“Apa yang kau rasakan, juga kurasakan di hatiku. Ada banyak hal yang tidak bisa kita lihat dengan mata kita tapi kita mengetahuinya di dalam hati kita.”

– Song

Cinta, sebuah kata yang tidak pernah bosan untuk dibahas, dibicarakan, ataupun dijadikan inspirasi. Mencintai seseorang dapat dari mana saja, berawal dari apapun. Baik sederhana maupun kompleks. Seperti yang diceritakan dalam film The Teacher’s Diary ini yang mengisahkan tentang cinta yang sederhana dan juga kompleks. Sekolah Baan Gaeng Wittaya

Film besutan Nithiwat Tharatorn ini mengisahkan tentang kisah cinta yang berawal dari sebuah buku harian. Song (Sukrit Wisetkaew), seorang pegulat yang beralih profesi menjadi guru mencoba melamar pekerjaan ke Sekolah Baan Gaeng Wittaya. Namun, sang kepala sekolah justru menugaskan Song ke Sekolah Rumah Kapal. Salah satu cabang sekolah tersebut yang berada di tengah laut suatu daerah terpencil. Sesampainya di sana, Song tidak sengaja menemukan sebuah buku harian yang ternyata milik pengajar lama sekolah tersebut.

Ketika hari pertama sekolah tiba, Song sangat terkejut karena muridnya hanya empat orang. Akan tetapi, dari mereka Song tahu bahwa pemilik buku harian tersebut bernama Ann (Laila Boonyasak). Song begitu penasaran dengan wajah Ann sehingga hampir setiap hari dia membaca buku tersebut sebelum mengajar. Berkat buku harian itu Song menjadi mengerti cara yang tepat untuk mengajar keempat muridnya tersebut. Namun, siapa sangka, berawal dari buku harian tersebut, Song mulai jatuh cinta dengan sosok Ann. Perempuan yang belum pernah ditemuinya.

Usai ujian semester keempat muridnya, Song menemui Kepala Sekolah Baan Gaeng Wittaya untuk menyerahkan hasil ujian mereka. Namun, sang kepala sekolah justru marah karena hasil ujian empat muridnya yang begitu buruk dan mengancam akan mencabut kontrak kerjanya. Song tidak terima dan bertekad kalau muridnya dapat melewati ujian semester depan dengan nilai yang bagus. Song juga bertanya mengenai keberadaan Ann. Akan tetapi Song harus menelan kekecewaan karena Ann akan segera menikah dengan Nui (Sukollawat Kanaros), pacarnya. Song begitu patah hati hingga memutuskan untuk menceburkan diri ke dalam air. Di satu sisi, hubungan Ann dan Nui kembali renggang karena Nui yang begitu posesif. Hal itu diperparah dengan pengakuan Nam, sahabat Ann yang mengaku sedang mengandung anak Nui. Ann marah besar, lalu memutuskan keluar dari sekolah barunya dan kembali ke Sekolah Rumah Kapal. Setibanya di sana, Ann kembali menemukan buku hariannya yang telah diisi curahan hati Song. Dari situ Ann tahu kalau ada seseorang yang hatinya hancur ketika dia bersama orang lain.

Film ini terbilang cukup unik karena menceritakan kisah cinta yang hanya berawal dari benda, sebuah buku harian. Antara Song dan Ann. Menonton film ini membuat kita menyadari bahwa cinta tidak hanya berasal dari ketertarikan secara fisik, tetapi juga datang dari kebaikan yang pernah dilakukannya. Selain itu, pesan yang dapat dipetik dari film ini yaitu mencintai seseorang dapat memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Dalam cinta, ada tiga komponen yang pernah dikemukakan oleh Stenberg, yaitu intimacy, passion, dan komitmen1. Jika ditilik dari teori tersebut, cinta Song kepada Ann hanya terdiri dari dua komponen, yaitu intimacy dan passion. Walaupun tidak dekat secara fisik, tetapi buku harian tersebut membuat Song merasa lebih dekat dengan Ann. Secara tidak langsung Ann menjadi pendorong Song untuk menjadi guru yang lebih baik lagi. Selain itu, walaupun tidak diceritakan secara langsung bahwa Song ingin memiliki Ann, tetapi Song tetap merasa patah hati saat mengetahui Ann akan menikah.  Kategori cinta yang dimiliki Song termasuk romantic love, karena terdiri dua komponen tersebut. Hubungan cinta mereka pun tidak terikat secara fisik, melainkan secara emosional.

Cinta memang tidak dapat diduga dari mana asalnya, dan kepada siapa. Untuk dapat membuat seseorang mencintai kita pun tidak perlu dengan terlalu sering mempercantik atau memperbagus diri. Namun cukup dengan berbuat kepada orang lain.


Sumber Data Tulisan

1Stenberg, Robert J. 1986. A Triangular Theory of Love. Psychological Review, 93, 2, 119-135

Judul: The Teacher’s Diary

Pemain: Laila Boonyasak, Sukrit Wisetkaew, Sukollawat Kanaros, Chutima Teepanat

Genre: Drama

Sutradara: Nithiwat Tharatorn

Tanggal Rilis: 20 Maret 2014

Durasi : 105 menit milik Ann, pengajar lama sekolah tersebut

Distributor: GTH Company Movie

By: Apriastiana Dian Fikroti

Featured Image Credit: http://uschina.usc.edu/Files/images/201412/teachersjourney2

 

Total
34
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

%d bloggers like this: