Peran Shadow Teacher dalam Pendampingan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus

Memiliki anak berkebutuhan khusus tentu membuat orang tua kerap khawatir mengenai pendidikannya di sekolah. Di satu sisi perbandingan antara tersedianya jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berbeda jauh dengan jumlah anak berkebutuhan khusus membuat penyebaran  pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus tidak merata. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 70 tahun 2009 mencanangkan pendidikan inklusi sebagai sistem pendidikan dengan memberi kesempatan anak berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti pendidikan bersama-sama dengan peserta didik lainnya dalam sekolah umum. Tujuan dari pendidikan inklusi agar tidak membedakan anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal pada umumnya, membiasakan anak bersosialisasi dan menerima anak berkebutuhan khusus di tengah masyarakat.

Pengertian Shadow Teacher

Dari program pendidikan inklusi maka muncul salah satu metode untuk mendukung anak berkebutuhan khusus dalam belajar di sekolah umum, yaitu shadow teacher. Shadow teacher adalah guru pendamping yang bekerja secara langsung dengan anak berkebutuhan khusus selama masa prasekolah dan sekolah dasar. [1] Peran shadow teacher yaitu memahami berbagai kesulitan belajar serta cara menangani anak berkebutuhan khusus dengan baik dan memungkinkan anak untuk menerima perhatian khusus yang anak butuhkan. Shadow teacher dilatih untuk membantu anak berinteraksi dengan orang lain dan membantu mereka agar dapat memahami pelajaran.

Komunikasi dan kerjasama antara shadow teacher, guru kelas, dan orang tua sangat penting agar tercipta hubungan yang bermakna guna memenuhi kebutuhan anak. Shadow teacher bekerjasama dengan guru wali kelas dan guru konselor dalam pelayanan siswa serta membantu memberikan para siswa dengan menanamkan tanggung jawab, mendorong kemandirian dan mendorong siswa dalam belajar. Di Amerika, para shadow teacher dipekerjakan oleh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk dapat bekerja mendampingi anak mereka di dalam kelas selama pelajaran berlangsung.[2]

Manfaat

Pelayanan shadow teacher dapat meningkatkan kualitas anak dalam pengalaman belajar di kelas. Para ahli akan membantu anak dalam hal komunikasi, berpartisipasi di kelas, sosialisasi, menunjukkan sopan santun kepada orang lain dan mengontrol perilakunya. Shadow teacher membantu anak berkebutuhan khusus untuk belajar lebih mandiri. Meski guru sekolah merupakan guru utama dalam mengajar di kelas, namun guru tersebut tidak memiliki pelatihan khusus seperti halnya shadow teacher.

Mengarahkan Dukungan untuk Mendampingi Kebutuhan Siswa

Shadow teacher sendiri bekerja di bawah arahan dari guru kelas dan di bawah pengawasan kepala sekolah. Ada tiga tindakan utama yang kepala sekolah, guru dan shadow teacher butuhkan untuk membuat program inklusi dapat berjalan dengan baik.[3]

  1. Rencana: Kepala sekolah perlu menetapkan visi, peran, tujuan pendampingan, dan mendefinisikan kontribusi mereka dalam pelajaran.
  2. Siapkan: Guru harus memberitahu shadow teacher tentang keterampilan atau pengetahuan dengan mendukung siswa untuk berkembang dan pembelajaran seperti apa yang diinginkan untuk mencapai akhir pelajaran.
  3. Lakukan: Guru pendamping atau shadow teacher harus membantu siswa untuk menangani tantangan dan ketidakpastian pada tahap awal perkembangan pengetahuan dan keterampilan anak.

Guru dan Shadow Teacher Perlu Bekerjasama

Menurut Dizon terdapat lima bagian dari shadow teacher yaitu merencanakan kurikulum, instruksi, manajemen perilaku, manajemen keterampilan sosial, dan kemampuan bekerja dalam kelompok.[4]

Tanggung Jawab Guru Tanggung Jawab Shadow Teacher
Merencanakan dan mengawasi instruksi murid Mendukung siswa untuk berpartisipasi dalam instruksi
Menjaga kesamaan interaksi dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus seperti teman-teman sekelasnya Mempertahankan kedekatan dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus hanya saat dibutuhkan di kelas.
Mengawasi dan melakukan modifikasi kurikulum reguler berdasarkan kebutuhan siswa dan memastikan bahwa akomodasi tersedia Memastikan bahwa modifikasi kurikulum reguler dilakukan dan disediakan akomodasi yang direkomendasikan
Memberikan masukan secara teratur terhadap shadow teacher dan mengatur kemajuan siswa Responsif terhadap saran dari guru dan kepala sekolah mengenai kemajuan siswa
Melaporkan kemajuan siswa dalam hal akademik, perilaku dan sosialisasi  Melaporkan kemajuan siswa dalam hal akademik, perilaku, kegiatan sehari-hari, sosialisasi dan merujuk pertanyaan tentang kemajuan siswa untuk staf professional
Bekerjasama dengan orang tua, kepala sekolah dan shadow teacher yang konsisten dengan semua siswa di kelas Mengembangkan hubungan dengan orang tua, guru kelas atau pelajaran dan kepala sekolah merujuk percakapan tentang siswa kepada guru

Kepala sekolah harus meningkatkan efektifitas dari guru pendamping (shadow teacher)

  1. Mendukung hubungan positif antara orang tua, penyedia layanan, guru kelas, shadow teacher dan siswa melalui komunikasi tujuan dan sasaran siswa
  2. Menyediakan akomodasi dan informasi untuk guru dan shadow teacher agar dapat mempersiapkan untuk mendukung partisipasi siswa
  3. Merencanakan waktu yang teratur dan sarana komunikasi dengan orang tua, penyedia layanan, guru kelas atau pelajaran dan shadow teacher
  4. Memantau efektifitas shadow teacher dan kinerja siswa di kelas

Shadow teacher sendiri masih jarang diterapkan dalam program inklusi di Indonesia dan sedikit sekali tenaga pengajar yang menggunakan sistem ini, padahal jika bisa diterapkan dengan baik tentunya sangat membantu anak berkebutuhan khusus dalam menemukan keistimewaan yang mereka miliki. Dengan adanya shadow teacher, maka anak dapat menemukan potensi dan kemampuan yang mereka miliki sehingga dapat mengembangkannya dengan lebih optimal.


Data Penulis

Nama                                : Anindya Octaviani Ekawitri

Asal                                   : Bontang, Kalimantan Timur

Tempat/tanggal lahir    : Bontang, 19 Oktober 1993

Pendidikan terakhir      : Sarjana Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Hobi                                  : Membaca, menulis, menggambar


Sumber data tulisan

1.      Saez, A. What is a Shadow Teacher? Diakses pada tanggal 13 Februari 2017 dari  http://classroom.synonym.com/shadow-teacher-8782494.html

2.      American Community Schools. Shadow Teachers. Diakses pada tanggal 13 Februari 2017 dari http://www.acs.gr/shadow-teachers/

3.      Raffles World Academy. Shadow Support in The Classroom Setting. Diakses pada tanggal 13 Februari 2017 dari http://rwadubai.com/learning/learning-support/shadow-support/

4.      Manansala, M.A., & Dizon, E.I. (2008). Shadow Teaching Scheme for Children with Autism and Attention Deficit-Hyperactivity Disorder. Education Quarterly, 66 (1), 34-49

 Sumber foto:

Buyin.ae

%d bloggers like this: