“Tidak semua yang mengembara itu tersesat.” – J.RR. Tolkien

Terjebak dalam kebimbangan dalam menentukan arah hidup kerap menjadi problematika jika Anda berada di usia 20-an. Berada di penghujung masa kuliah, Anda mulai diserang kepanikan akan tujuan hidup.

Dilanjutkan dengan kebingungan menentukan berbagai pilihan yang terbentang di depan mata. Hal yang biasa disebut dengan quarter life crisis ini, tidak jarang membuat Anda merasa berada di titik terendah dalam hidup.

Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika sedang mengalami quarter life crisis? Apakah mengurung diri di kamar sambil meratapi nasib dan tidak melakukan apa-apa adalah sebuah solusi? Tentu saja bukan. Lalu, apa yang dapat Anda lakukan agar selamat dari jebakan quarter life crisis ini? Mari cek lebih lanjut!

Memahami bahwa quarter life crisis bukanlah suatu krisis

Menurut Jeffrey Jensen Arnett dari University of Maryland College Park, usia 18-25 tahun (emerging adulthood atau dewasa awal) sudah tidak melihat dirinya sebagai remaja akan tetapi juga belum merasa dewasa. Pada masa transisi ini, seseorang mengalami perubahan dan eksplorasi berbagai kemungkinan dalam hal cinta, pekerjaan, dan pandangan hidup.

Suatu hal yang normal jika di masa-masa ini Anda diliputi dengan kebingungan. Tidak perlu khawatir karena hampir semua orang mengalaminya juga. Oleh karena itu, gejolak yang terjadi pada Anda di usia 18-25 tahun ini bukanlah suatu krisis. Akan tetapi, hanyalah suatu fase kehidupan untuk menuju fase kehidupan lainnya.

Berhenti membanding-bandingkan

Membanding-bandingkan pencapaian orang lain dan kehidupan diri sendiri hanya akan membuat Anda merasa minder. Apalagi di era media sosial ketika Anda dapat dengan mudah menjumpai foto orang-orang berkeliling dunia, menemukan tambatan hati, mempunyai anak dan lain sebagainya.

Studi menyebutkan bahwa mengonsumsi sosial media berlebihan dapat menyebabkan depresi, loh! Salah satu alasannya yaitu adanya perasaan rendah diri karena mengukur kesuksesan dari kaca mata orang lain2.

Lakukan sesuatu

Daripada hanya duduk terdiam melamun sambil menikmati pencapaian orang lain melalui layar ponsel, yuk bangkit dan sambut berbagai kesempatan di luar sana! Ingat, Anda masih punya masa depan yang panjang sehingga kesehatan perlu dijaga. Rutinlah berolahraga dan makan makanan sehat. Galilah potensi diri dengan bergabung dalam komunitas.

Bergabung dalam sebuah komunitas dapat membantu Anda menambah ilmu dan pengalaman. Selain itu, juga dapat melatih Anda keterampilan sosial dan memperluas relasi. Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan mengikuti kursus dan seminar. Ada banyak hal positif yang dapat dilakukan jika Anda mau untuk beranjak dari tempat tidur Anda.

Mengontrol ekspektasi

Dalam melakukan sesuatu, tidak jarang kenyataan bertentangan dengan harapan. Kecewa, tentu saja. Memiliki pemikiran untuk selalu ‘menapak pada tanah’ dapat membantu dalam berdamai dengan kenyataan. Rapalkan mantra, “Saya sekarang berada di posisi dan kondisi yang tepat. Saya hanya butuh bertahan dan berjuang sedikit lagi.” Selain itu, bersikaplah lebih adaptif dan fleksibel dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi. Bukan berarti harus menyerah dalam menggapai cita-cita. Tiap kegagalan atau ketidaksesuaian kenyataan dengan harapan dijadikan motivasi. Bukankah bola juga perlu dihentakkan ke bawah untuk dapat melanting tinggi?

Don’t be so hard on yourself

Dengan segudang aktifitas yang Anda lakukan sebagai bentuk aktualisasi diri, bukan berarti Anda tidak berhak untuk isitirahat dan bersenang-senang. Relaks, tidak perlu terburu-buru dan mengejar kesempurnaan hidup. Bukan hal yang salah untuk menolak suatu ajakan jika Anda merasa tidak sesuai dengan kata hati.

Satu hal yang paling penting, Anda tidak perlu mengutuki permasalahan memiliki quarter life crisis. Akan tetapi, fokuslah pada hal-hal yang mampu melejitkan potensi Anda selagi muda. Yuk, pahami dan jalani kelima kiat di atas dan berbahagialah!


Sumber data tulisan:

https://www.mentalhealth.org.uk/blog/social-media-and-young-peoples-mental-health

Baca lebih lanjut mengenai teori dewasa awal oleh Jeffrey Jensen Arnett dari University of Maryland College Park yang berjudul Emerging Adulthood: A Theory of Development From The Late Teens Through The Twenties

Baca lebih lanjut mengenai kiat menghadapi quarter life crisis:
http://lifehacker.com/how-to-overcome-your-quarter-life-crisis-1782670670
http://www.huffingtonpost.com/mary-traina/quarter-life-crisis-book_b_5635586.html

Sumber foto:
https://www.linkedin.com/pulse/20-signs-youre-having-quarter-life-crisis-cath-pascual

 

Total
3
Shares
%d bloggers like this: