“Kau mampu bertahan dari siksaan. Kau pun akan mampu bertahan dalam proses pemulihan.” – Olivia Benson

Mungkin banyak dari Anda yang pernah terlibat atau melihat suatu hal yang traumatis, seperti kecelakaan atau bencana alam, kemudian merasa sedih, bingung, kesal, sampai-sampai sulit tidur. Sebenarnya itu normal bagi setiap orang. Meskipun awalnya begitu mengganggu hingga sulit melakukan kegiatan sehari-hari, perasaan tidak nyaman tersebut akan berkurang seiring berjalannya waktu dan akhirnya menghilang. Akan tetapi, kalau perasaan itu tidak juga menghilang setelah satu bulan atau terlalu parah, bisa jadi Anda mengidap gangguan stres pascatrauma, atau lebih dikenal dengan PTSD (Post-Traumatic Syndrome Disorder). 

Apa Itu PTSD?

PTSD adalah suatu masalah kesehatan mental pada diri seseorang yang dipicu oleh suatu peristiwa mengerikan atau traumatis berupa kesedihan, kecemasan, dan depresi hebat yang berlangsung selama lebih dari sebulan pascaperistiwa. Gangguan ini dapat  diderita oleh korban atau saksi suatu kejadian yang mengancam jiwa, seperti perang, bencana alam, kecelakaan, dan pelecehan seksual. PTSD merupakan suatu masalah serius karena melemahkan kondisi dan membuat penderitanya sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

Ini Penyebabnya!

Suatu peristiwa yang dinilai traumatis berbeda-beda pada setiap individu dan berbeda pula jenis situasi yang dapat mendorong seseorang mengidap PTSD.1 Akan tetapi, semakin parah, berbahaya, dan lamanya waktu suatu peristiwa traumatis, seseorang akan semakin rentan terserang PTSD.2

Beberapa peristiwa traumatis di antaranya:

  • kecelakaan serius
  • bencana alam
  • perang
  • pertarungan militer
  • pelecehan seksual
  • kekerasan
  • kelahiran traumatis, bagi ibu maupun pasangan yang menyaksikan

Sedangkan beberapa faktor yang dapat memperparah kondisi seseorang setelah terjadinya traumatis sehingga semakin rentan terserang PTSD ialah:2

  • peristiwa dan trauma yang senantiasa berulang
  • terluka fisik dan mental
  • sedikit sekali mendapatkan dukungan dari keluarga, teman, maupun profesional
  • mendapatkan tekanan lain pada waktu yang bersamaan
  • pernah mengalami kecemasan maupun depresi

Bagaimana Gejalanya?

Gangguan pascatrauma biasanya langsung muncul segera setelah terjadinya peristiwa traumatis dan akan hilang setelah beberapa saat. Namun, apabila gejalanya tidak hilang selama lebih dari sebulan, menyebabkan kesedihan dan kecemasan mendalam, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka kemungkinan besar seseorang tersebut mengidap PTSD.

Gejala PTSD berbeda-beda pada setiap orang. Para ahli membaginya menjadi empat jenis gejala:3

  1. Kilas balik peristiwa

    Ini bisa muncul melalui mimpi buruk maupun dari mengingat kembali kejadian di masa lalu sehingga penderita merasa mengalami lagi kejadian traumatis tersebut.

  2. Menghindari situasi yang mengingatkan kembali pada suatu peristiwa

    Orang dengan skizofrenia sering dianggap membahayakan lingkungannya, oleh karena itu beberapa pihak meyakini bahwa pemasungan adalah tindakan yang tepat. Malah, orang yang memiliki skizofrenia diupayakan untuk tidak sendiri, tidak melamun, banyak kegiatan dan kesibukan dan banyak bergaul karena akan membantunya agar tetap dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mandiri3.

  3. Munculnya perasaan negatif

    Cara berpikir seseorang dapat berubah karena trauma menjadi lebih negatif. Pemikiran ini bisa dipicu dari perasaan malu atau bersalah. Biasanya penderita menjadi lebih sulit percaya, sulit bahagia, dan mati rasa secara emosional.

  4. Merasa tegang, gelisah, dan waspada

    Ini membuat penderita menjadi kesulitan berkonsentrasi dan tidur. Selain itu, juga menjadi lebih mudah merasa jengkel dan marah, serta melakukan gaya hidup tidak sehat (merokok, minum minuman keras, narkoba, dsb).

Apa yang Bisa Dilakukan?

Setiap penyakit ada obatnya, begitu pula dengan PTSD. Banyak penderita PTSD dapat sembuh total dari gejala-gejalanya, ada pula yang gejalanya hanya menjadi lebih ringan namun tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan apabila menderita PTSD ialah:

  • Berbicara dengan seseorang yang dekat dengan Anda mengenai hal-hal yang sudah Anda alami. Bisa keluarga, sahabat, maupun profesional yang ahli di bidangnya.
  • Berbicara dengan seseorang dengan pengalaman yang mirip. Ini tahap yang sangat penting dalam mengeluarkan Anda dari keterasingan dan kembali mencapai kontrol diri dan kehidupan Anda.
  • Beri diri Anda waktu. Tidak perlu terburu-buru dan memaksakan diri jika Anda belum ingin bicara karena bisa jadi dapat memperarah gejala.
  • Mempraktekkan mindfulness. Yaitu suatu teknik yang membuat seseorang menjadi lebih sadar dan lebih hidup di masa sekarang. Ini sudah terbukti secara ilmiah dalam mengobati kecemasan dan depresi sehingga membantu kita lebih menikmati hidup dan lebih memahami diri kita. Untuk mengenal mindfulness lebih dalam, silakan klik di sini.

 

Sumber Data Tulisan

  • 1https://www.mind.org.uk/media/1594512/understanding-ptsd-2014.pdf
  • 2https://www.adaa.org/sites/default/files/ADAA_PTSD.pdf
  • 3http://www.ptsd.va.gov/public/PTSD-overview/basics/what-is-ptsd.asp

Featured image credit: http://www.6am-group.com/veterans-day-battling-ptsd-with-music

 

%d bloggers like this: