“Kemarahan tidak akan menyelesaikan apapun, tidak akan membangun apapun tapi akan menghancurkan segalanya.”

Pernahkah Anda marah? Semua orang tentu pernah marah. Marah merupakan salah satu bagian dari emosi, yang dapat dapat memacu Anda untuk melakukan sesuatu diluar kendali secara fisik maupun verbal seperti memukul, berteriak, melempar barang dan kadang membuat kita dapat berperilaku diluar akal sehat. Kemarahan juga dapat menimbulkan masalah dalam pekerjaan, kesehatan dan hubungan dengan orang lain. Walaupun demikian, bukan berarti kemarahan tidak bisa diekspresikan. Justru marah harus diluapkan dengan baik agar individu menjadi sehat secara mental, lho!

Situasi yang menimbulkan rasa cemas dan frustrasi bisa menyebabkan seseorang menjadi marah. Untuk mengontrol kemarahan tersebut, individu perlu untuk mengindentifikasi dan mengenali pemikirannya. Nah, di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengindentifikasi dan mengontrol kemarahan kita:

  1. Deteksi dini melalui diri

Mari ingat kembali, pernahkah Anda merasakan jantung berdegup lebih kencang, berkeringat, nafas yang tidak stabil dan rahang yang menegang saat Anda marah? Jika iya, hal ini tentu menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi Anda. Semakin cepat Anda mengenali tanda-tanda tersebut, maka semakin besar pula kemungkinan Anda mampu menenangkan diri sebelum marah secara tak terkendali.

  1. Kenali situasi yang membuat Anda marah

Apakah Anda tahu hal-hal yang dapat memicu kemarahan Anda? Jika belum, pikirkan dan catatlah beberapa pemicunya. Misalnya, kemacetan lalu lintas yang membuat Anda sering menghabiskan waktu didalam mobil, teman kantor yang sering membebani tugas  atau anak Anda yang tidak ingin membantu dalam pekerjaan rumah tangga. Ketika sudah menemukan pemicu tersebut, segeralah cari cara untuk menghindarinya atau mencari cara yang berbeda untuk menanganinya.

  1. Kendalikan Pikiran Anda

Rasa marah membuat kita mampu berbuat hal yang tidak masuk akal yang bahkan sering tidak disadari. Ahli Psikologi mengatakan bahwa Anda dapat mengendalikannya dengan ‘self talk’.

Daripada mengatakan “Sudahlah, saya tidak mampu menahannya, semuanya sudah berantakan!” lebih baik katakan pada diri sendiri “Hal ini memang buruk dan tidak dapat ditoleransi, tetapi saya yakin dapat mengatasi situasi ini tanpa harus marah. Saya hanya perlu berpikir tenang dan berpikir apa yang seharusnya dikatakan”. Ketika berhasil melakukannya, katakan lagi, “Saya memang merasa marah, tetapi akhirnya saya mampu mengatasinya.”

  1. Ubah Kemarahan Menjadi Empati

Saat marah terhadap seseorang, apakah Anda mampu berpikir mengenai dirinya pada saat itu? Ketika tersinggung dengan perkataan atau tingkah laku seseorang, dapatkah Anda memikirkan alasan dibalik perilakunya? Cobalah mengerti apa yang orang lain rasakan pada saat itu juga. Anda bisa katakan pada diri Anda, “Pasti dia pun merasa tidak nyaman berkata seperti itu, mungkin dia sedang mengalami masalah. Mungkin hari-harinya sedang buruk”. Jika merasa kurang puas, Anda dapat menanyakan secara langsung alasan dibalik perkataan ataupun perbuatannya. Tentunya kita harus menjadi pendengar yang baik terhadap lawan bicara. Jangan takut untuk mengungkapkan bahwa Anda sedang marah dan berbicaralah dengan hati-hati.

  1. Produktif Saat Marah? Bisa Saja!

Jika kemarahan membuat setiap pekerjaan menjadi terbengkalai dan hubungan relasi menjadi memburuk, kini Anda dapat mengontrol rasa marah tersebut dengan produktifitas. Cobalah untuk memfokuskan perhatian pada satu kegiatan yang benar-benar dapat membuat Anda merasa rileks dan energi dapat disalurkan dengan baik. Misalnya dengan olahraga seperti berlari dan berenang, Anda juga dapat menari, bernyanyi, menggambar, mencuci mobil bahkan bersih-bersih rumah. Secara tidak langsung, Anda akan merasakan kenyamanan dan memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir panjang mengenai masalah Anda. Jadi, tidak perlu ada yang disesali, bukan?

Dapat kita cermati, bahwa mengenali dan mengontrol kemarahan dapat menggunakan berbagai cara bahkan dengan hal sederhana. Kita hanya perlu menyadari bahwa marah bukanlah penyelesaian dari masalah, tapi marah dapat membuat hubungan kita tidak harmonis dengan orang lain. Apakah Anda menginginkan hal tersebut? Tentu tidak! Oleh sebab itu, mari mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat!


Sumber Data Tulisan (sertaan daftar pustaka atau footnote)

Identifikasi dan mengontrol amarah dapat ditinjau di situs:

http://www.psychology.org.au/publications/tip_sheets/anger/

Cara mengatasi kemarahan dapat dilihat dalam :

Nevid, Jeffrey S. 2012. Essesntial of Psychology : Concepts and Applications Third Edition. Canada : Cengage Learning.

By: Rinesha Tiara Romauli Siahaan

Featured Image Credit: www.fullspectrums.com

%d bloggers like this: