Sosiopat: Salah Satu Gangguan Kepribadian Antisosial yang Harus Anda Ketahui

“Aku bukan psikopat, Anderson, Aku seorang sosiopat yang berfungsi tinggi; Melakukan penelitian Anda.” – Sherlock Holmes

 

Jika Anda pernah menonton serial detektif Sherlock Holmes pasti istilah sosiopat sudah tidak asing bagi anda. Sebenarnya apa itu sosiopat? Sosiopat merupakan bagian dari gangguan kepribadian antisosial. Gangguan kepribadian antisosial itu sendiri merupakan sikap mengabaikan dan sikap untuk selalu melakukan pelanggaran yang dimulai dari anak usia dini, remaja, dan berlanjut sampai dewasa. Tentunya untuk bisa mengetahui individu tersebut mempunyai gangguan sosiopat atau tidak harus dilihat dari gejala dan juga pola perilaku dari orang yang mengalami gangguan sosiopat. Nah untuk selengkapnya mari simak lebih lanjut mengenai penjelasan dari sosiopat itu sendiri.

Mengenal sosiopat dan gejalanya
Dalam buku panduan diagnosis kejiwaan, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) edisi ke 5, sosiopat mulai dapat didiagnosis pada usia minimal 18 tahun dan harus memiliki sejarah gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun. Bentuk dari perilaku orang ini dapat berupa:

  1. Melakukan pelanggaran hukum berulang kali
  2. Berbohong dan melakukan penipuan
  3. Agresi fisik dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain
  4. Impulsif atau kegagalan dalam menyusun rencana
  5. Tidak bertanggung jawab terhadap keluarga dan juga lingkungannya.
  6. Tidak memiliki perasaan menyesal ketika melakukan kesalahan
  7. Bersikap acuh tak acuh terhadap permasalahan yang dihadapinya.

Orang dengan sosiopat merupakan pribadi yang dingin dan egois. Mereka antisosial tidak mau mengikuti aturan norma maupun hukum dan tidak memiliki empati. Selain itu orang ini juga licik, manipulatif, dan tidak jujur terhadap orang lain. Namun orang dengan gangguan sosiopat juga sangat menawan, karismatik, dan ramah. Sayangnya mereka melakukan ini hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Untuk menentukan sosiopat, pertimbangkan empat kategori ini

  • Interpersonal. Kategori ini melibatkan interaksi dengan orang lain. Pada awalnya orang ini sangat peduli terhadap orang lain tapi itu hanya sebatas tindakan dan sangat berbeda dengan apa yang ada pada dirinya . Seorang sosiopat sebenarnya adalah orang yang antisosial dan mereka melakukan kebohongan ini (bersikap peduli) untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  • Afektif. Berkaitan dengan emosi dan perasaan. Orang dengan sosiopat kurang memiliki perasaan empati terhadap orang lain. Mereka tidak peduli dengan apa yang orang lain rasakan. Selama itu baik untuknya maka dia tidak peduli dengan kondisi orang lain yang terluka. Ketika melakukan kesalahan, orang dengan sosiopat tidak akan merasa menyesal dan tidak terpikir untuk memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan.
  • Perilaku. Orang dengan sosiopat sangat impulsif dan tidak dapat diandalkan. Orang ini juga tidak mampu untuk menetapkan tujuan dalam jangka panjang dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya.
  • Antisosial. Orang ini hidup terpisah dari orang lain maupun masyarakat dan hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka tidak peduli terhadap aturan norma dan hukum masyarakat. Maka tidak mengherankan jika sosiopat memiliki sejarah kenakalan remaja dan kemungkinan memiliki catatan kriminal saat usia dewasa.

Penanganan untuk mereka

  • Saat ini sangat sedikit penanganan untuk gangguan kepribadian antisosial, sosiopat salah satunya. Ada sebagian orang dengan gangguan kepribadian antisosial yang melalui sistem peradilan pidana dan diberikan pengawasan dan pemantauan untuk diamati perilaku mereka kepada orang lain. Orang dengan gangguan kepribadian antisosial memiliki empati yang rendah oleh sebab itu penting adanya dilakukan beberapa bentuk pelatihan empati untuk meningkatkan empati yang mereka miliki.
  • Peran agama dan spiritualitas membantu dalam penanganan orang dengan gangguan ini dengan cara menemukan keyakinan dalam diri mereka dan belajar untuk berguna bagi masyarakat.
  • Penahanan oleh pihak yang berwajib bisa menjadi pencegahan yang tidak efektif untuk orang dengan gangguan antisosial. Orang dengan gangguan ini akan kesulitan untuk belajar dari kesalahan, kaku dalam pengambilan keputusan, dan tidak responsif terhadap hukuman.
  • Orang dengan sosiopat akan berhenti melakukan ekspresi antisosial mereka saat berumur 40 tahun.
  • Sebuah Terapi Perilaku Pikiran dengan fokus pada terapi perubahan diri berhasil memodifikasi perilaku antisosial dan perilaku kekerasan.

 


Referensi:
1American Psychiatric Assotiation (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder – Fifth Edition (DSM-5). Washington, DC. London, England: American Psychiatric Publishing.
2Peterson, T.J. Symptoms of a sociopath in Men, Women, Children. Artikel dapat dilihat di http://www.healthyplace.com/personality-disorders/sociopath/symptoms-of-a-sociopath-in-men-women-children/
3Peterson, T.J. sociopath Definition: Extremely Antisocial, No Conscience. Artikel dapat dilihat di http://www.healthyplace.com/personality-disorders/sociopath/sociopath-definition-extremely-antisocial-no-conscience/
4Porter, D. & Hunter, C. Antisocial Personality Disorder DSM-5 301.7 (F60.2). Artikel dapat dilihat di https://www.theravive.com/therapedia/Antisocial-Personality-Disorder-DSM–5-301.7-(F60.2)

Sumber Gambar:
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2F2static2.fjcdn.com%2Fcomments%2FIt%2Bs%2Balways%2Bthe%2Bsmallest%2Bgirl%2Bthat%2Bhas%2Bthe%2Bbiggest%2B_e3043717e8ae6e28752b5a540322476f.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.funnyjunk.com%2FMobile%2Bgif%2Bcomp%2Bof%2Bfreedom%2Fhdgifs%2F5842623%2F11&docid=urUez83KjsvmeM&tbnid=ISTY_4J0UcorZM%3A&vet=10ahUKEwim0fqUmo_TAhVLrY8KHZa0D-EQMwgbKAAwAA..i&w=1280&h=720&hl=en&bih=580&biw=1242&q=sherlock%20the%20sign%20of%20three&ved=0ahUKEwim0fqUmo_TAhVLrY8KHZa0D-EQMwgbKAAwAA&iact=mrc&uact=8

%d bloggers like this: