“Pikir sebelum kamu mengetik. Hentikan cyber bullying”

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan social media. Sebagian besar diantara Anda pasti memiliki akun social media. Tak jarang netizen, para pengguna dunia maya, menuliskan hal-hal yang terlintas dalam pikiran saat itu maupun komentar-komentar mengenai suatu peristiwa. Namun, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam memberikan komentar atau pendapat, terutama jika hal tersebut bersifat negatif. Film Socialphobia (2015) merupakan salah satu film yang dapat Anda tonton untuk lebih mengetahui lebih lanjut tentang cyber bullying, atau penghinaan lewat dunia maya, akibat komentar negatif yang dilontarkan di social media.

Film ini berawal dari beredarnya berita mengenai seorang tentara yang meninggal.  Hal ini memunculkan beragam komentar dari netizen, salah satunya komentar negatif dari akun Twitter bernama Re Na. Komentar negatif tersebut menyebabkan Yong Min dan Ji Woong yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian untuk menjadi anggota polisi menjadi marah. Mereka membalas komentar negatif Re Na tersebut dengan nada ancaman dan kata-kata yang kasar di Twitter untuk Re Na.

Re Na terus membuat tweet berisi komentar negatif mengenai kematian tentara tersebut walaupun banyak orang yang sudah kesal dengannya. Ia bahkan menantang para netizen yang mem-bully-nya di Twitter. Banyak sekali netizen yang akhirnya posting informasi pribadi mengenai akun bernama Re Na. Hal ini menyebabkan Re Na berada pada trending topic di hampir semua situs internet.

Setelah mengetahui informasi pribadi milik Re Na (berupa nama aslinya, yaitu Min Ha Young dan alamatnya), Yong Min, Ji Woong, dan beberapa temannya bergegas mengunjungi tempat tinggalnya. Kunjungan ini disiarkan secara langsung di internet oleh salah seorang diantara mereka. Hal ini tentu saja menyebabkan netizen banyak memberikan komentar. Mengejutkan, ketika mereka membuka kamar Re Na, ternyata mereka melihat seorang wanita gantung diri. Kemudian, Ji Wong meminta Yong Min untuk menelepon 911, namun bukannya menelepon, Yong Min malah sibuk membuka Twitter-nya dengan alasan ia harus menghapus tweet yang sebelumnya telah ia posting. Alasan ini membuat semua temannya menjadi kaget dan langsung membuka HP masing-masing untuk melakukan hal yang sama. Sedangkan Ji Woong terlihat bingung dengan tingkah laku teman-temannya. Akan tetapi, tiba-tiba terdengar bunyi mesin cuci dari kamar tersebut dan tak lama kemudian polisi datang ke tempat tersebut (karena peristiwa itu masih mereka siarkan di internet). Polisi menduga bahwa kejadian ini merupakan kasus bunuh diri akibat ancaman dan ejekan melalui internet.

Ketika mereka memutar kembali tayangan kejadian tersebut, Yong Min mengungkapkan bahwa terdapat suatu hal yang janggal, yaitu mengapa ada bunyi mesin cuci jika ia hendak bunuh diri, apakah ia mencuci terlebih dahulu sebelum bunuh diri? Hal ini membuat Yong Min menjadi ragu kalau Re Na itu bunuh diri. Yong Min meyakinkan Ji Woong bahwa ada kemungkinan Re Na itu dibunuh, bukan bunuh diri, sehingga mereka harus menemukan pembunuhnya agar dapat lulus menjadi anggota kepolisian bahkan tanpa melalui tes.

Di internet, tersiar kabar bahwa Ji Woong merupakan pembunuh Re Na beserta banyak komentar negatif netizen terhadap dirinya. Hal ini membuat Ji Woong semakin bersemangat ketika diajak oleh Yong Min untuk menemukan pembunuhnya (demi membersihkan nama baiknya). Mereka memutuskan untuk kembali mendatangi tempat tinggal Re Na dan disiarkan secara live di internet, sehingga memicu komentar dari netizen. Ketika mereka sedang melakukan penyelidikan, mereka mendapatkan informasi baru bahwa Jang Se Min diduga sebagai pelaku pembunuhan ini. Mereka langsung menyebarkannya di internet dan membuat forum online agar mereka dapat membuat petisi kepada polisi mengenai Jang Se Min.

Namun, Jang Se Min memberitahukan bahwa dirinya tidak bersalah dan mereka seharusnya mencari Dodori. Jang mengatakan  bahwa Twitter Re Na di-hack oleh Dodori. Penyelidikan ini pun terus berlanjut hingga akhirnya mereka mengetahui bahwa Yong Min merupakan nama asli dibalik akun Dodori.

Mulutmu, Harimaumu!

Cyber bullying atau bullying melalui dunia maya merujuk pada penggunaan teknologi digital dengan tujuan untuk menyakiti atau menghancurkan orang lain.1Bullying ini lebih cepat menyebar karena adanya jaringan internet, sehingga banyak orang dapat membaca dan turut bereaksi terhadap suatu komentar negatif seseorang. Cyber bullying seringkali dihubungkan dengan stres. Pada korbannya, seringkali cyber bullying ini lebih meningkatkan kemungkinan untuk bunuh diri daripada traditional bullying (bully di dunia nyata).1

Maka dari itu, ada baiknya jika Anda berpikir dua kali sebelum mengutarakan komentar negatif mengenai suatu kejadian maupun individu tertentu. Mungkin mengutarakan pendapat negatif di media sosial lebih nyaman karena Anda dapat menggunakan nama akun samaran. Namun, reaksi netizen mungkin saja di luar dugaan Anda, bukan? Anda tentu boleh mengutarakan pendapat positif maupun negatif, namun pemilihan kata harus diperhatikan agar tidak menyinggung perasaan orang lain dan akhirnya menimbulkan permasalahan baru bagi diri sendiri, setuju?


Informasi Film2

Judul               : Socialphobia

Genre              : Drama

Sutradara         : Seok Jae Hong

Produser          : Hanuel Hong

Aktor               : Yo Han Byeon, Lee Ju Seung

Rilis                 : 12 Maret 2015

Distributor       : CJ Entertainment

Durasi              : 100 menit

 

Sumber Data Tulisan

1Cyberbullying, lebih lanjut dapat ditinjau dalam artikel https://www.psychologytoday.com/blog/compulsive-acts/201501/cyberbullying

2Informasi film, http://www.imdb.com/title/tt4203200/

 Featured Image Credit: asianwiki.com

Total
16
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

%d bloggers like this: