Psikosomatis: Pikiranmu Memengaruhi Tubuhmu!

 “Your body hears everything your mind says.

–Naomi Judd

Pernahkah Anda mengeluh sakit kepala, mual, atau pegal-pegal namun setelah memeriksakan diri ke dokter, ternyata tidak terdapat permasalahan secara biologis? Sebagian besar orang pasti pernah mengalami hal tersebut. Biasanya ketika akan presentasi, ujian, atau mendekati deadline, seringkali kita mengalami gejala-gejala fisik tertentu. Namun, hal tersebut akan hilang begitu peristiwa tersebut berakhir. Sedangkan pada beberapa orang, gejala fisik ini dapat terus berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga mendorong dirinya untuk memastikan kesehatan fisiknya ke dokter. Ketika dokter menyatakan secara biologis/fisik baik-baik saja, maka akar permasalahan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh masalah psikis (psikosomatis).Istilah psikosomatis berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche (pikiran atau jiwa) dan soma (tubuh)1. Gangguan psikosomatis adalah munculnya penyakit fisik yang disebabkan atau sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis.

Apakah Penyebabnya?

Faktor mental, seperti stres dan kecemasan memiliki kecenderungan untuk menyebabkan dan memperburuk suatu penyakit fisik2. Faktor mental lainnya yang memengaruhi suatu penyakit fisik, yaitu pikiran negatif dan/atau masalah emosi, seperti depresi, rasa bersalah, dan trauma. Gangguan ini dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa3. Contoh, ketika hari pertama anak bersekolah, seringkali mereka mengalami kecemasan yang akhirnya muncul dalam bentuk sakit fisik, yang menyebabkan mereka tidak dapat bersekolah hari itu.

Bagaimana pikiran/emosi negatif dapat menyebabkan suatu penyakit fisik? Hal ini dikarenakan, ketika seseorang memiliki pikiran/emosi negatif, maka aktivitas impuls saraf di otak akan meningkat  dan mengirimkan impuls tersebut ke berbagai bagian tubuh, serta meningkatkan pelepasan hormon adrenaline (epinephrine) ke dalam aliran darah, sehingga detak jantung menjadi lebih cepat. Namun, hal tersebut masih belum memiliki kejelasan. Beberapa bukti lain mengungkapkan bahwa otak dapat memengaruhi sel tertentu yang terdapat pada sistem imun, yang meliputi berbagai penyakit fisik2.

Apakah Dampaknya?

Faktor mental berupa pikiran dan emosi negatif tersebut dapat memunculkan dampak pada masalah fisik seseorang. Ketika kita stres atau cemas, maka dapat menyebabkan jantung berdebar, tremor (gemetar), berkeringat, mulut kering, sakit di bagian dada, sakit kepala, mual, dan bernapas dengan cepat2.

Dilansir dari doktersehat.com4, terdapat 4 gejala umum psikosomatis yang biasanya muncul, antara lain:

  1. Permasalahan perut (seperti kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan diare; padahal tidak ditemukan masalah serius setelah diperiksa ke dokter).
  2. Sakit kepala (dapat disebabkan oleh kecemasan).
  3. Kesulitan bernapas, jantung berdegup kencang, nyeri dada, pusing, dan berkeringat (biasanya disebabkan oleh kepanikan dan kecemasan).
  4. Sulit konsentrasi, mengantuk, dan pelupa (dapat dikarenakan oleh kelelahan yang luar biasa).

Inilah Cara Mengatasinya!

Terdapat dua cara untuk mengatasi gangguan psikosomatis ini, yaitu secara fisik dan mental. Secara fisik dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan sesuai dengan penyakit yang diderita. Sedangkan secara mental dapat dilakukan dengan hipnoterapi oleh psikolog3. Pekerja kesehatan mental (misal, psikolog) biasanya akan menangani individu secara keseluruhan dan memerhatikan kontribusi dari faktor sosial terhadap penyakit fisik yang diderita. Maka, seringkali tujuan treatment yang dilakukan adalah untuk mengurangi stres, kecemasan, depresi, dan sebagainya yang dianggap berkontribusi pada penyakit fisik yang dialami individu tersebut2. Gangguan psikosomatis akan segera pulih ketika kondisi psikis individu membaik.

Nah, setelah kita memahami tentang gangguan psikosomatis ini, maka ada baiknya bila kita dapat lebih mencoba memahami apa yang sebenarnya melatarbelakangi gejala-gejala fisik yang kita alami. Apakah karena stres, kelelahan, atau kecemasan? Sehingga dengan begitu, kita dapat menanganinya dengan memiliki pemikiran yang lebih positif, lebih tenang dalam menghadapi segala sesuatu, atau bahkan mencoba berdamai dengan pengalaman masa lalu yang kurang baik. Stay Positive!


Sumber Data Tulisan

1Nevid, Jeffrey S., Spencer A. Rathus, & Beverly Greene. 2014. Abnormal Psychology in a Changing World: 9th Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.

2http://patient.info/health/Psyhcosomatic-Disorders

3http://doktersehat.com/gangguan-psikosomatis/

4http://doktersehat.com/wajib-tahu-4-gejala-umum-seeseorang-mengalami-psikosomatis/

Referensi lain:

Psychosomatic Illness (https://youtu.be/jJmc9BS-_c8)

By: Jesslyn

Featured Image Credit: huffingtonpost.com

%d bloggers like this: