“Ketika mulut satupun tak memiliki kata. Sesungguhnya hati sedang berkata sejuta kata.” – Anonim

Apakah Anda sudah sering mendengar tentang ekstrover atau introver? Kalau begitu, Anda memiliki kepribadian ekstrover atau introver?

Di dunia ini ada dua kepribadian besar, yaitu ekstrover dan introver. Orang dengan kepribadian ekstrover adalah orang yang perhatian dengan lingkungan di luar dirinya, termasuk orang dan aktivitas di sekitar dirinya.

Orang dengan kepribadian ekstrover adalah tipe seseorang yang dapat belajar sesuatu dengan mudah. Orang dengan kepribadian ekstrover juga tidak segan untuk membagi ide serta masalahnya kepada orang lain. Menurut penelitian, 50% hingga 74% dari populasi manusia di dunia merupakan orang kepribadian ekstrover.

Selain itu, ekstrover adalah kepribadian yang memiliki sifat khas yang ditunjukkan dengan sangat responsif terhadap lingkungan sekitarnya, kreatif dalam berelasi dengan orang lain serta lebih reaktif terhadap dunia daripada upaya berjuang.

Terlepas dari hal yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, sampai saat ini masih banyak hal yang kurang tepat menyebar luas di masyarakat tentang ekstrover maupun introver. Akhirnya, Anda sebagai masyarakat awam bingung mana yang fakta dan mana yang mitos. Melalui tulisan ini akan disampaikan mengenai fakta-mitos terkait kepribadian ekstrover.

Ekstrover bukan orang yang pemalu

Mitos. Malu sering diidentikkan dengan orang dengan kepribadian introver. Pada kenyataannya, baik orang dengan kepribadian introver maupun orang dengan kepribadian ekstrover dapat menjadi orang yang pemalu.

Malu merupakan bentuk dari rasa khawatir atau kecemasan pada situasi sosial. Jadi malu adalah perasaan yang wajar dan tiap orang pasti memilikinya.

Ekstrover orang yang cerewet

Fakta. Ya, benar sekali. Orang dengan kepribadian ekstrover memang banyak bicara atau bahasa halusnya, orang dengan kepribadian ekstrover memproduksi kata lebih banyak tiap harinya dibandingkan dengan orang dengan kepribadian introver.Anda cukup mendengarkannya dengan sabar kok.

Ekstrover tidak bisa bekerja sama dengan introver

Mitos. Kata siapa orang ekstrover dan introver tidak bisa bekerja sama? Bahkan ekstrover dan introver bisa menjadi pasangan loh! Pada dasarnya, ekstrover maupun introver memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Hanya saja butuh waktu untuk mempelajari dan memahami satu sama lain. Tim yang terdiri dari ekstrover dan introver adalah tim yang penuh dengan kekuatan! Lihat saja kerjasama antar Steve Jobs dengan Steve Wozniak.

Bahkan ketika introver dan ekstrover menjadi pasangan, orang dengan kepribadian ekstrover dianggap bisa membawa orang baru di kehidupan orang dengan kepribadian introver. Sementara itu, orang dengan kepribadian introver dianggap dapat membuat dunia yang damai di kehidupan orang dengan kepribadian ektrover.

Ekstrover lebih bahagia daripada introver

Fakta. Eits, tunggu dulu! Anda jangan bereaksi berlebihan sebelum Anda memahami penjelasan selanjutnya. Orang dengan kepribadian ekstrover dianggap lebih bahagia daripada orang dengan kepribadian introver karena memiliki lebih banyak faktor untuk merasa bahagia. Contohnya seperti, dapat belajar sesuatu dengan mudah, perhatian dengan sesuatu yang di luar dirinya, memiliki relasi yang banyak dan lain sebagainya.

Ekstrover memiliki manajemen stres lebih baik daripada introvert

Fakta. Orang dengan kepribadian ekstrover dianggap lebih baik memanajemen stresnya karena tidak segan bercerita masalah dan meminta pendapat tentang masalahnya kepada orang lain.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, orang dengan kepribadian ekstrover memang memproduksi kata lebih banyak tiap harinya dibandingkan orang dengan kepribadian introver. Apalagi, ekstorver ditunjang dengan kekreatifannya dalam menjalin relasi dengan orang lain.

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca serangkaian fakta-mitos di atas? Entah Anda sebagai introver ataupun ekstrover, sebenarnya memiliki nilai yang sama.

Tidak ada yang lebih baik menjadi introver atau tidak ada yang lebih baik menjadi ekstrover. Semuanya sama. Jika memang ada perbedaan, maka pembeda itu ada untuk menjadi penyempurna. Bukankah warna beragam yang membuat pelangi itu indah?


Sumber data tulisan:

https://www.psychologytoday.com/blog/thrive/201205/are-extroverts-happier-introverts

Kamus Lengkap Psikologi J.P Chaplin

https://www.psychologytoday.com/articles/199907/the-difference-between-introverts-and-extroverts

https://www.psychologytoday.com/blog/the-introverts-corner/201207/seven-things-extroverts-should-know-about-introverts-and-vice?collection=101164

https://www.psychologytoday.com/blog/the-introverts/corner/201003/introverts-and-extroverts-in-love?collection=101164

https://www.psychologytoday.com/blog/the-human-beast/201701/do-extroverts-manage-stress-better

Sumber Foto: havingtime.com

%d bloggers like this: