“Mencintai diri sendiri tidak hanya berhubungan  diri yang tampak di luar. Ini tentang bagaimana menerima diri seutuhnya.”

– Tyra Banks

Jika Anda mengetahui acara televisi America’s Next Top Model (ANTM) ataupun Asia’s Next Top Model (AsNTM), Anda pasti tidak akan asing dengan sosok ini. Siapa yang menyangka bahwa Tyra Lynne Banks, pembawa acara sekaligus produser reality show ini, dulunya pernah menjadi korban bullying di sekolahnya?

Memiliki fisik yang unik adalah sebuah keistimewaan karena tidak semua orang memilikinya. Tidak mengherankan bila Tyra Banks pernah mendapatkan “perlakuan khusus” dari teman-temannya saat ia berada di sekolah menengah.

“Orang-orang memanggilku Olive Oil, Lightbulb Head, dan Fivehead, karena ukuran dahiku sangat besar dibanding yang lainnya,” ungkap Tyra saat diwawancara oleh majalah GQ.

Tidak hanya bentuk kepalanya yang dirasakan unik, super model kelahiran 4 Desember 1973 ini juga mengalami bully karena bentuk tubuhnya yang terlalu kurus. Saat ia berusia 11 tahun, tinggi badannya bertambah 7 cm dan berat tubuhnya berkurang sekitar 13 kg dalam tiga bulan. Ia tampak seperti seorang gadis yang sakit dan lemah dengan tubuh yang begitu tinggi dan berat hanya mencapai 44 kg.

“Aku tidak sakit, tapi orang-orang mengira ada yang salah padaku. Aku menjadi bahan tertawaan. Aku membenci pantulan diriku saat aku berdiri di depan cermin. Aku mencoba untuk menelan makanan banyak-banyak agar beratku bertambah.”

Anak dari Don Banks dan Carolyn ini mengatakan bahwa ia mendapat julukan “Si Jerapah” oleh teman-teman karena kondisi tubuhnya ini. Ejekan dan perlakuan negatif yang ia alami selama masa sekolah membuatnya merasa tidak percaya diri dan sendirian. Tyra bahkan sempat berpikiran bahwa menjadi berbeda adalah hal yang salah dan tidak cantik.

Bangkit dan Bersinar

Dari seorang perempuan yang tidak percaya diri hingga menjadi seorang supermodel yang dikagumi banyak orang, tentu saja hal ini tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Orang-orang terdekat Tyra memiliki peran yang penting dalam proses penerimaan diri terhadap tubuhnya hingga ia jadi lebih percaya diri.

Perempuan kelahiran California ini mulai menapaki dunia modelling saat usianya 17 tahun. Selain karena postur badannya yang unik, ia juga sempat mengalami diskriminasi karena warna kulitnya. Seventeen adalah majalah pertama yang menampilkan potret dirinya. Setelah lulus SMA, ia mendapat tawaran kontrak sebagai model peragaan busana di catwalk.

Tidak hanya di dunia fashion, Tyra Banks juga terjun di dunia akting. The Fresh Prince of Bel-Air, Love & Basketball dan Coyote Ugly merupakan film-film yang pernah ia bintangi. Sementara Life Size merupakan film produksi Disney yang sukses membuat namanya semakin melambung.

Pada tahun 2003, Tyra Banks memproduksi sebuah acara TV yang masih bertahan hingga saat ini, America’s Next Top Model (ANTM). Terhitung untuk program ini, 20 season sudah dilalui dan tidak pernah membuat penonton setianya bosan. Dalam perkembangannya, program ini bertambah menjadi Asia’s Next Top Model (AsNTM), Britain’s Next Top Model (BNTM), Australia’s Next Top Model, dan Africa’s Next Top Model. Tidak hanya itu, Tyra juga sempat memiliki program talkshow unggulan,  The Tyra Show di tahun 2005. Sayangnya, program ini hanya bertahan selama lima tahun.

TZONE dan Harapannya untuk Remaja Perempuan

Kesibukannya di dunia entertain tidak lantas membuatnya lupa dengan pendidikan.  Di tahun 2012, Tyra Banks berhasil menyelesaikan program pendidikannya di Harvard Business School. Ia mengambil kelas di bidang manajemen, bisnis, dan kepemimpinan.

Sekarang Tyra bersyukur pernah merasakan bagaimana rasanya berjuang melawan bullying dan perasaan tidak percaya diri.

“Meski di kemudian hari berat tubuhku lebih baik dan aku menjadi supermodel, aku masih bisa mengingat bagaimana rasanya dijadikan bahan olokan.”

Pengalaman inilah yang mengajarkannya nilai-nilai kebaikan, kebutuhan atas penguatan positif, dan kemampuan untuk menghargai kekurangannya.  Hal ini pula yang membuatnya mendirikan sebuah yayasan untuk perempuan, TZONE Foundation. Yayasan ini memiliki visi untuk mewujudkan mimpi dan menemukan kemungkinan yang terpendam dalam diri para perempuan, serta siap menghadapi tantangan dalam hidup dengan lebih tangguh.

Akan selalu ada sisi positif di tiap masa lalu yang buruk. Menjadi korban bullying dan krisis kepercayaan diri yang dialami oleh Tyra Banks tidak lantas membuatnya menyerah. Berkat dukungan orang-orang di sekelilingnya, Tyra menjadi lebih percaya diri dan menerima kekurangan yang ia punya. Bukannya menyangkal, ia justru merengkuh erat kekurangan dan mengubahnya menjadi kekuatan baru yang jauh lebih besar.


Sumber data tulisan:

  1. In their own words, 16 celebrities who survived bullying http://www.huffingtonpost.com/marlo-thomas/celebrities-who-survived-bullying_b_3367046.html
  2. Tyra Banks’ biography http://www.biography.com/people/tyra-banks-16242328
  1. Tyra Banks’ Social foundation http://tzonefoundation.org/
  1. http://www.ibnlive.com/news/india/tyra-banks-was-bullied-in-school-for-being-skinny-509042.html
  2. http://www.vogue.co.uk/news/2011/03/15/tyra-banks-furthering-her-education-at-harvard-university

By: Nisrina Putri

Sumber gambar:

http://tzonefoundation.org/

 

%d bloggers like this: