“Orang-orang mengatakan bahwa menjadi perfeksionis adalah sebuah kesalahan. Namun, kurasa itulah yang senantiasa mendorongku.” – Paula Garces

Sifat perfeksionis dinilai “keren” bagi sebagian orang. Memiliki standar yang tinggi dan usaha yang keras untuk mencapai kesempurnaan menunjukkan etika kerja yang baik dan kuatnya karakter seseroang. Ini juga mendorong seseorang untuk mencapai puncak level performansi dan mendapatkan sesuatu yang tidak mudah diraih orang lain.

Namun, di sisi lain, sifat perfeksionis melibatkan kecenderungan untuk menetapkan standar yang terlalu tinggi hingga tidak bisa diraih. Ketika tidak dapat mencapai target yang diinginkan, seorang perfeksionis akan terjebak dalam perasaan menyalahkan diri sendiri, merasa payah, dan tidak berharga. Ini dapat menjadi sumber depresi, kecemasan, anoreksia (gangguan makan), hingga rusaknya hubungan.

Pada suatu tingkatan, menjadi perfeksionis memang merupakan suatu hal yang baik karena dapat menjadi menimbulkan motivasi dan semangat. Akan tetapi, pada tingkatan yang lebih, dapat mengganggu kesehatan mental, memperburuk hasil pekerjaannya, hingga merusak hubungan dengan relasinya. Lalu, bagaimana caranya agar dapat menjadi seorang perfeksionis yang sehat mental dan bahagia? Yuk, simak tips berikut ini!

Pahami sifat perfeksionismu dan pengaruhnya

Jika Anda memang seorang perfeksionis, sebaiknya Anda menyadari bahwa sifat tersebut memang ada pada diri Anda. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi Anda untuk menilai seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan pada kehidupan sehari-hari dan bagi orang-orang di sekitar Anda. Memperkirakan pengaruh dan dampak negatif yang dapat muncul dapat membantu Anda untuk mengontrol kadar sifat perfeksionis di tahap wajar.

Cobalah menurunkan standar

Seorang perfeksionis seringkali memasang target yang terlalu tinggi hingga berada di luar jangkauannya. Cobalah sedikit menurunkan standar menjadi lebih realistis. Misalnya, Anda mengubah target untuk mencoba meraih 80% daripada 100%. Menurunkan standar bukan berarti menurunkan kualitas. Bisa jadi 80% bagi Anda adalah 100% bagi orang lain.

Terima kesalahan!

Menerima kesalahan memang bukan suatu yang mudah. Bagi kebanyakan orang, kesalahan adalah suatu hal yang tidak diinginkan dan tidak bisa diterima. Akan tetapi, sadarilah bahwa kesalahan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari. Anda dapat membuat kesalahan tersebut sebagai pelajaran dan evaluasi untuk menjadi lebih baik ke depannya!

Jangan menilai dirimu dari hasil dan penghargaan

Nilai seseorang tidak hanya dilihat dari sejumlah prestasi dan penghargaan yang dia raih. Setiap orang memiliki kelebihan dan kualitas yang berbeda-beda, di bidang yang berbeda-beda pula. Begitu pula dengan Anda! Cobalah menerima dan mengakui kelebihan Anda yang mungkin berbeda dari orang lain.

Perlakukan dirimu dengan baik

Bukankah Anda akan memperlakukan orang yang Anda sayangi dengan spesial dan penuh kasih sayang? Perlakukan diri Anda seperti itu pula! Anda pantas mendapatkannya, meskipun Anda melakukan kesalahan dan gagal meraih target. Dengan menghargai diri sendiri, Anda akan lebih positif dalam memperbaiki kesalahan dan lebih mudah untuk melangkah maju. Sudah siap untuk menjadi seorang perfeksionis bahagia? Selamat mencoba!


Sumber data tulisan

https://www.anxietybc.com/sites/default/files/Perfectionism.pdf

6 STEPS FOR HOW TO LIVE AS A HAPPY PERFECTIONIST

https://psychcentral.com/blog/archives/2011/05/31/10-steps-to-conquer-perfectionism-2/

Sumber gambar: http://nymag.com/scienceofus/2016/12/in-2017-pursue-meaning-instead-of-happiness.html

 

 

%d bloggers like this: