila sahabat Anda mulai terlihat berbeda, berubah dari yang sebelumnya ceria menjadi sangat pemurung dan menarik diri, ia bisa jadi mengalami depresi yang beresiko akan membawanya ke keinginan bunuh diri. Kesedihan tersebut bisa berasal dari trauma atau permasalahan kehidupan yang dialami.

Mengeluhkan permasalahan tidur

Permasalahan tidur seperti insomnia (kesulitan tidur), hypersomnia (terlalu banyak tidur), dan sering bermimpi buruk, dapat memicu keinginan bunuh diri pada seseorang. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya fungsi kerja otak yang disebabkan oleh masalah tidur tersebut. Seseorang dengan insomnia akan memiliki kesulitan untuk menyelesaikan masalahnya, sehingga ia tak mampu memberikan solusi untuk suatu permasalahan dan berujung pada keputusan untuk mengakhiri hidupnya.

Mulai menarik diri dari lingkungan

Meskipun Anda telah mencari tahu bagaimana keadaan sahabat Anda, bisa jadi sahabat Anda tidak ingin memberi tahu siapapun dan berujung menarik dirinya dari lingkungannya. Ia memilih untuk menghabiskan waktu sendirian jauh dari teman-temannya. Ini juga merupakan salah satu tanda adanya keinginan bunuh diri, dimana seseorang menjadi begitu depresi sehingga kehilangan ketertarikan dan kebahagiaan di aktivitas-aktivitas yang ia lakukan bersama sahabatnya. Kesendirian membuat ia merasa lebih leluasa untuk melakukan aksi yang merenggut nyawanya.

Melakukan perilaku yang membahayakan dan menyakiti diri sendiri

Kejanggalan berikutnya yang mungkin Anda temui dari orang-orang yang berkeinginan untuk bunuh diri adalah perilakunya yang cenderung membahayakan dan menyakiti dirinya sendiri, seperti membawa kendaraan secara ugal-ugalan, seks bebas, konsumsi alkohol/obat-obatan, dan lain-lain. Perilaku seperti ini mengindikasikan bahwa seseorang tersebut merasa hidupnya sudah tak bernilai lagi.

Memberi ancaman untuk bunuh diri

Ancaman bunuh diri yang sering kita temui di drama televisi seringkali membuat kita menyepelekan ancaman-ancaman bunuh diri yang dilontarkan orang di sekitar kita. Padahal, kalimat ancaman seperti, “Lebih baik aku mati saja,“ patut diwaspadai, mengingat fakta bahwa sebagian besar orang-orang yang ingin bunuh diri akan memberi tahu rencana mereka ke orang sekitarnya dengan ancaman-ancaman seperti itu.

Dengan mengetahui tanda-tanda keinginan bunuh diri seperti ini dapat membuat Anda menjadi lebih waspada memperhatikan orang-orang terdekat Anda. Yuk, lebih peka terhadap keinginan bunuh diri di sekitar kita!

Faroh Alfani

Mahasiswa teknik pembelajar psikologi.

%d bloggers like this: