Konselor

Aji Cokro

aji

Ia adalah pemilik motto “Belajar, Berkarya, Bermakna” yang terbiasa berkecimpung dalam berbagai program pengembangan diri, seperti pelatihan, coaching, maupun konseling. Setelah berhasil mendapatkan gelar sarjana psikologi dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat cum laude, kini ia tercatat sebagai mahasiswa magister profesi psikologi di universitas yang sama. Selain dunia pendidikan yang menjadi minat utamanya, penggemar terapi kognitif ini juga memperdalam bidang ilmu psikologi positif, remaja, dan religiusitas.

Krysna Yudy Nusantari

krysna

Krysna Yudy Nusantari saat ini sedang menempuh program pendidikan di Magister Psikologi Profesi Bidang Pendidikan Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia aktif melaksanakan praktik profesi di lima jenjang pendidikan yaitu SD, SMP, SMA, SLB, dan Perguruan Tinggi Yogyakarta. Selain itu, wanita cantik yang sering di sapa Krysna ini juga menjadi salah satu freelance konselor di lembaga Psikologi bernama Detection. Ia memiliki minat umum terkait dengan psikologi pendidikan sesuai bidang keprofesiannya, namun secara khusus minat saya lebih pada kasus-kasus remaja dan tentang Slow Learners.

 

Kumala Windya Rochmani

kumala

Kumala Windya Rochmani, merupakan seorang psikolog yang telah memiliki banyak pengalaman di dunia pendidikan. Sejak lulus dari program sarjana Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, ia telah banyak berkecimpung pada kegiatan pendidikan terutama di wilayah Yogyakarta. Pengalamannya di dunia psikologi diantaranya menjadi asisten konselor di beberapa biro psikologi seperti biro Konsultasi Psikologi Parahita maupun Biro Konsultasi Psikologi fakultas Psikologi UGM. Kini ia menjabat sebagai Koordinator Operasional di FamilyTree Indonesia yang merupakan lembaga pendiri PAUD dengan pendekatan seni dan pembentukan karakter.

Moya A.D. Martiningtyas

moyaPerempuan yang biasa disapa Moya merupakan lulusan Magister Psikologi Profesi bidang klinis Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dia pernah aktif terlibat dalam Unit Pengaduan dan Rujukan (UPR) Komnas Perempuan pada tahun 2011-2012 sebelum melanjutkan studinya ke jenjang S2. Semasa kuliah Magister Profesi, dia sering melakukan intervensi individu dan komunitas. Fokusnya lebih kepada gangguan mental seperti: skizofrenia, bipolar, ataupun depresi. Walaupun begitu, dia juga pernah menangani permasalahan remaja, dewasa dan keluarga.

Moya pernah menjadi salah satu delegasi UGM untuk menghadiri Simposium Kesehatan Jiwa 2013 di UI. Penelitiannya yang berjudul “Era Baru Kesehatan Mental Indonesia: Sebuah Kisah dari Desa Siaga Sehat Jiwa” yang dilakukan bersama tim telah dipublikasikan di Jurnal Psikologi UGM. Di tahun 2013, dia bergabung dalam komunitas Bipolar Care Indonesia sebagai psikolog.

 

Nadia Indah Permatasari

nadia

Nadia Indah Permatasari atau yang sering di panggil Mba Nadia merupakan seorang psikolog lulusan Magister Profesi Psikologi UGM, di bidang Klinis. Mbak Nadia cukup memiliki banyak pengalaman kerja di dunia klinis. Misalnya ia pernah memiliki pengalaman bekerja sebagai psikolog, di salah satu biro konsultasi psikologi di Yogyakarta. Saat ini, Mbak Nadia bekerja sebagai psikolog sekolah di salah satu sekolah inklusi di Yogyakarta.

 

Niken Kintaka

niken

Wanita yang juga mencintai dunia olahraga ini, merupakan seorang mahasiswa Magister Profesi Psikologi UGM di bidnag Psikologi Klinis. Sebelum mengambil kuliah Magister Profesi Psikologi, Niken sudah terlebih dahulu bekerja sebagai Pendamping Psikologi pada beberapa lembaga perlindungan perempuan dan anak, salah satunya adalah Rifka Annisa. Bidang kerjanya tersebut memberikan pengalaman dalam melakukan konsultasi pada permasalahan keluarga, terutama anak dan permasalahan psikologi lainnya.

 

Siti Muthia Dinni

dinni

Siti Muthia Dinni atau yang sering di sapa Mba Dinni merupakan seorang psikolog klinis lulusan Fakultas Psikologi UGM. Minatnya yang besar terhadap psikologi klinis banyak diasah dari pengalaman praktiknya selama satu tahun di Puskesmas, RSJ, dan Panti Sosial Asuhan Anak Yogyakarta. Minat utamanya adalah psikologi klinis yang berfokus pada tumbuh kembang anak, psikologi kesejahteraan, dan psikologi kesehatan khususnya pendampingan psikologis pasien Diabetes Mellitus. Saat ini, Dinni aktif sebagai psikolog klinis dan dosen. Kecintaannya pada ilmu psikologi membuatnya bersemangat mendalami kariernya sebagai seorang praktisi psikologi sekaligus pengajar. Bagi dirinya, hidup adalah never ending learning menjadi seorang manusia yang bermanfaat.

 

Walida Asitasari

walida

Alumnus Magister Profesi Psikologi UGM ini sekarang aktif sebagai Kepala KB Taman Bermain Anak Indonesia di daerah Kayen Raya, Condong Catur, Depok, Sleman. Wanita yang kerap di sapa Mba Walida ini juga aktif sebagai psikolog di Kucala Medical Center. Karena ketertarikannya dalam psikoterapi dan psikologi perkembangan anak, salah satu aktivitasnya adalah sebagai psikolog di SD Muhammadiyah Sapen di Gowongan dan Papringan. Ia memiliki minat dalam isu pendidikan, sosial, dan budaya. Prinsip hidupnya adalah “Cintailah sesuatu sekedarnya dan bencilah sesuatu sekedarnya”.

 

Yustisisia Anugrah Septiani

Yustisisia Anugrah Septiani atau yang kerap disapa Yusti ini sedang menyelesaikan pendidikan Magister Psikologi Profesi klinisnya di Universitas Gadjah Mada. Sejak S1 ia memang senang mempelajari bidang-bidang psikologi yang bertema klinis. Minatnya terhadap psikologi komunitas pernah membawanya menjadi bagian tim relawan psikologi pada erupsi Merapi 2010, memberikan pelatihan psikososial kepada peserta Yakkum guna mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja setelah keluar dari Pusat Rehabilitasi Yakkum, dan selama setahun ini ia bersama tim Pendampingan Komunitas CMT bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Yogyakarta menjalankan program pelatihan dan pendampingan bagi siswa SMA/SMK Kota untuk meminimalisir angka tawuran di Kota Yogyakarta. Keaktifan dan keuletanya dalam bekerja menjadikanya sebagai Kepala Bidang Pelatihan dalam tim tersebut.  Belum lama ini ia berkesempatan untuk mepresentasikan penelitian semasa S1 pada “2014 Asian Congress of Applied Psychology” di Singapura.

 

Pengalaman kerja praktik selama setahun di RSJ, Pusat Rehabilitasi Yakkum, dan Puskesmas adalah pengalaman yang berharga baginya, ia banyak belajar dari kasus-kasus nyata di lapangan. Berawal dari situ pula ia dapat mengaplikasikan teknik-teknik psikoterapi kepada orang lain yang membutuhkan.
Semasa S1 ia pun juga sering mengisi acara musik dan teater bersama grup musik Psikologi, karena kecintaannya dalam dunia seni inilah, perempuan yang memiliki motto “Tidak Kata Terlambat Untuk Mencoba” sedang melakukan penelitian mengenai Art Therapy untuk anak-anak serta remaja yang mengalami KDRT.

 

Diany Ufieta Syafitri
Wanita yang telah lulus Sarjana jurusan Psikologi pada tahun 2012 ini sering akrab di Panggil Tata. Ia lahir dan tumbuh besar di Yogyakarta. Setelah lulus S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM), saat ini ia sedang mengambil Magister Profesi di Bidang Psikologi Klinis UGM. Ia merupakan sosok wanita yang banyak berkecimpung di dunia organisasi sejak duduk di bangku sekolah menengah, di wilayah kampus pun ia merupakan Staff of Human Resources Departmen di Keluarga Muslim Psikologi UGM. Tak hanya di dunia organisasi, dalam bidang akademis ia pernah meraih Best Student pada periode kelulusan dengan nilai IPK tertinggi. Prestasi yang membanggakan tersebut menunjukan bahwa ia merupakan sosok pekerja keras dan aktif di dunia perkuliahan. Saat ini ia merupakan Supervisory Staff di Unit Konsultasi Psikologi UGM.

 

Oneng Nawaningrum

Psikolog yang telah malang melintang di dunia psikologi ini merupakan alumnus Fakultas Psikologi UGM. Pengalaman kerjanya di dunia Psikologi di mulai ketika ia bekerja sebagai Psikolog di Rumah Sakit Happy Land Yogyakarta sejak tahun 2000 hingga saat ini. Ia pun pernah bekerja di RSIB Bhakti Ibu pada tahun yang sama hingga tahun 2010. Di tahun 2014 hingga 2015 ia pun pernah menjadi Ketua Pelaksana Potential Review Resrukturisasi di RS Happy Land. Dengan segala prestasi kerjanya pada tahun 2014-2015 ia menjadi tim pelaksana assesmen di Himpunan Psikologi Indonesia. Selain itu, ia pun sering menjadi tim recruitmen di berberapa instansi, seperti di Kementrian Kehutanan dan Kementrian Transmigrasi. Berbagai kesibukan harian yang di lakukannya, tidak menghalangi beliau untuk menyisihkan waktunya untuk turut bergabung sebagai salah satu konselor di Pijar Psikologi.