“Semua orang mempunyai secarik berita baik dalam dirinya. Berita baiknya adalah Anda tidak tahu betapa luar biasa diri Anda, seberapa besar Anda bisa mencintai, seberapa besar yang bisa Anda raih, dan seberapa besar potensi Anda.” (Anne Frank)

Anda menyadari bahwa salah satu anak dari seseorang yang Anda kenal sudah dalam umur yang mengharuskannya sudah bisa berbicara, tetapi anak tersebut ternyata belum bisa. Sebagian orang berpikir,

“Mungkin belum saatnya…”
“Yah, sebagian anak lebih cepat belajar membaca, sebagian anak lain lebih cepat berbicara, tidak ada yang perlu di khawatirkan”

Namun apabila kemampuan bicara anak tersebut jauh tertinggal dengan teman-teman sebayanya, mungkin Anda perlu khawatir.

Dalam masa pertumbuhan, anak-anak tidak hanya mempelajari tentang bagaimana cara membaca, menulis, dan berjalan. Namun, anak-anak juga akan mempelajari hal-hal yang tidak terlihat secara fisik seperti berbicara, mengenal maksud dari sebuah perkataan, dan lain sebagainya. Tidak menutup kemungkinan seorang anak tidak dapat berbicara sesuai jadwal pertumbuhan anak pada umumnya. Hal itu dapat disebut sebagai Speech Delay atau penundaan kemampuan berbicara. Sebelum Anda mendiagnosis seorang anak mengalami speech delay, mungkin Anda bisa mendiskusikannya lebih lanjut dengan pertimbangan-pertimbangan di bawah ini.

Pada umumnya, anak-anak umur 1 tahun sudah bisa berbicara satu kata seperti kata “mama” atau “papa” tanpa mengerti maksudnya. Kemudian kombinasi antara dua kata pada umur 18 bulan sampai 2 tahun. Beranjak umur 3 tahun, anak sudah bisa berbicara kurang lebih tiga kata dalam satu kalimat. Jika seorang anak membuat gerakan dan bisa mengikuti arahan, seperti “Taruh itu di atas meja” atau “Taruh barangnya di bawah kursi”. Hal itu pertanda baik karena mengindikasikan pemahaman dan kemampuan komunikasi.

Evaluasi terhadap anak dibutuhkan jika lebih dari umur 2 tahun dan kemampuan komunikasi tidak berkembang seperti pada umumnya. Kelemahan-kelemahan yang dimaksud antara lain:

  • Hanya bisa meniru perkataan atau tindakan, tetapi tidak bisa menghasilkan kata-kata atau tutur kata secara spontan.
  • Berbicara hanya kata-kata tertentu secara terus menerus dan tidak bisa menggunakan bahasa lisan untuk mengatakan hal yang bersifat mendesak.
  • Tidak dapat mengikuti perintah sederhana.
  • Mengeluarkan suara yang tidak biasa seperti bunyi serak atau bunyi sengau.
  • Orang dewasa seharusnya sudah bisa mengerti setengah dari perkataan anak 2 tahun dan tiga per empat dari perkataan anak 3 tahun. Bahkan di umur 4 tahun, seorang anak pada umumnya sudah bisa dipahami perkataannya, meskipun mereka adalah orang asing.

Terkadang alasan dibalik anak yang mengalami speech delay adalah keturunan dan temperamen yang membuat kemampuan bahasa terlambat berkembang. Kebanyakan orang tua terlalu awal menawarkan bantuan terhadap anaknya seperti “Apakah kamu mau mengambil botolmu?” atau “Apakah kamu mau jalan-jalan kesana?”. Padahal lebih baik orang tua menunggu sebentar untuk membiarkan anak mereka mengatakan keinginannya sendiri.

Pada dasarnya setiap anak memiliki kamampuan bahasa, jika mereka terlambat mengembangkannya, jangan ragu untuk menemui dokter anak-anak untuk melakukan terapi bicara atau mengevaluasinya lebih jauh. Selain itu ada beberapa terapi yang bisa membantu anak dengan speech delays untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya. Sebelum umur dua setengah tahun, perdengarkan suara Anda sesering mungkin dengan membacakan buku, menyanyikan lagu-lagu, dan menanyakan beberapa pertanyaan untuk membuat percakapan. Bermain meniup gelembung sabun juga dapat membantu mengembangkan otot-otot mulut, atau bermain telepon dan berpura-pura berbicara satu sama lain lewat telepon. Intinya, sering-seringlah mengundang banyak percakapan dalam melatih kemampuan komunikasi anak. Banyak anak yang berhasil keluar dari masalah ini, tidak terkecuali tokoh besar seperti Albert Einstein. Anak Anda bisa menjadi salah satunya.


Referensi:
1Section 5: Middle and Late Childhood/ E-book: Life-Span Development
2Kids Health: Delayed Speech or Language Development/ http://kidshealth.org/en/parents/not-talk.html
3Parenting: Guide to Speech Delays/ http://www.parenting.com/article/speech-delays

Sumber foto:
https://static.pulse.ng/img/incoming/origs6767745/5266361571-w644-h960/Keeping-Kids-Quiet-During-Services.jpg

%d bloggers like this: