Perasaan Sakit yang Dialami Seorang Psikopat

Mungkin di antara kamu sudah tidak asing dengan istilah psikopat. Ada yang mengetahui lewat film, buku, atau sekadar mendengar sekilas dari orang lain. Psikopati memang menjadi salah satu gangguan kepribadian antisosial yang sering didengar. Bahkan, gangguan ini memiliki stigma yang begitu negatif dan menakutkan bagi orang lain.

Stigma negatif pada psikopat disebabkan oleh seringnya pemberitaan tindakan sadis yang dilakukannya. Akan tetapi, tidak semua kriminalis menunjukkan tanda-tanda psikopati dan tidak semua orang dengan psikopati menjadi kriminalis.

Dua Dimensi Psikopat

Beberapa peneliti memandang kepribadian psikopat menjadi dua dimensi yang terpisah, yaitu dimensi kepribadian dan dimensi perilaku. Pada dimensi kepribadian, yang terlihat adalah sifat-sifat yang nampak di luar diri individu. Sifat yang nampak yaitu karismatik, kurang empati, mementingkan diri sendiri, keji, tidak menghargai perasaan dan kesejahteraan orang lain, serta tidak menyesal meski telah memanfaatkan orang lain.

Selain itu, ada pula dimensi perilaku. Pada dimensi perilaku, ditunjukkan oleh gaya hidup yang tidak stabil dan antisosial. Seringkali, tindakan ini ditandai dengan masalah hukum, riwayat pekerjaan yang minim, dan hubungan yang tidak stabil.

Pada umumnya, psikopat memiliki kesan yang dingin, kejam, dan tidak manusiawi. Sebagai tambahan, seorang psikopat kurang bisa memahami dirinya. Selain itu, ia  juga tidak mampu untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain.

Studi kasus yang dilakukan Cleckley dan Martens terhadap seorang pembunuh bernama Jeffrey Dahmer menemukan, psikopat memilih untuk menyalahkan orang lain atas permasalahan yang dibuat secara rapi, dengan rasionalisasi yang rumit dan cerdik. Semua penilaian moral dan tanggapan orang lain tentang perilaku menyimpang tidak dihargai olehnya.

Psikopat Bisa Merasakan Sakit

Orang dengan psikopati juga dapat merasa tersakiti. Perasaan tersakiti ini sebagai akibat dari perpisahan, perceraian, kematian orang yang disayangi, atau ketidakpuasan dengan perilaku menyimpang yang dilakukan. Riwayat hidup seorang psikopat sering ditandai dengan kehidupan keluarga yang kacau, kurang perhatian dan bimbingan dari keluarga, penyiksaan dari orang tua, perilaku antisosial, kualitas hubungan yang rendah, perceraian, maupun lingkungan yang berbahaya.

Psikopat merasa terpenjara oleh dirinya sendiri serta memiliki peluang atau keuntungan hidup yang lebih sedikit dibandingkan orang lain. Di balik kesombongan yang tampak, ia merasa rendah diri dan sadar bahwa perilakunya dicela orang lain. Secara sekilas, dirinya terlihat mampu beradaptasi dengan baik bahkan dikenal banyak orang. Akan tetapi, ia merasa harus menyembunyikan identitas sebenarnya dengan hati-hati. Hal ini disebabkan identitas sebenarnya tidak akan diterima oleh orang lain.

Pengasingan sosial, kesepian, dan rasa tersakiti lainnya yang dirasakan mungkin mengawali tindakan pidana kekerasan pada orang dengan psikopati. Dirinya percaya bahwa seluruh dunia melawannya, hingga akhirnya meyakini bahwa dirinya memiliki hak istimewa untuk memuaskan keinginannya. Ketika ia memulai aksi sadisnya, maka akan ada titik ketika dirinya akan sulit kembali. Ia akan merasa hubungan dengan dunia normal telah terputus.

Semakin besar rasa sedih dan penderitaan yang dirasakan, maka kejahatan yang dilakukan semakin di luar logika manusia. Psikopat menciptakan dunia sadisnya sendiri untuk melawan penderitaan emosional dari penolakan, penyiksaan, penghinaan, dan pengabaian.

Psikopat Tidak Selalu Berujung pada Kriminalis

Perlu diketahui, pada dasarnya psikopati sendiri adalah bagian dari gangguan kepribadian yang tidak selalu berujung pada tindakan kriminal. Sebuah artikel menyampaikan adanya pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian psikopat. Pekerjaan tersebut antara lain, CEO (chief executive officer), pengacara, pekerja media, dan ahli bedah.

Di sisi lain, perasaan tersakiti yang dialami seorang psikopat justru perlu diwaspadai karena dapat memicu tindakan sadis. Hal ini menyebabkan gangguan kepriadian antisosial ini masih menjadi pembahasan menarik dan menantang sampai saat ini. Seakan banyak misteri yang perlu dipecahkan dan dipahami untuk berhadapan dengan orang dengan psikopati.

Total
11
Shares
%d bloggers like this: