“Tidak ada hal di dunia ini yang dapat mengganggumu sebanyak pikiranmu sendiri.”-Anonim


“Apa yang sedang aku lakukan dengan hidupku?”
“Apa yang orang lain pikirkan tentangku?”
“Kenapa aku tidak sepintar dan semenarik mereka?”
“Kenapa aku tidak merasa senang dengan kehidupan yang sedang kujalani?”
“Kenapa orang-orang tidak mau memahamiku?”
“Apa yang terjadi padaku jika aku terus menunda-nunda pekerjaanku?”

Disadari atau tidak, pikiran-pikiran seperti itu yang seringkali kita pertanyakan. Membuat kita terus-menerus memikirkannya bahkan terlalu memikirkannya meski orang lain menganggap hal tersebut sepele, bukan sesuatu hal penting untuk dipikirkan. Dalam psikologi hal ini disebut dengan overthinking.

Secara harfiah overthinking yaitu terlalu memikirkan dan terlalu sering mempertimbangkan arti, penyebab, dan konsekuensi dari perasaan yang tengah seseorang rasakan. Pun masalah yang tengah dihadapinya. Overthinking terjadi ketika sebuah atau sekumpulan pikiran mengendap dalam diri seseorang, tetapi orang tersebut tidak mempunyai solusi apapun untuk memecahkan pikiran tersebut. Bahkan membuat pikiran yang awalnya sederhana menjadi sesuatu masalah yang besar bagi diri orang tersebut. Hal ini juga terjadi ketika seseorang tidak dapat berhenti memikirkan kejadian, seseorang, atau sesuatu yang terjadi di masa lalu. Daripada mencari solusi, orang tersebut lebih memilih memikirkannya hingga pada akhirnya hal-hal yang mengganggu tersebut tidak dapat keluar dari pikirannya.

Ketika seseorang overthinking, biasanya berupa pikiran yang negatif tentang apa yang tengah dialami atau dirasakan. Tidak heran jika hal tersebut membuat seseorang menjadi terlihat begitu khawatir. Ada beberapa tanda seseorang termasuk orang yang terlalu memikirkan sesuatu atau overthinker. Pertama, masalah yang tengah dihadapi tidak terlepas dari pikirannya, sekalipun orang tersebut akan tidur. Maka banyak overthinker yang mengalami insomsia atau sulit untuk tidur. Kedua, ketakutan dan kekhawatiran atas apa yang terjadi pada seseorang terus-menerus menghantui kehidupannya. Ketiga, mempunyai harga diri yang rendah serta penuh keraguan. Keempat, overthinker cenderung hidup dengan banyak penyesalan. Pun orang tersebut percaya bahwa dirinya akan melakukan kesalahan yang sama.

Untuk menangani overthinking, ada tiga cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Mengatur pikiran
    Sebelum mengatasi overthinking, perlu diketahui terlebih dulu pikiran apa yang terjadi ketika sesuatu hal terjadi. Setelah itu catat bagaimana perasaan yang tengah dirasakan setiap harinya. Lalu tantang pikiran secara otomatis dengan mengingat bahwa tidak semua yang dipikiran merupakan fakta yang terjadi. Selanjutnya gantilah pikiran yang salah tersebut dengan fakta yang sesungguhnya.
  2. Mengatasi rasa takut
    Rasa takut dapat diatasi dengan melatih teknik relaksasi, mencari cara untuk mendistraksi dirimu dengan hal-hal positif. Seperti merajut atau membuat kerajinan tangan lainnya. Selanjutnya tuangkan pikiranmu ke dalam tulisan sebab tulisan merupakan cara yang efektif untuk memproses pikiran. Langkah terakhir untuk mengatasi rasa takut yaitu melakukan sesuatu yang dapat membuat senang. Seperti pergi keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain.
  3. Mengubah pola pikir
    Langkah pertama dari mengubah pola pikir adalah mengubah pandangan akan sebuah kegagalan. Caranya dengan menyadari bahwa terkadang tidak semua hal berjalan sesuai dengan keinginan. Mengubah pemikiran bahwa kegagalan bukan merupakan sebuah akhir, melainkan awal untuk pilihan baru, kesempatan baru, dan cara yang baru dalam hidup. Selanjutnya cobalah untuk tidak berdiam dalam masa lalu. Ambil pelajaran dari masa lalu, tetapi cobalah lepaskan kenangan dari masa lalu yang mungkin akan menganggu dan menjadikan overthinking. Terakhir, sadari bahwa seseorang tidak dapat memprediksi masa depan.

Dalam hidup kita memang tidak pernah lepas dari pikiran-pikiran yang menghantui. Baik hal tersebut sepele atau memang masalah besar yang memang penting untuk dipikirkan sehingga menjadi overthinking. Namun, bukan berarti kita tidak dapat menangani overthinking yang sedang kita alami itu. Satu yang pasti, jangan biarkan diri kita terlarut dalam pikiran yang kita buat sendiri. Terlebih pikiran tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.


Referensi:
1Avoiding Overthinking and Social Comparison-Activity Three, diakses dari http://www.physiosouth.co.nz pada tanggal 13 Juni 2017
2Thompson, Larry W & Powers, David V. 2006. Cognitive-Behavioral Therapy for Late-Life Depression: A Therapist Manual
3Sasson, Remez. What is Overthinking and How to Overcome It. Diakses dari http://www.successconsciousness.com/blog/inner-peace/what-is-overthinking-and-how-to-overcome-it/ pada tanggal 13 Juni 2017
4Diakses dari https://www.powerofpositivity.com/5-signs-youre-an-overthinker/ pada tanggal 13 Juni 2017

Sumber Gambar:
https://cdn.powerofpositivity.com/wp-content/uploads/2015/12/overthinking-immediately-stop.jpg

%d bloggers like this: