“Tujuan utama untuk mencapai hidup yang bahagia adalah tubuh yang sehat dan ketenangan mental.”

 -Epicurus

Kesehatan mental dan kesehatan fisik adalah dua hal yang harus dijaga keseimbangannya. Dua hal ini meski terlihat berbeda namun nyatanya saling mempengaruhi. Berikut ada beberapa fakta terkait pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik. Tahukah Anda jika:

  1. Melakukan pekerjaan berat akan lebih nyaman dilakukan jika Anda sebelumnya telah berisitirahat yang cukup.

Beristirahat yang cukup bukan hanya tentang mengistirahatkan tubuh secara fisik, namun juga mengistirahatkan pikiran sehingga mampu berpikir jernih dan dalam keadaan tenang secara mental saat melakukan pekerjaan tersebut. Nyatanya, berdasarkan penelitian di salah satu universitas di Wales, Inggris, tidak ada perbedaan pada fungsi detak jantung atau otot tubuh saat yang lelah adalah mental atau pikiran kita. Pola pandang kita terhadap apa yang akan kita kerjakan justru sangat mempengaruhi bagaimana kita mengerjakan hal tersebut1. Jika di awal kita sudah berpikir bahwa pekerjaan tersebut melelahkan maka kita akan mudah kelelahan saat melakukan pekerjaan itu. Namun dengan pikiran yang jernih dan keadaan mental yang tenang, akan membantu kita melakukan pekerjaan yang berat sekalipun dengan baik.

  1. Orang lanjut usia dengan kondisi fisik yang fit memiliki kemampuan memori yang lebih baik dibanding dengan orang lanjut usia yang memiliki masalah kesehatan fisik.

Berdasarkan penelitian, orang lanjut usia dengan kondisi fisik yang fit memiliki ukuran hippocampus yang lebih besar dibandingkan dengan orang lanjut usia yang tubuhnya kurang fit. Hippocampus adalah bagian dari otak yang bertanggung jawab atas ingatan manusia. Beberapa aktivitas manusia, seperti olahraga, dan aktivitas lain yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengingat bisa memperbesar ukuran hippocampus yang pada akhirnya berhubungan dengan meningkatnya kemampuan memori manusia. Berdasarkan penelitian, orang lanjut usia dengan kondisi fisik yang fit memiliki ingatan yang 40% lebih baik dibandingkan orang lanjut usia yang memiliki masalah kesehatan fisik2. Pada dasarnya hippocampus memang akan mengerut atau mengecil seiring bertambahnya usia manusia. Akan tetapi jika terus melakukan aktivitas yang tepat, proses pengerutan ini bisa diperlambat. Salah satu penyebab orang lanjut usia mulai kehilangan kemandirian atas dirinya adalah melemahnya kemampuan mengingat. Dengan menjaga aktivitas fisik dan memori yang cukup di masa usia lanjut, Anda tetap dapat merasa sehat sepenuhnya. Secara mental, Anda merasa cukup mandiri dan nyaman meski usia tidak lagi muda, dan secara fisik, Anda bisa membenarkan ungkapan bahwa “usia hanyalah angka!

  1. Trauma kekerasan di masa anak anak mempengaruhi perkembangan otak anak.

Studi yang dilakukan oleh McGill University menyatakan bahwa kekerasan yang dialami di masa anak anak secara langsung mengubah gen di otak3. Gen yang bernama NR3C1 ini adalah gen yang mempengaruhi kemampuan anak untuk berhadapan dengan stres. Terganggunya kemampuan otak anak untuk memproses stres yang dialami bisa berakibat hingga jangka panjang. Anak bisa mengalami masa stres berkepanjangan ketika berhadapan dengan masalah yang bisa menuntun pada hal buruk lain seperti kecemasan, depresi hingga bunuh diri.

  1. Kemarahan Anda bisa berakibat buruk pada kesehatan jantung Anda.

Berdasarkan penelitian, sesesorang yang sering berada dalam keadaan emosi marah akan lebih mudah terkena serangan jantung. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Yale, Amerika Serikat, ini menyatakan bahwa bukan masalah peningkatan detak jantung saat seseorang marah yang menjadi pemicu serangan jantung. Akan tetapi hormon yang dilepaskan tubuh saat seseorang sedang marah itu yang bisa mempengaruhi kerja jantung4. Dengan menjaga kemampuan diri untuk berhadapan dengan emosi negatif bisa membantu menjaga kesehatan jantung Anda.

  1. Pola makan yang baik bisa meningkatkan suasana hati (mood) baik Anda.

Pola makan yang baik tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, namun juga baik untuk membantu menjaga suasana hati Anda. Makan makanan yang bergizi membantu Anda untuk menjaga kesehatan. Dengan demikian ketika Anda merasa fisik Anda baik maka rasa percaya diri Anda akan bertambah. Namun demikian, masing masing tubuh manusia merespon nutrisi yang masuk dengan cara yang berbeda beda. Mungkin banyak yang berpikir bahwa makanan yang enak menurut selera Anda seringnya makanan yang tidak sehat. Mari ubah pola pikir ini. Coba sedikit melakukan eksperimen atas makanan yang Anda makan. Makanan mana yang bergizi baik namun tetap bisa membuat suasana hati Anda baik bisa dikonsumsi lebih sering. Berdasarkan penelitian, beberapa makanan yang sehat sekaligus bisa meningkatkan suasana hati Anda menjadi lebih baik diantaranya, ikan segar yang kaya omega 3 seperti salmon dan tuna, kacang kacangan seperti jenis almond dan kacang lainnya, buah alpukat, sayuran berdaun hijau dan yang paling mudah adalah buah segar favorit Anda5.

Beberapa fakta di atas mungkin seringkali kita abaikan. Padahal banyak hal dari fakta tersebut yang sangat mempengaruhi kesehatan Anda dan orang di sekitar Anda, baik secara fisik maupun mental. Pribadi yang sehat tentu bukan yang hanya sehat secara fisik namun juga yang sehat secara mental. Satu hal yang harus mulai disadari, kesehatan mental dan kesehatan fisik Anda membutuhkan perhatian yang sama. Karena sadar atau tidak, jika salah satunya terganggu maka yang lain juga akan ikut terganggu. Sudah siapkah Anda menjadi pribadi yang seimbang dengan sehat mental dan fisik?


Sumber Data Tulisan

  1. Diambil berdasarkan penelitian yang dilakukan di Bangor University, Wales, yang diterbitkan di Journal of Applied Physiology. (Ringkasan isi penelitian bisa dilihat di http://psychcentral.com/news/2009/02/25/mental-and-physical-fatigue-linked/4343.html )
  2. Penelitian dilakukan di University of Illinois, Amerika Serikat. (Seputar penelitian ini bisa dibaca di http://psychcentral.com/news/2009/02/25/physical-fitness-improves-brain-size-and-function/4341.html )
  3. Penelitian dilakukan di McGill University dan tercantum dalam jurnal Nature Neuroscience. (Tentang penelitian ini bisa dibaca di http://psychcentral.com/news/2009/02/23/child-abuse-alters-brain-gene/4283.html )
  4. Penelitian tercantum dalam jurnal Journal of the American College of Cardiology yang terbit pada 3 Maret 2009. (Tentang penelitian ini bisa dibaca di http://psychcentral.com/news/2009/02/24/manage-anger-for-heart-health/4311.html )
  5. Disadur dari http://www.helpguide.org/articles/emotional-health/improving-emotional-health.htm

Image Featured Credit: advocatemymends.com

Total
64
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

%d bloggers like this: