Yuk simak 7 Tips Mengasuh Anak Berbakat!

“Seorang anak ibarat sebongkah berlian. Cahaya dan kilaunya akan terus terpendam dan menjadi bongkahan semata, jika tidak diasah dengan benar.”

Penulis

Memiliki buah hati yang cerdas atau berprestasi merupakan dambaan setiap orang tua, bukan? Namun ternyata, kecerdasan maupun kemampuan yang ada pada anak berbakat dapat menjadi tantangan serius bagi orang-orang di sekelilingnya dan bahkan bagi anak sendiri. Kecerdasan pikiran dan cemerlangnya kemampuan anak perlu diimbangi dengan kontrol emosi yang baik. Jika kemampuan pikir dan potensi anak justru berkembang lebih pesat dibanding kontrol emosi, anak dapat menjadi seorang pembangkang dan tidak punya teman sama sekali.  Bayangkan jika anak sangat sering melawan perintah atau permintaan Anda, bertindak semaunya, dan pandai berdebat atau selalu bisa mencari pembelaan atas kesalahannya. Mungkin Anda akan kewalahan dalam mengatasinya.

Ingat, bagaimanapun orang tua akan turut andil dalam upaya pengembangan diri anak. Orang tua memiliki peran penting untuk memastikan anaknya berkembang dengan baik. Namun, Anda tak perlu terlalu khawatir dalam mengasuh anak berbakat. Kali ini Pijar mempunyai beberapa tips dalam mengasuh anak yang mungkin dapat membantu Anda. Yuk kita simak!

  1. Berikan pengertian kepada anak untuk bisa menerima keadaan dirinya.

Anak berbakat dapat merasa terasing dengan dunia luar, terutama dengan anak-anak seusianya. Selera humor atau minat obrolan yang berbeda dengan teman-temannya dapat membuat mereka merasa sebagai sosok yang tersudutkan. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Berikan pengertian kepada anak, bahwa setiap orang tentu memiliki perbedaan dan itu merupakan hal yang wajar. Bentuk dukungan yang dapat diberikan adalah dengan membimbing mereka untuk memiliki teman ataupun mengasah kemampuan sosial mereka. Bantu mereka juga dengan mencarikan komunitas baru yang positif dan cocok dengan dirinya1. Komunitas yang beranggotakan anak-anak berbakat ataupun komunitas sesuai dengan hobi anak (musik, seni,olah raga, dsb). Dengan demikian anak akan merasa memiliki orang-orang yang sesuai dengan dirinya, dapat menerima, sekaligus dapat mengiringi perkembangannya.

  1. Menjadi pendengar yang aktif.

Salah satu ciri dari anak berbakat adalah mereka sangat suka membicarakan topik yang disenangi. Luangkan waktu dengan mereka. Tidak hanya untuk mendengarkan, tetapi juga beri tanggapan atau pertanyaan yang mengundang percakapan berikutnya. Gunakan kontak mata dan tunjukkan jika Anda bersemangat untuk mendengarkan cerita darinya.  Tentunya mereka akan merasa dihargai dan didukung untuk terus belajar. Kadang kala, mereka dapat menjadi terlalu cerewet dan berbicara di situasi yang kurang tepat. Ajarkan juga pada mereka bahwa kadang mereka perlu menunggu lawan bicara untuk dapat menanggapi apa yang mereka ceritakan.

  1. Luangkan waktu berkunjung ketempat kaya informasi ataupun menikmati hiburan bersama.

Tempat-tempat seperti museum, kebun binatang, monumen, memiliki berbagai informasi yang mungkin akan sangat menarik bagi anak berbakat. Ajaklah mereka untuk mendiskusikan informasi yang mereka dapat di tempat-tempat tersebut. Mereka mungkin akan sangat kritis dan banyak bertanya. Namun diskusi dengan Anda tentu akan memperkaya pemahaman mereka, bisa jadi memperkaya pengetahuan Anda juga. Pengalaman berkunjung ke tempat-tempat tersebut juga dapat menjadi momen yang berkesan bagi seluruh keluarga. Mendiskusikan isi buku, lagu, karya seni, atau jalannya konser juga dapat menjadi hal  sederhana yang menarik bagi orang tua maupun anak.

  1. Bantu anak untuk memilih sekolah yang mampu memfasilitasi potensinya.

Anak berbakat dapat menguasai beberapa kemampuan dengan cepat dan membutuhkan tantangan lebih. Dalam menjalani pendidikan mungkin mereka  mudah bosan. Rasa bosan atau kesan menggampangkan seringkali dianggap sebagai perilaku menyimpang oleh guru yang tidak memahami kondisi anak. Mungkin hal tersebut justru ditindaklanjuti dengan teguran atau hukuman. Hal ini kemudian dapat membuat anak merasa tertekan dan dapat menjadi underachiever (kesenjangan antara potensi sebenarnya dengan prestasi yang dicapai)2.

Beberapa sekolah saat ini telah memiliki beberapa program yang mungkin dapat memfasilitasi anak berbakat3. Program tersebut dapat berupa kelas percepatan atau akselerasi, bright class, sekolah khusus anak berbakat, kelas cerdas istimewa, ataupun program pengayaan / enrichment (siswa mendapatkan materi pembelajaran sesuai kapasitasnya tanpa perlu bergabung di kelas yang lebih tinggi).

Anak berbakat yang difasilitasi - Sumber: i.dailymail.co.uk
Anak berbakat yang difasilitasi – Sumber: i.dailymail.co.uk
  1. Fasilitasi minat anak.

Seorang anak mungkin akan kesulitan saat ditanya minat atau hobinya. Pada posisi ini, sangat penting bagi orang tua untuk membantu dan mengarahkan minat anak. Misalnya dengan menyediakan beberapa buku bacaan, ensiklopedi, alat musik, atau mainan yang edukatif. Setelah Anda mengetahui aktivitas atau bidang yang disukai anak, usahakan untuk bisa memfasilitasinya. Sebagai contoh, jika anak Anda menyukai topik tata surya maka berikan buku-buku mengenai planet dan bintang. Kemudian, jika anak sangat senang untuk memperhatikan permainan piano, ajaklah dia untuk mencoba kursus piano. Minat anak dapat berubah sewaktu-waktu, oleh karena itu usahakan bijak pula dalam membelikan sarana penunjang bagi anak. Anda tidak harus selalu membeli buku baru, melainkan dapat juga meminjam di perpustakaan terdekat misalnya.

  1. Izinkan anak mengeksplorasi sesuai minatnya.

Anak berbakat dapat menjadi sangat fokus ketika mengeksplorasi hal yang menarik baginya (membaca, mengutak-atik, berlatih, browsing lewat internet, dsb). Saat mereka fokus, mungkin mereka akan menjadi sangat diam dan seakan terasing dari dunia luar. Mereka akan sangat kesal jika pekerjaan yang sedang mereka lakukan tidak selesai.  Memberikan mereka waktu dan kesempatan merupakan hal yang bijak dan perlu dilakukan oleh orang tua.

  1. Berusaha untuk adil terhadap anak.

Salah satu bentuk sikap kritis dari anak berbakat adalah mereka dapat sangat teliti terhadap pemberian atau sikap orang tua bagi anak-anaknya. Mereka mungkin akan membandingkan yang apa yang ia dapatkan dengan yang diterimakakak/adiknya. Amanda Lane, seorang penulis, bahkan bercerita bahwa putrinya yang notabene  berbakat akan marah saat ia dibelikan es krim lebih banyak dibandingkan adiknya. Mereka tidak meminta untuk diberi “lebih”, mereka hanya ingin yang adil4. Kondisi anggota keluarga yang rukun dan suportif dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung optimalisasi potensi anak berbakat.

Seorang anak berbakat dengan segudang potensi yang ia miliki, dapat terkubur menjadi pribadi biasa jika tidak mendapat pengasuhan yang tepat. Tidak hanya itu, mereka bahkan dapat menjadi pribadi yang bermasalah. Pengasuhan yang tepat dan dukungan lingkungan terdekat, akan mampu memancarkan kilauan memukau dari seorang anak berbakat. Jadi, sudah siapkah Anda untuk mendampingi mereka?


Sumber data tulisan (sertaan daftar pustaka atau footnote)

120 Tips for Nurturing Gifted Children, oleh Bertie Kingore. http://www.bertiekingore.com/Kingore-CAG.pdf

2Hallahan, Daniel P., James M. Kauffman, Pagie C. Pullen. 2012. Exceptional Learner: An Introduction to Special Education Tweltfth Edition. New Jersey: Pearson.

3Lihatpenjelasanbrilliant class yang dimilikiSekolah BPK Penabur di http://www.bpkpenabur.or.id/id/node/3463danjugaGifted School di http://cugenanggiftedschool.sch.id/

4Baca juga tips dari Amanda Lane, seorangpenulisdananalisklinis, yang memilikiputrigifted dihttp://www.empoweringparents.com/blog/gifted-children/helpful-tips-if-you-have-a-gifted-child-under-12/

Tautan lainnya:

http://giftedkids.about.com/od/nurturinggiftsandtalents/a/nurture_eric.htm

http://childdevelopmentinfo.com/learning/gifted_children/

By: Yason Pranata

Featured image & image credit: 

blogmagazine.org

i.dailymail.co.uk

%d bloggers like this: