“Penyandang disabilitas memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan sosial dalam rangka kemandirian serta dalam keadaan darurat.”

– UU No. 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak-hak Penyandang Disabilitas1

 

Pengetahuan mengenai kebencanaan perlu dikenalkan sejak dini, tak terkecuali pada teman-teman berkebutuhan khusus. Tahun 2014 lalu, departemen pengabdian masyarakat LM Psikologi mendapatkan kesempatan untuk melakukan mitigasi bencana dalam rangka Hibah Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi UGM. Program pelatihan kebencanaan ini terangkum dalam program Sahabat Merapi: Pasukan Hebat Tanggap Merapi.

Sahabat Merapi dilaksanakan setiap hari Minggu di SLB C Panti Asih Pakem, Sleman, Yogyakarta, selama kurang lebih satu setengah bulan (September s.d. Oktober 2014). Sekolah luar biasa tersebut khusus menangani anak-anak tuna grahita atau retardasi mental dan beberapa diantara mereka juga mengalami tuna ganda (red: memiliki dua disabilitas atau lebih). Pengenalan merapi dan simulasi tanggap bencana dilakukan setelah dilaksanakan FGD dan sosialisasi terhadap guru SLB di dua pertemuan awal. Secara umum, kegiatan simulasi kebencanaan ini diikuti oleh enam orang guru dan dua puluh murid.

Hanya karena mereka hidup dengan Down syndrome bukan berarti mereka tak berhak atas masa depan mereka.”

Gambar 1. Salah seorang murid tampak antusias mendengarkan penjelasan singkat dari Wakil Kepala Sekolah untuk warga SLB - Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi
Gambar 1. Salah seorang murid tampak antusias mendengarkan penjelasan singkat dari Wakil Kepala Sekolah untuk warga SLB – Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi

“Dukungan dan  kesempatan belajar bagi anak dengan Down Syndrome sering kali luput dari perhatian.”

Gambar 3. Penuh semangat! Pengenalan Merapi oleh mahasiswa di dalam kelas dengan pendampingan guru - Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi
Gambar 2. Berbaris. Bersiap masuk kelas masing-masing untuk mendapat pengarahan dari mahasiswa. Guru-guru setia mendampingi – Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi

“Semburat semangat di wajah mereka mengisyaratkan bahwa merekapun sejatinya mampu.”

Gambar 3
Gambar 3. Penuh semangat! Pengenalan Merapi oleh mahasiswa di dalam kelas dengan pendampingan guru – Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi

 

“Mari buka buktikan pada dunia bahwa merekapun bisa.”

Gambar 4. “Ikuti tulisan ini ya…” Pengenalan alat peraga dan penjelasan simulasi - Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi
Gambar 4. “Ikuti tulisan ini ya…”
Pengenalan alat peraga dan penjelasan simulasi – Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi

“Pendampingan dan pemberian cinta kasih akan membantu mereka merengkuh asa.”

Gambar 5. Pentingnya rangsangan visual untuk memahami pembelajaran. Menonton video tentang erupsi gunung berapi - Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi
Gambar 5. Pentingnya rangsangan visual untuk memahami pembelajaran.
Menonton video tentang erupsi gunung berapi – Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi

“Masa depan telah menunggu mereka, jadi ayo dampingi mereka mempersiapkannya.”

Gambar 6. Bunyi kentongan sebagai tanda darurat.  Simulasi situasi evakuasi dalam setting erupsi merapi - Courtesy Deoartemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi
Gambar 6. Bunyi kentongan sebagai tanda darurat.
Simulasi situasi evakuasi dalam setting erupsi merapi – Courtesy Deoartemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi

“Kepeduliaan dan penerimaan adalah hal sederhana. Namun, mungkin itu sangat berarti bagi mereka.”

Gambar 7. Bertemu di titik kumpul. Tetap mengikuti instruksi yang diberikan guru meski ini adalah pengalaman pertama mereka - Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi
Gambar 7. Bertemu di titik kumpul.
Tetap mengikuti instruksi yang diberikan guru meski ini adalah pengalaman pertama mereka – Courtesy Departemen Pengabdian Masyarakat LM Psikologi

 


Sumber Tulisan

  1. bphn.go.id. (2011). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG PENGESAHAN CONVENTION ON THE RIGHTS OF PERSONS WITH DISABILITIES (KONVENSI MENGENAI HAK-HAK PENYANDANG DISABILITAS).Diakses pada tanggal 18 Juni 2014 dari: http://www.bphn.go.id/data/documents/11uu019.pdf

Sumber Gambar

  1. Nisrina Putri Utami (PM LM Psikologi UGM 2014, dalam rangka Hibah Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi 2014)

By Nisrina Putri Utami

Total
14
Shares
%d bloggers like this: