Waspada Blue Whale Challenge, Permainan Menyakiti Diri Sendiri yang Berujung pada Kematian

“Kata-kata. Begitu kuat. Mereka bisa menghancurkan hati atau menyembuhkannya. Mereka bisa membuat jiwa malu atau memberikan energi. Mereka bisa menghalangi koneksi atau mengundangnya. Mereka bisa menciptakan pertahanan atau melelehkan. Kita harus menggunakan kata-kata secara bijak” – J. Brown

Akhir-akhir ini publik sedang digemparkan dengan permainan “Blue Whale Challenge” atau tantangan paus biru yang beredar di dunia maya. Dibandingkan dengan permainan “challenge” kebanyakan, permainan ini merupakan permainan yang paling membahayakan dan berujung pada kematian. Permainan ini berawal dari Rusia dan diduga menjadi salah satu dalang dari kematian ratusan remaja di sana. Alasan diberikannya nama permainan ini karena merujuk pada perilaku sejumlah paus biru yang sengaja mendamparkan diri ke pantai dan mati Tidak hanya di Rusia saja, kini permainan Blue Whale Challenge telah berkembang di beberapa negara.1

Blue Whale Challenge merupakan sebuah permainan yang berisi tantangan dengan instruksi yang diberikan secara online, yang mana para pemainnya akan diminta oleh admin untuk melakukan berbagai tindakan seperti menyakiti diri sendiri hingga mengakhiri hidup dengan cara yang tragis. Ketika pemain mendaftar, maka pemain telah setuju untuk mengikuti semua instruksi selama 50 hari via chat tertutup (Whatsapp, Skype) dan tidak boleh mengundurkan diri. Pemilihan pemain juga tidak tanggung-tanggung, admin akan memeriksa latar belakang dari calon pemain seperti wawancara dan mengecek media sosial apakah mereka memang bermasalah atau tidak.

Permainan ini diawali dengan mengukir tanda F57 di tangan, menonton film horor dan menakutkan, melukai diri sendiri seperti mengukir gambar paus di bagian tubuh terutama tangan dan kaki dengan silet atau pisau, tidak boleh berbicara pada siapapun sepanjang hari, bangun pukul 4.20 pagi dan melakukan instruksi yang diberikan oleh admin. Di hari ke 50, instruksi tersebut akan berakhir dengan perintah bunuh diri pada pemainnya. Semua itu harus dilaporkan kepada admin lewat foto atau video yang dikirimkan. Intinya semua permainan itu merupakan permainan yang menyakiti diri sendiri dan para pemain telah bersedia untuk melakukannya.

Flipp Budeykin, diduga pembuat permainan ini2
Banyak yang meragukan kebenaran bahwa berita ini hanyalah mitos media sosial yang dibesarkan-besarkan tanpa bukti yang kuat. Terlepas dari apakah berita itu benar atau tidak, namun sudah banyak korban yang berjatuhan. Di Indonesia sendiri belum terdengar kabar orang yang melakukan permainan ini. Target dari permainan ini adalah remaja yang labil, putus asa, dan memiliki masalah di rumah. Pelaku dari permainan ini diketahui bernama Flipp Budeykin yang diduga menciptakan permainan mematikan ini, memiliki gangguan bipolar dan ternyata ia dirawat di rumah sakit St. Petersbug. Flipp sendiri memiliki latar belakang yang kurang bahagia seperti sering mengalami kegagalan dan kekerasan dalam hidupnya. Hal ini yang memicu Flipp untuk membuat permainan ini demi memuaskan hasratnya dengan memberikan rasa sakit dan tersiksa kepada orang lain.

Mengapa bisa terjadi dan bagaimana menghadapinya
Berdasarkan data dari Kantor Kejaksaan Agung di Rusia, sekitar 62% kasus bunuh diri di kalangan remaja dikaitkan dengan konflik keluarga dan tekanan umum seperti konflik dengan guru, teman sekelas, sahabat, dan juga ketakutan akan kekerasan oleh orang dewasa dan ketidaksenangan dari orang lain.3 Menurut Psikolog Marina Slinkova, jika remaja dalam kondisi baik-baik saja dalam hidupnya dan tidak memiliki masalah ketika terlibat dalam kelompok seperti ini maka mereka tidak akan terpikir bahwa isu seperti ini akan mengambil alih pikirannya untuk melakukan tindakan ekstrim.

Akan tetapi jika remaja tersebut merasa tidak ada yang bisa diajak bicara dan merasa sendirian, maka orang-orang semacam ini akan mendapatkan dukungan justru ketika tergabung dengan kelompok ini.4 Hal ini disebabkan karena mereka sama-sama saling menemukan orang yang memiliki permasalahan yang sama dengan apa yang mereka alami. Dari situ maka bisa disimpulkan bahwa komunitas blue whale beranggotakan orang-orang yang sama-sama memiliki masalah, memiliki nasib yang sama, sayangnya kelompok ini mengarah pada tindakan ekstrim.

Dengan adanya fenomena kelompok Blue Whale Challenge, orang tua harus waspada dan memantau aktifitas anak-anak mereka dengan mengecek media sosial yang mereka mainkan. Permainan ini termasuk aksi penindasan yang dilakukan lewat dunia maya (cyberbullying) dengan tugas sedemikian rupa yang membuat situasi semakin buruk dan meningkatkan resiko bunuh diri pada mereka. Pihak sekolah juga dihimbau untuk memberikan penyuluhan kepada murid-murid di sekolah seperti memberi kesempatan kepada murid yang memiliki masalah pribadi untuk berkonsultasi kepada guru bimbingan konseling.

Jangan anggap remeh orang-orang yang mengatakan bahwa mereka ingin bunuh diri karena ucapan mereka bukanlah hal yang main-main. Jika mereka mengatakan itu bukanlah tidak mungkin bahwa mereka sering memikirkan tindakan untuk bunuh diri, mereka hanya menunggu kesempatan untuk melakukannya. Anda tidak boleh menganggapnya hanya sekedar ucapan belaka. Tanyakan apa yang sedang mereka alami, orang-orang seperti ini sebenarnya butuh dukungan dari orang-orang terdekatnya mengenai permasalahan mereka alami. Dukungan yang tepat akan membantu mereka melewati permasalahan yang mereka hadapi.


Referensi:
[1]Para Orang tua, Waspadai Blue Whale Challenge di Media Sosial. Artikel line. https://today.line.me/id/article/048b8233f2b90011153b4fb46bb4dad8d3a8bfba26334ad58fa6f98fafd0bb06
[2]Fenomena Blue Whale Challenge dan Kerusakan Jiwa. Artikel Kompasiana. http://www.kompasiana.com/tareq/fenomena-blue-whale-challenge-dan-kerusakan-jiwa-remaja_59102befad7e61e849e36c86
[3]‘Blue Whale’ Game Responsible for Dozens of Suicides in Russia? Artikel. http://www.snopes.com/blue-whale-game-suicides-russia/
[4]Sergei Khazov. (21 Februari 2017). Teen ‘Suicide Games’ Send Shudders Through Russian – Speaking World. Artikel. https://www.rferl.org/a/russia-teen-suicide-blue-whale-internet-social-media-game/28322884.html

Sumber gambar :
http://nymag.com/scienceofus/2015/04/stock-images-of-suicidal-people-are-ridiculous.html

%d bloggers like this: