Yuk, Intip Tips Atasi Keinginan Balas Dendam!

“Ketika ingin balas dendam, galilah dua lubang – satu untuk dirimu sendiri.” – Douglas Horton

Peristiwa kriminalitas tragis kini kian marak terjadi di masyarakat. Tak hanya sekedar peristiwa yang merugikan hak orang lain secara materi, fisik dan psikologis namun juga merugikan nyawa seseorang. Seperti pada akhir-akhir ini, media memberitakan banyak peristiwa kriminalitas yang tidak dapat diterima oleh akal sehat. Lalu, mengapa seseorang melakukan hal yang tersebut? Salah satu hal penyebabnya adalah adanya keinginan untuk balas dendam.

Nah, mari mulai menganalisis diri sendiri! Apakah saat ini Anda merasa marah pada seseorang dan sampai detik ini tidak bisa melupakan perbuatan orang tersebut? Pernahkah tersirat dalam benak Anda untuk membalas perbuatan itu dengan hal yang buruk? Jika pernah, mungkin Anda perlu waspada. Anda lebih baik mencegah sikap negatif tersebut. Bila dipandang dari segala sisi, membalas kejahatan dengan kejahatan bukan hal yang tepat untuk dilakukan. Jadi, mari atasi keinginan balas dendam dengan tips berikut!

Menjadikan Balas Dendam Sebagai Motivasi Positif? Bisa saja!

Mengubah dendam menjadi motivasi yang baik bukanlah hal mudah. Terkadang kita ingin menyerang seseorang secara langsung untuk menyakiti dirinya. Alih-alih melakukan hal negatif, Anda bahkan memperlihatkan bahwa Anda baik-baik saja dan tidak peduli dengan hal yang menyakiti Anda. Kerjakan hal positif untuk dapat mematahkan perkataan buruk orang tersebut. Buktikan bahwa diri Anda merupakan individu yang lebih baik dari apa yang ia katakan.

Rencanakan Tujuan Baru

Jika Anda mengatakan balas dendam untuk keadilan, hal tersebut merupakan pemikiran yang salah. Keadilan memiliki unsur kehormatan dan kebajikan sedangkan dendam merupakan boomerang yang berunsur pada ego untuk mementingkan keuntungan diri sendiri dan merugikan orang lain. Balas dendam akan membuat tujuan hidup yang baik semakin jauh. Tentu Anda tidak ingin terus menerus memikirkan orang yang menyakiti hati Anda, bukan? Adakah keuntungan melakukan hal tersebut bagi masa depan Anda? Lebih baik rencanakan tujuan baru untuk masa depan Anda. Berusahalah jujur pada diri sendiri dan fokus dengan kebaikan di sekitar Anda.

Berpikir Sebagai Ilmuwan

Berpikir sebagai ilmuwan membuat Anda semakin kritis terhadap keputusan yang Anda ambil. Coba tuliskan efek apa saja yang akan terjadi pada Anda jika melakukan pembalasan terhadap orang lain. Apakah melakukan hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi diri Anda dan orang di sekitar Anda? Jika tidak, Anda tidak perlu melakukannya. Balas dendam tidak mempererat tali persaudaraan, malah membuat hubungan semakin renggang. Beranggapan bahwa permasalahan menjadi selesai padahal justru akan menjadi runyam. Merasa Anda akan menjadi lebih kuat dan bijak, padahal sebaliknya. Apakah hidup akan semakin damai? Anda bisa putuskan sendiri.

Memaafkan

Balas dendam merupakan keputusan dari kemarahan Anda sendiri. Oleh sebab itu, cobalah membuka hati untuk memaafkannya. Memaafkan tentu sulit tapi memberikan banyak keuntungan bagi kita, lho. Memaafkan dapat membuat Anda mengurangi motivasi untuk melakukan balas dendam, mengurangi motivasi untuk menghindarinya. Alhasil, Anda akan terpicu untuk merangkai perbuatan baik, meskipun Anda tahu seseorang telah menyakiti Anda.

Balas dendam hanya akan membuat Anda menjadi pengikut orang tersebut padahal mereka tidak mengingat perlakukan mereka terhadap Anda. Merendahkan orang lain akan membuat Anda lebih rendah lagi. Balas dendam terbaik adalah dengan membuktikan kesuksesan hidup Anda dan menciptakan hidup yang berguna bagi orang banyak. Alangkah baiknya untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Dengan demikian, seseorang yang membuat Anda marah atau sakit hati dapat menyesali perbuatannya dan bahkan belajar dari Anda. Mari hidup dengan bahagia!


Sumber data tulisan
https://www.psychologytoday.com/blog/chill-pill/201501/10-tips-reducing-anger

https://www.psychologytoday.com/blog/curious/201408/three-reasons-why-revenge-is-okay-and-forgiveness-is-easy

https://www.psychologytoday.com/blog/evolution-the-self/201402/don-t-confuse-revenge-justice-five-key-differences

Gambar:

http://i.huffpost.com/gen/3181356/images/o-ANGER-facebook.jpg

Rinesha Tiara Romauli Siahaan

S1 Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan. Memiliki minat dalam dunia perkembangan anak dan remaja.

%d bloggers like this: