“Jika Anda menggabungkan orang-orang yang berkuasa dalam satu tempat, yang terjadi hanyalah konflik antar ego. Mereka lebih mementingkan menjaga kekuasaan mereka daripada membuat keputusan yang bijak.”

 -Lindred Greer

Pernahkah Anda mendengar berita tentang pemerintah yang merumuskan peraturan dalam bentuk undang undang? Pernahkah Anda mendengar berita mengenai rapat kerja nasional (rakernas) sebuah partai politik? Atau mungkin Anda cukup dekat dengan rapat penentuan kebijakan di lingkungan kerja Anda?

Beberapa contoh rapat yang diuraikan di atas tentunya dilakukan oleh sekelompok orang yang terkait khusus dengan keputusan yang akan diambil dari rapat tersebut. Seringnya bahkan keputusan itu menyangkut kelangsungan hidup orang banyak dan berisiko tinggi. Namun tahukah Anda bahwa rapat dalam skala besar dan bersifat krusial itu harus melewati proses panjang sebelum akhirnya menghasilkan sebuah putusan? Ada dinamika seperti apa yang terjadi di dalam kelompok yang bersangkutan sebelum sebuah kebijakan dilahirkan? Berikut beberapa fakta menarik mengenai dinamika pengambilan keputusan oleh sebuah kelompok.

  1. Konformitas

Dalam sebuah pengambilan keputusan oleh kelompok, sering terjadi konformitas. Konformitas adalah ketika seseorang mengikuti pendapat kelompok meski terkadang pendapat kelompok itu berbeda dengan pendapat dirinya sendiri1. Perilaku konformitas dalam pengambilan keputusan oleh kelompok bisa memberikan dampak buruk karena biasanya yang memiliki pendapat berbeda tidak berani berbicara karena pendapat kelompok sudah lebih kuat.

  1. Kelompok yang kuat tidak selamanya menjadi kekuatan

Demi menjaga keharmonisan kelompok, biasanya keputusan yang berasal dari pendapat mayoritas anggota kelompok tidak akan diganggu gugat. Dengan melakukan hal ini, kelompok jarang melakukan evaluasi atas keputusan yang sudah diambil. Hal ini dikarenakan sudah menganggap bahwa keputusan yang mayoritas itu sudah merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Hal ini bisa menyebabkan keputusan yang diambil justru tidak rasional atau sebenarnya mungkin tidak bisa terlaksana2.

  1. Brainstorming

Brainstorming adalah sebuah proses dimana setiap anggota kelompok mengutarakan pendapatnya masing masing mengenai sebuah masalah yang akan dicari jalan keluarnya3. Cara ini merupakan metode sederhana untuk mengumpulkan ide-ide dari masing-masing anggota kelompok. Variasi ide yang ada bisa menimbulkan banyak alternatif pilihan atas kebijakan yang akan diambil untuk menyelesaikan sebuah masalah.

  1. Devil’s Advocate

Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kekuasaan dalam sebuah kelompok yang menggunakan sudut pandang lain untuk menyelesaikan masalah1. Hal ini bisa menjembatani perilaku konformitas dalam kelompok sehingga perilaku konformitas bisa ditekan.

  1. Peran pemimpin

Pemimpin memainkan peran besar tidak hanya dalam pengambilan keputusan. Dalam prosesnya, pemimpin yang harusnya bisa menentukan seberapa berpengaruh kebijakan yang akan diambil dan seberapa luas cakupan kebijakan itu. Apakah hanya teruntuk kalangan tertentu atau bisa digunakan khalayak ramai? Jika kebijakan gagal lalu apakah ada alternatifnya? Semua ini memang keputusan bersama, namun pemimpin yang bijak akan bisa menentukan jawaban dari pertanyaan semacam ini4.

Beberapa dinamika pembuatan keputusan oleh kelompok di atas menekankan bahwa pengambilan keputusan sebenarnya bukan hal yang mudah. Apalagi jika keputusan yang diambil memiliki risiko yang besar. Dinamika yang ada di dalam kelompok pengambil keputusan bisa menjadi mata air atau bumerang bagi kelompok itu sendiri. Tentunya seperti yang diuraikan di poin terakhir tadi, pemimpin memainkan peran yang besar. Namun yang tak kalah penting adalah peran para anggota kelompok. Jadi, apakah Anda sudah menjadi anggota kelompok yang efisien dalam pengambilan keputusan? Atau jika Anda seorang pemimpin kelompok, sudahkah Anda mengenali dinamika kelompok Anda dengan lebih baik sebelum menetapkan sebuah kebijakan?


Sumber Data Tulisan (sertaan daftar pustaka atau footnote)

  1. Disadur dari tulisan Paul Rogers dan Todd Senturia dengan judul How Group Dynamics Affect Decisions. Selengkapnya cek http://www.bain.com/publications/articles/how-group-dynamics-affect-decisions.aspx
  2. https://www.boundless.com/management/textbooks/boundless-management-textbook/decision-making-10/managing-group-decision-making-81/advantages-and-disadvantages-of-group-decision-making-388-5156/
  3. Disadur dari jurnal berjudul The Effect of Using Brainstorming Strategy in Developing Creative Problem Solving Skills among Female Students in Princess Alia University College. Jurnal ditulis oleh Bilal Adel Al-Khatib pada tahun 2012. http://www.aijcrnet.com/journals/Vol_2_No_10_October_2012/4.pdf
  4. Disadur dari penelitian yang dilakukan Lindred Greer, asisten profesor bidang Perilaku Organisasi Universitas Stanford, Amerika Serikat. http://news.stanford.edu/features/2015/decisions/group-dynamics.html

Featured Image Credit: cancerglobal.cchc.org

Total
25
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

%d bloggers like this: