Perempuan, Beauty Standard, dan Diet

Tubuh langsing dan kulit putih merupakan contoh society beauty standard untuk perempuan. Perempuan dengan dua kriteria tersebut serta beberapa embel-embel lain, dianggap sempurna dan memiliki daya tarik lebih di mata lelaki.

“Boys think girls are like books. If the cover doesn’t catch their eyes, they won’t bother to read what’s inside.” -Marilyn Monroe

Beberapa laki-laki yang saya jumpai, membenarkan quote Marilyn Monroe tersebut. Dari situ, perempuan mulai berlomba-lomba agar bisa sesuai standar kecantikan di mata masyarakat. Mereka akan melakukan treatment sendiri di rumah, pergi ke dokter, atau melakukan diet untuk mencapai standar kecantikan itu.

Perempuan, beauty standard, dan diet saat ini menjadi hal yang sangat sering kita dengar.

Beauty Standard Mengubah Gaya Hidup Perempuan

Perempuan berlomba-lomba melakukan program diet. Mulai dari diet mayo, diet OCD, dan jenis diet ketat lainnya. Menurut saya, diet adalah hal yang menyiksa. Para perempuan yang menjalankannya rela tidak makan nasi putih, ice cream, coklat, dan makanan enak lainnya yang berkalori tinggi hanya demi terlihat cantik dan ‘fit to society beauty standard‘. Terutama agar terlihat cantik di hadapan lawan jenis.

Penekanan beauty standard ini turut memberikan kontribusi cukup besar atas meningkatnya masalah psikologis di kalangan remaja perempuan. Salah satu permasalahan yang paling sering adalah Body Dysmorphic Disorder (BDD).

Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah ketidakpuasan ekstrem terhadap penampilan. Ini menjelaskan kondisi seseorang yang terus merasa cemas dengan kekurangan fisik minor atau kekurangan imajiner dirinya.

Orang dengan BDD dapat merasa tertekan sekaligus mengalami kegagalan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Baik aktivitas saat bekerja, belajar, maupun aktivitas lainnya. Salah satu ciri orang dengan BDD adalah selalu memperhatikan bentuk tubuh di depan cermin. Mereka juga akan menghabiskan banyak waktu di depan cermin untuk berdandan demi menutupi kekurangannya namun tetap tidak puas.

Gangguan Makan yang Sering Dialami

Tidak jarang pula, perempuan dengan BDD mengalami eating disorder. Beberapa jenis eating disorder adalah Anorexia nervosa dan Bulimia nervosa. Anoreksia nervosa merupakan masalah kesehatan jiwa yang penderitanya terobsesi memiliki tubuh kurus dan sangat takut jika terlihat gemuk.

Sering bertanya-tanya, “Aku gemuk banget, ya?” padahal sudah kurus. Saking takutnya, perempuan dengan Anoreksia nervosa selalu menganggap tubuhnya masih kurang kurus meski kenyataannya ukuran tubuh mereka sudah bagus.

Beberapa gejala Anoreksia nervosa adalah penurunan berat badan secara signifikan dan terlihat sangat kurus, selalu memperhatikan bentuk tubuh di depan cermin, menimbang tubuh hampir setiap saat, sering memuntahkan makanan, suka berbohong jika ditanya sudah makan atau belum, sangat memperhitungkan jumlah kalori, lemak, dan gula pada makanan, berolahraga secara berlebihan, suka minum obat-obatan pencahar dan penekan nafsu makan, serta mudah tersinggung. Sementara itu, Bulimia nervosa adalah keadaan yang nyaris serupa dengan Anoreksia nervosa tetapi lebih ekstrem dan berpotensi mengancam jiwa.

Apabila telah mengalami hal-hal seperti di atas, disarankan untuk melakukan konsultasi ke psikolog untuk mencegah terjadinya efek samping yang lebih parah terhadap tubuh.

Tak Perlu Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Menurut saya, selagi lingkar pinggang belum mencapai 80 cm, kaum perempuan sama sekali belum membutuhkan diet. Untuk apa diet jika itu dapat menyiksa diri? Ingat ya, tubuh kamu berhak mendapatkan asupan yang cukup serta gizi yang seimbang.

Mengapa harus terlalu peduli pada beauty standard dan takut terlihat tidak cantik hanya karena ukuran tubuh kurang kurus? Be yourself, you’re not born to impress anyone!

Satu hal yang perlu kamu ingat dari kata cantik. Cantik itu tidak harus putih atau kurus. Kamu telah diciptakan dengan proporsi yang sempurna oleh Tuhan. Kamu akan selalu terlihat sangat cantik di mata orang yang mengerti cara melihat sisimu yang ‘spesial’. And there’s at least one person in the world that love you for who you are. No matter what you look like.

Seperti yang dikatakan Bruno Mars, ’cause you’re amazing just the way you are.

 

 

Artikel dikirimkan oleh Sherly Deftia A, seorang mahasiswi kedokteran yang jatuh cinta pada ilmu kesehatan jiwa dan dunia tulis menulis.

 

Total
27
Shares
%d bloggers like this: