“Jangan biarkan masalah yang sedang kamu hadapi berubah menjadi masalah makan. Berhentilah mencoba untuk meringkas perasaanmu dengan makanan.”-Karen Salmansohn

Pernahkah Anda sekali waktu ingin makan terus-menerus tetapi di waktu lain justru tidak ingin makan sama sekali? Bisa jadi hal tersebut dipengaruhi oleh stres yang sedang Anda alami tetapi tidak Anda sadari. Stres tersebut memengaruhi pola makan Anda, membuat nafsu makan Anda berkurang atau bertambah.

Pada dasarnya stres merupakan keadaan dalam diri seseorang yang disebabkan oleh tuntuan fisik dari tubuh serta lingkungan sosialnya. Biasanya stres ini dialami oleh mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir dan mahasiswa perantauan, serta para pekerja. Ketika Anda sedang stres, tubuh Anda secara otomatis akan bereaksi, baik secara biologis atau fisiologis maupun psikologis. Secara biologis, dampak stres tidak hanya berakibat munculnya sakit fisik, tetapi juga memengaruhi perubahan selera makan. Selain itu, stres juga dapat memengaruhi pemilihan makanan atau pola makan. Sebab pola makan merupakan cara seseorang dalam memilih dan mengonsumsi makanan sebagai reaksi pengaruh biologis, psikologis, serta budaya dan sosial. Dengan demikian pola makan mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Dari sisi psikologis, pola makan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan emosional dan stres begitu terkait dengan aspek psikologis.

Epel, salah seorang ahli psikologi menyebutkan bahwa stres terbagi menjadi ada dua jenis, yaitu stres akut dan stres kronis. Pada orang yang mengalami stres akut, stres yang dialami membuatnya kehilangan nafsu makan. Terlebih bagi mahasiswa serta pekerja yang memiliki tugas menumpuk dan tenggat waktunya sebentar. Sebaliknya, pada orang yang mengalami stres kronis, stres yang dialaminya justru membuat nafsu makannya meningkat. Selain itu, bagi beberapa orang yang sedang mengalami stres, makan menjadi pelampiasan kekecewaan dan kesedihan mereka. Sebab mereka menganggap makan dapat menjadi penawar sehingga mereka makan sepuasnya.

Orang yang memiliki tingkat stres berat pun berpeluang besar memiliki pola makan yang tidak baik. Pola makan yang baik mengandung sumber zat pembangun dan pengatur serta sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dalam sebuah penelitian dikemukakan bahwa ada hubungan antara apa yang dimakan seseorang dengan apa yang sedang dia rasakan. Selain itu, makanan manis seperti permen dan cokelat termasuk dalam makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh orang yang sedang mengalami stres. Sementara jenis makanan lainnya seperti buah, sayur, dan daging tidak mengalami perubahan yang berarti pada orang yang sedang mengalami stres.

Penelitian lain menyebutkan bahwa semakin tinggi stres seseorang maka konsumsi energinya semakin tinggi, seperti karbohidrat. Dengan demikian menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang sedang mengalami stres lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, serta protein dibanding sayuran dan buah-buahan. Sebab nafsu makan juga dipengaruhi oleh hormon neuroendrokrin yang bertugas untuk mengisi energi kembali ketika stres, sementara karbohidrat memiliki zat yang dapat meningkatkan hormon neuroendrokrin.

Pada dasarnya makan memang kebutuhan dasar setiap orang, tidak terkecuali bagi orang yang sedang mengalami stres. Namun, pengaruh stres pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang membuat nafsu makannya meningkat, sebaliknya ada yang membuat nafsu makannya menurun bahkan hilang. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, stres membuat energi seseorang berkurang. Untuk itu, jika stres membuat Anda kehilangan nafsu makan, tetap paksakan diri untuk makan walau hanya sedikit. Pun sebaliknya, jika stres yang sedang Anda alami membuat nafsu makan meningkat, seimbangi dengan olahraga. Hal yang terpenting adalah jangan sampai stres yang sedang Anda alami semakin ‘parah’ dengan pola makan Anda yang buruk. Pun jangan sampai stres yang sedang Anda alami membuat Anda kelebihan bahkan kekurangan makan yang nantinya akan berdampak pada tubuh Anda. Stay healthy!


Referensi:
1Nasution, Indra Kemala. 2007. Stres pada Remaja. Skripsi.
2Marhama, Emma. 2015. Pengaruh Stres terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
3Paramitha, Nadya Megawindah. 2012. Hubungan Stres dan Faktor Lainnya dengan Konsumsi Makanan Mahasiswa Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia Tahun 2012. Skripsi.

Sumber Gambar:
https://e9nk1gez9uosaxxv-zippykid.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2016/04/Stress-Eating.jpg

%d bloggers like this: