“Bahagia adalah milik orang yang selalu merasa baik atas dirinya dan orang lain”

– Pirozzi; dkk.

Siapkah Anda untuk bahagia? Kebahagiaan tentu merupakan dambaan setiap manusia. Ya, tidak bisa dipungkiri kebahagiaan merupakan faktor yang penting dalam kehidupan manusia1. Setiap saat dan dalam segala aktivitas yang kita lakukan, kita pasti ingin senantiasa bahagia. Namun sebenarnya apa sih kebahagiaan itu? Ada yang  mengatakan bahwa kebahagiaan itu adalah perasaan positif atau kepuasan hidup. Ada juga yang berpendapat bahwa kebahagiaan itu adalah kualitas hidup yang menyenangkan2. Nah, tahukah Anda, ukuran kebahagiaan tiap manusia pun berbeda; ada yang merasa bahagia saat mendapat hadiah; ada juga yang justru merasa bahagia saat melihat orang lain merasa bahagia. Namun, tidak ada ukuran yang mutlak untuk menentukan tingkat kebahagiaan seseorang.

Seligman, seorang tokoh yang bergelut dalam psikologi positif menyatakan enam nilai yang dapat membantu seseorang untuk merasakan atau mempertahankan tingkat kebahagiaan yang dimilikinya3. Mari kita intip enam nilai itu!

  1. Kebebasan dan Pengetahuan (Virtue of Wisdom and Knowledge)

Sudahkah kita memperoleh dan menggunakan pengetahuan demi kebaikan diri? Keingintahuan dan ketertarikan terhadap dunia akan membuat kita mencintai dunia dan menemukan banyak kebahagiaan di dalamnya. Dengan berinteraksi dengan luasnya kehidupan, seseorang akan memiliki pemikiran yang kritis, cerdik, dan mampu menjadi diri sendiri. Dengan hal tersebut kita akan mampu meraih tujuan dengan cara yang kreatif dan bahagia sesuai dengan jalan yang dipilih

  1. Semangat dan Gairah (Virtue of Courage)

Saat dihadapkan dengan tantangan kehidupan, kadang kita justru merasa pesimis dan lemah. Ya, orang  yang bahagia memiliki motivasi yang membara agar tetap tangguh dan tegar. Sayangnya, tidak semua orang tabah dan berani dalam menjawab persoalan kehidupan. Perlu ketekunan, antusiasme, dan komitmen dalam menjalani hidup. Sudahkah Anda siap untuk menanamkan hal tersebut?

  1. Kemanusiaan dan cinta (Virtue of Humanity and Love)

Tidak ada satu orangpun yang dapat hidup sendirian di dunia ini. Kebahagiaan juga dapat datang dari orang lain. Untuk itu, mulai jalin hubungan yang baik dengan orang-orang disekitar. Jangan ragu untuk menebar kebaikan dari hal yang paling sederhana. Memberi senyuman untuk orang lain misalnya. Jangan lupa pula untuk mencintai dan bersedia untuk dicintai. Dengan demikan, kita akan dapat merasakan kebahagiaan yang sejati.

  1. Keadilan (Virtue of Justice)

Menghargai hak dan kewajiban seringkali luput dalam kehidupan. Tahukah Anda, jika hak dan kewajiban berjalan secara beriringan tentu tak akan banyak konflik yang tercipta. Persiapan diri untuk senantiasa menjalankan kewajiban sebelum menuntut hak. Hal tersebut akan membimbing kita untuk dapat memperlakukan diri dan orang lain dengan baik. Hindari menghakimi diri sendiri ataupun menghakimi orang lain.

  1. Tempramen (Virtue of Temperance)

Sudahkah Anda mengekspresikan perasaan dan keinginan dengan baik? Terkadang seseorang menjadi sangat tempramen dalam menjalani kehidupan. Orang yang bahagia pandai memahami pasang surut perasaannya. Memang mengontrol diri bukanlah sebuah perkara yang mudah. Tapi dengan menjadi pribadi yang rendah hati dan pemaaf akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Kita tidak perlu menyiksa diri. Hidup tentu akan lebih indah tanpa perasaan yang justru menyudutkan diri sendiri.

  1. Transendensi (Virtue of Trancendence)

Apa sih transendensi itu? Transendensi merupakan kekuatan emosi diri untuk menghubungkan diri sendiri ke sesuatu yang besar atau permanen; misalnya kepada masa depan; ketuhanan atau alam semeta. Mari mulai belajar untuk bersyukur. Ingat, bersyukur kadang menjadi hal sederhana yang sering kali kita lupakan. Mengapresiasi apa yang kita miliki juga penting agar senantiasa tetap optimis dalam menjalani hidup. Perasaan optimis itu mahal. Maka dari itu, ayo tumbuhkan rasa optimis dalam diri!

Satu hal yang perlu Anda tahu, pada dasarnya kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri. Jika diri kita sendiri tidak berkehendak untuk merasakan kebahagiaan, segala hal positif yang datang, tidak akan membuat kita bahagia. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua agar kita tidak hanya membahagiakan diri kita sendiri, tapi juga mampu membahagiakan orang lain. Jangan lupa bahagianya, ya!


Sumber Data Tulisan

1Eftekhar Mohammad, “Relationship Between Happiness and Different Levels of Physical Activity”, TRENDS in Sport Science (Volume 1, 2015), h.47

2Wahyu Jati Anggoro, “Konstruksi dan Identifikasi Properti Psikometris Instrumen Pengukuran Kebahagiaan Berbasis Pendekatan Indigenous Psychology: Studi Multitrait-Multimethod”, Jurnal Psikologi (Volume 2, 2010), h.178

3Siti Nur’Aini, Jurnal Kebahagiaan Eddingman

By: Apriastiana Dian Fikroti

Featured Image Credit: www.merdeka.com

1 comment

Comments are closed.

%d bloggers like this: