Tahukah Anda Kebutuhan Manusia Ada Tingkatannya?

“Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penyair harus menulis sajaknya. Mereka harus mencapai kedamaian dalam diri mereka sendiri. Seseorang harus menjadi apa yang mereka bisa” – Abraham Maslow

Mungkin Anda menyadari bahwa dalam hidup, kebutuhan yang harus terpenuhi agar hidup berjalan baik sangat banyak. Mulai dari kebutuhan dasar seperti makan dan minum, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan cinta, dll.

Abraham Maslow, seorang tokoh psikologi, mengkategorikan kebutuhan-kebutuhan manusia ke dalam tingkatan-tingkatan. Tingkatan yang disusun seperti piramida ini menyusun kebutuhan manusia dari tingkat kebutuhan yang paling utama harus terpenuhi hingga pada akhirnya di puncak piramida akan ada aktualisasi diri.

Aktualisasi diri adalah keadaan puncak dimana seseorang sudah merasa cukup terpenuhi semua kebutuhan dalam hidupnya. Keadaan puncak ini membuat seseorang bisa menjadi diri terbaiknya.

Lalu, seperti apa tingkatan kebutuhan yang disusun Maslow? Berikut penjelasannya.

Kebutuhan Fisiologis

Merupakan kebutuhan paling mendasar bagi manusia termasuk didalamnya adalah makanan, oksigen, air, dan sebagainya. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang mempunyai kekuatan dan pengaruh paling besar dari semua kebutuhan.

Seseorang yang kebutuhan fisiologisya belum terpenuhi maka motivasi utama mereka adalah untuk mendapatkan sesuatu untuk dimakan, tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu yang melebihi makanan.

Kebutuhan akan Keamanan

Ketika seseorang telah memenuhi kebutuhan fisiologis, mereka termotivasi dengan kebutuhan akan keamanan (safety needs), yang termasuk didalamnya adalah keamanan fisik, stabilitas, kebebasan dari keadaan yang mengancam seperti kejahatan dan terorisme, penyakit, rasa takut, kecemasan, dan lainnya.

Biasanya kebutuhan ini lebih besar terjadi pada anak-anak, karena anak-anak lebih sering merasa takut dengan kegelapan, orang-orang asing dan hukuman dari orang yang lebih dewasa. Seseorang yang kebutuhan rasa amannya tidak terpenuhi, biasanya akan mengalami kecemasan dasar (basic anxiety).

Kebutuhan akan Cinta dan Keberadaan

Setelah seseorang memenuhi kebutuhan fisiologis dan keamanan, mereka menjadi termotivasi oleh kebutuhan akan cinta dan perasaan dimiliki (love and belongingness needs), seperti keinginan utuk berteman, mempunyai pasangan dan mempunyai anak, serta keinginan untuk mendapatkan dan memberi cinta.

Kebutuhan akan Penghargaan

Kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan akan penghargaan (self esteem), yang mencakup penghormatan diri, kepercayaan diri, kemampuan, dan pengetahuan yang dihargai orang lain. Kebutuhan ini lebih dari hanya sekedar reputasi dan gengsi.

Kebutuhan ini menggambarkan keinginan untuk memperoleh kekuatan, pencapaian, atau keberhasilan yang berasal dari dalam diri, bukan berdasarkan opini orang lain.

Kebutuhan akan Aktualisasi Diri

Kebutuhan akan aktualisasi diri berada di level teratas dari tingkatan kebutuhan yang disusun Maslow. Setelah semua kebutuhan di level-level bawah terpenuhi, maka puncaknya seseorang akan butuh untuk mengaktualisasikan dirinya.

Aktualisasi diri terjadi ketika seseorang bisa menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri dan memaksimalkan seluruh potensi yang ia miliki. Orang yang telah mencapai aktualisasi diri mampu menerima diri mereka seutuhnya, termasuk kekurangan diri mereka.

Mereka adalah penjelmaan dari seseorang yang menikmati perjalanan, bukan sekedar untuk mencapai tujuan dalam hidup.

Demikian kebutuhan-kebutuhan manusia yang disusun Maslow menjadi tingkatan berdasarkan kebutuhan utama dalam hidup. Beberapa dari kita mungkin masih belum memenuhi semua kebutuhan ini.

Akan tetapi, karena pada hakikatnya hidup adalah sesuatu yang kita jalani bukan dalam bentuk instan, maka hendaknya kita menikmati setiap titian anak tangga yang harus dijalani untuk memenuhi semua kebutuhan ini.

Tidak ada yang menjamin semua akan dilewati dengan mudah, namun hidup adalah tentang tantangan dan kegigihan kita menjawab semua yang disuguhkan dalam perjalanan.


Sumber data tulisan

Feist, J. Feist G. J. (2010). Theories of Personality. Jakarta : Salemba Humanika

http://www.huffingtonpost.com/david-sze/maslow-the-12-characteris_b_7836836.html

https://www.psychologytoday.com/blog/theory-and-psychopathology/201308/the-theory-self-actualization

Sumber foto:
Samuelhenry.net

 

Heni Andini

Mahasiswa Psikologi Universitas Sriwijaya

%d bloggers like this: