The Bling Ring: Obsesi Menjadi Populer. Salahkah?

“Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan. Aku pikir, mereka itu temanku. Semua berawal dari pilihan buruk ketika memilih dengan siapa kau akan berteman.”

– Nikki (Emma Watson)

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.  Banyak perubahan yang terjadi, baik biologis, kognitif maupun sosial. Tidak mengherankan jika remaja mengeksplor apa saja yang ada disekitar mereka untuk mencapai kematangan identitas dirinya. Akan tetapi, bagaimana jika dalam pencarian identitas, remaja justru terjebak dengan tindakan kriminal?

The Bling Ring bercerita tentang sekelompok remaja yang terdiri dari 5 orang, yaitu: Nikki (Emma Watson), Chloe (Craile Julien), Marc (Israel Broussard), Sam (Tarissa Farmiga) dan Rebecca (Katie Chang) yang rela melakukan apapun demi diterima teman-teman sebayanya. Segala hal rela mereka lakukan. Mulai dari rokok, narkoba, seks bebas bahkan mencuri. Rebecca (Katie Chang) yang mendominasi kelompok tersebut, memberi ide untuk menjarah rumah-rumah artis ternama yang sedang kosong. Marc (Israel Broussard) sebagai teman barunya, awalnya sangat ketakutan dengan aksi tersebut, namun ketakutan tersebut berubah menjadi suatu kesenangan yang akhirnya dilakukan berulang dan menjadi suatu tantangan yang tidak biasa bagi mereka dengan tujuan mendapatkan uang, pakaian dan perhiasan, mengenakannya, hingga meng-upload barang curian tersebut di media sosial seperti Facebook.

Hal tersebut dilakukan bukan karena mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu, tetapi karena popularitas, ingin diakui dan ingin diterima teman sebaya.

Pengasuhan orang tua juga disoroti dalam film ini.  Lihat saja apa yang terjadi dalam keluarga Nikki. Selama ini orang tua Nikki telah berupaya menanamkan nilai-nilai spritual pada anak-anaknya. Tidak hanya itu, mereka juga memperhatikan perkembangan karakter anak dengan baik. Namun terdapat sebuah hal yang tidak juga, orang tua Nikki ternyata juga memberikan sebuah suplemen yang diminum tiap hari oleh Nikki. Suplemen tersebut adalah Adderall, pil yang digunakan untuk individu dengan ADHD dalam mengontrol aktivitas dan meningkatkan atensi. Padahal,  anak-anaknya bukanlah seorang ADHD.  Bisa dibayangkan bagaimana efeknya untuk Nikki?

Kisah Nyata Kehidupan Remaja

Kabarnya, The Bling Ring merupakan film yang diadaptasi dari kisah nyata. Film garapan Sofia Coppola ini  tidak hanya hadir untuk memberi gambaran dunia remaja dan masa pencarian jati dirinya, tetapi juga menyoroti fenomena yang benar-benar terjadi. The Bling Ring benar-benar sebuah gang remaja di Amerika Serikat. Kabarnya, mereka pernah melakukan pencurian pada beberapa rumah selebriti yang ada di Hollywood.

Egosentrisme remaja merupakan fenomena yang bisa mewakili konflik dalam film ini.  Inilah sebuah fase dimana perhatian dari lingkungan merupakan hal yang dianggap sangat penting. Remaja begitu mengagungkan  perhatian publik. Selain itu juga bersikap egosentris dengan menganggap dirinya paling baik. Mendapat perhatian, kesenangan, dan popularitas diantara teman sebaya adalah hal yang menjadi keinginan mereka.

Fenomena yang terjadi dalam film ini seolah mengajak kita untuk memahami dunia remaja lebih dalam. Tidak pernah mudah untuk menjadi remaja. Akan ada banyak perubahan, pertanyaan, sekaligus tuntutan lingkungan dan pertemanan dalam masa transisi ini. Menurut sebuah penelitian, terdapat standar yang berlaku dalam pergaulan remaja. Standar tersebut dinilai penting bagi para remaja dalam menjaga eksistensi pergaulan. Fase remaja bisa dikatakan sebagai titik kritis yang menuntut perhatian dan bimbingan penuh dari orang-orang sekitar, terutama orang tua.  Tentu saja, kepedulian dan kasih sayang sangat diperlukan agar remaja lebih bijak dan berhati-hati dalam bertindak. Terkadang musuh utama remaja adalah ego mereka sendiri. Jadi, jangan pernah lelah untuk belajar  mengontrol ego dan emosi ya!


Informasi Film

Judul                      : The Bling Ring

Genre                     : Crime, Drama

Sutradara             : Sofia Coppola

Produser               : Sofia Coppola

Aktor                      : Emma Watson, Craile Julien, Israel, Tarissa Farmi, Katie Chang

Rilis                         : 21 Juni 2013

Bahasa                   : Inggris

Durasi                     : 90 menit

 

Sumber Data Tulisan

  1. Santrock, J. W. (2012). A Topical Approach to Life-Span Development Sixth Edition. New York: McGraw Hill.
  2. Adderall dapat diakses di : http://www.everydayhealth.com/drugs/adderall
  3. Sekilas tentang film The Bling Ring http://hot.detik.com/movie/read/2014/11/04/103846/2738209/218/the-bling-ring-tragedi-remaja-abad-xxi
  4. Kisah nyata The Bling Ring dapat dibaca di http://www.metanews-id.com/2013/05/the-bill-ring-hollywood-dihantui-oleh.html
  1. Egosentrisme Remaja dilihat dari : Santrock, John. (2003). Adolescence. Jakarta : Erlangga.
  2. Informasi Film dapat diakses di : http://m.imdb.com/title/tt2132285/

By: Rinesha Tiara Romauli Siahaan

Gambar : rmitcatalyst.com

Rinesha Tiara Romauli Siahaan

S1 Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan. Memiliki minat dalam dunia perkembangan anak dan remaja.

%d bloggers like this: