“Anak-anak adalah sahabat sekaligus guru”

– Seto Mulyadi

Siapa tak kenal Kak Seto? Ia adalah salah satu mutiara Indonesia yang memperjuangkan kesejahteraan bagi anak Indonesia. Masyarakat Indonesia yang memiliki masa kecil di era 1980-1990an tentu tidak asing lagi dengan sosok tersebut. Nah, lalu sudahkah teman-teman generasi milenium ini mengenalnya? Tak kenal maka tak sayang. Sayang rasanya bila tidak mengenal sosok inspiratif tersebut.

Ia bernama Seto Mulyadi, pria asal Klaten, Jawa Tengah yang lahir pada tanggal 28 Agustus 1951. Seto Mulyadi, meski telah berusia 64 tahun, masih akrab dipanggil dengan sebutan Kak Seto. Apa yang melatarbelakanginya awet dengan panggilan Kak Seto?

Seto Mulyadi merupakan salah seorang psikolog anak yang berasal dari Universitas Indonesia (UI). Ia menyelesaikan jenjang sarjana hingga doktoralnya pada universitas yang sama. Ketika masih menjadi mahasiswa S1, Seto Mulyadi kerap membantu Ibu Kasur dalam program anak-anak. Program tersebut diselenggarakan setiap sore di Taman Ria Monas dan Taman Ria Remaja, Jakarta. Selain itu, Seto Mulyadi pun rutin muncul dalam program anak-anak di stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI). Dalam program-program tersebut, Seto Mulyadi melakukan akivitas menyanyi, mendongeng, dan bermain sulap.

Keterampilan Seto Mulyadi ketika menghadapi anak-anak memang luar biasa. Dengan segenap bakat yang ia miliki, Seto mampu merengkuh hati anak-anak. Seto Mulyadi dapat membuat anak-anak tertawa dan ceria bersama-sama. Selama lebih kurang 30 tahun membawakan acara anak, Seto Mulyadi mengenalkan dirinya pada anak-anak dengan sebutan Kak Seto. Itulah yang membuatnya selalu dikenang sebagai Kak Seto dari masa ke masa.

Lalu, apa sih yang membuat Seto Mulyadi tertarik dengan dunia anak? Ketertarikan Seto dalam dunia anak-anak tidak terlepas dari pengalaman masa lalunya. Seto Mulyadi memiliki masa kecil yang menurutnya indah dan menyenangkan. Seto Mulyadi menghabiskan masa itu bersama kakak dan adik kembarnya. Ya, masa kecil Seto Mulyadi dilengkapi pula dengan kondisinya yang memiliki saudara kembar, Kresno Mulyadi.

Seto Mulyadi merasa perlu untuk membalas budi akan segala kebahagiaan masa kecil yang dulu ia rasakan. Ia pun ingin agar anak-anak lain juga memiliki kebahagiaan di masa kecil. Seto Mulyadi ingin setiap anak Indonesia memiliki sikap postitif dan semangat untuk meraih kesuksesan. Seto Mulyadi pun mengajarkan kiat-kiat untuk membagi waktu, menumbuhkan kebiasaan baik, dan mengasah kreativitas.

Kedekatan Seto Mulyadi dengan dunia anak mampu mengantarkannya menjadi ketua umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pada periode yang lalu. Seto Mulyadi pun mendirikan yayasan-yayasan untuk anak Indonesia. Yayasan yang ia dirikan yakni Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa.

Kesuksesan yang diraih Seto Mulyadi tidak luput dari perjuangan dan kerja keras. Pada saat remaja, Seto Mulyadi kehilangan ayahnya. Ayah yang menjadi satu-satunya sumber nafkah dalam keluarga itu meninggal dunia. Meninggalnya ayah membuat ekonomi keluarga Seto Mulyadi pun limbung. Sebab, selama itu hanya ayah saja yang bekerja. Seto dan kakak serta adiknya pun menyadari bahwa ibu mereka pontang-panting mencari uang untuk menghidupi keluarga. Seto beserta saudara pun dititipkan pada salah satu kerabat di Surabaya. Di sana Seto pun berjuang untuk sekolah sambil bekerja. Seto Mulyadi rela bekerja karena tidak ingin merepotkan kerabatnya.

Psikolog yang sudah banyak mengukir prestasi sejak sekolah ini bertekad kuat untuk menyelamatkan mental anak Indonesia. Perjuangannya di Komnas PA tak lain untuk melindungi anak Indonesia dari berbagai ancaman di era modern ini. Seto Mulyadi ingin agar setiap anak bahagia dan sejahtera. Sebab, anak-anak yang bahagia dan sejahtera adalah bekal untuk membangun bangsa yang kuat.

Kegigihan dan semangat seorang Seto mulyadi perlu kita teladani. Kini ia telah memberikan kontribusi yang besar bagi Indonesia, khususnya dalam bidang kesejahteraan anak. Meski garis hidupnya banyak menemui aral melintang tapi ia tidak pernah sedikitpun menyurutkan niatnya. Kini, Seto Mulyadi telah masyur dengan segala kiprahnya. Jangan pernah takut untuk menebar inpirasi seperti Seto Mulyadi!


Sumber Data Tulisan

Evi Manani. (2001). Kak Seto, Sahabat Anak-Anak.  Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

By: Happy Virginia

Featured Image Credit:

pbs.twimg.com

%d bloggers like this: