CURHAT: Haruskah Saya Pindah Fakultas?

Curhat

Akhir-akhir ini saya sering merasa bingung dan galau meski saya juga merasa bahagia. Saya telah menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas dan saya masuk di fakultas komunikasi yang tidak saya harapkan. Akan tetapi, saya merasa nyaman dengan lingkungan saya di fakultas saya dan saya bisa mengikuti dengan baik pelajarannya. Namun, saya suka memikirkan apakah saya harus mencoba ujian SBMPTN lagi tahun depan atau tidak untuk masuk ke fakultas psikologi yang saya harapkan. Dan seandainya saya masuk di fakultas psikologi, saya sudah memiliki rencana tersendiri ke depannya dan saya sangat tertarik untuk masuk ke fakultas psikologi.

Gambaran identitas: Perempuan, 18 tahun, Mahasiswa


Jawaban Pijar Psikologi

Terima kasih atas kepercayaan Anda untuk bercerita di Pijar Psikologi.

Saya bisa memahami kebingungan yang saat ini sedang Anda rasakan. Terlebih lagi saat ini Anda sebagai mahasiswa baru berada di lingkungan baru, baik itu tempat, teman, dan juga materi-materi baru yang mungkin belum pernah Anda dapatkan di SMA yang telah Anda tempuh.

Pada umumnya kondisi mahasiswa baru di awal semester memiliki permasalahan yang hampir sama dengan Anda. Seringkali mereka merasa tidak yakin dan khawatir atas apa yang baru saja dijalani. Mereka bertanya-tanya apakah mereka salah jurusan atau tidak? Apa harus ikut ujian masuk lagi atau tetap menjalani apa yang telah didapatkan? Ya, fenomena tersebut memang wajar terjadi, terlebih lagi bagi mereka yang diterima di jurusan yang bukan menjadi rencana utamanya. Mungkin permasalahan tersebutlah yang sedang Anda alami saat ini.

Tahukah Anda mengapa kekhawatiran itu muncul?  Pertama, hal tersebut muncul karena adanya konflik dalam diri Anda, yaitu antara harapan dan usaha dengan kenyataan yang didapatkan kurang sesuai. Seperti yang Anda tulis, bahwa Anda sangat tertarik untuk masuk di jurusan psikologi. Hal itulah yang tentunya menjadi harapan dan tujuan Anda, sampai Anda mengatakan bahwa Anda telah membuat rencana ke depan. Itu berarti Anda sudah sangat siap untuk masuk di Jurusan Psikologi. Namun, pada kenyataannya saat ini Anda telah menjadi mahasiswa di Fakultas Komunikasi.

Saya meyakini bahwa sebelumnya Anda telah memiliki pertimbangan tersendiri untuk memilih jurusan di Fakultas Komunikasi, walaupun bukan rencana utama Anda. Namun, yang perlu Anda sadari adalah bahwa Anda memiliki kemampuan perencanaan yang sangat baik. Anda cukup bijaksana dalam membuat keputusan mengenai pemilihan jurusan. Anda tidak hanya membuat rencana utama, melainkan juga membuat rencana lain. Itu menandakan bahwa Anda juga memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika rencana utama Anda tidak didapatkan.

Anda merasa lebih siap jika masuk di Jurusan Psikologi karena memang Anda lebih matang mempersiapkannya dengan rencana-rencana ke depan yang akan Anda lakukan sehingga tidak muncul kekhawatiran. Namun, apakah di jurusan yang sedang Anda jalani saat ini, persiapan Anda sematang persiapan untuk masuk di Jurusan Psikologi? Jika belum sematang itu, mungkin hal itulah yang membuat Anda merasa khawatir dan bingung atas apa yang Anda jalani. Anda merasa ragu karena Anda belum tahu apa yang akan Anda lakukan ke depannya. Anda perlu meyakinkan diri Anda sendiri dengan membuat perencanaan yang lebih matang.

Bagaimana caranya? Tentunya perlu proses. Anda bisa mendapatkannya seiiring dengan pembelajaran kehidupan yang Anda jalani di jurusan saat ini, bisa dari pergaulan, materi atau tugas yang diberikan, para pengajar, ataupun buku/artikel yang Anda baca berkaitan dengan bidang yang Anda tekuni. Saya yakin Anda sedang berada dalam proses tersebut. Hal ini ditandai dengan rasa nyaman Anda berada di lingkungan saat ini dan juga Anda bisa mengikuti perkuliahan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti.

“As long as you can, why not to try?”

Manusia hidup dengan takdirnya masing-masing, dan tentu di antara takdir yang diberikan oleh Tuhan ada yang bisa kita ubah, ada juga yang menjadi suatu ketetapan. Semua kembali kepada manusia itu sendiri, karena ia sendiri yang akan menjalaninya. Segala hal yang kita pilih ada konsekuensinya, termasuk pertimbangan Anda jikalau ingin mencoba SBMPTN lagi. Anda telah membuat keputusan yang sangat baik sebelumnya, saya yakin kali ini Anda juga akan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang. Seberapa besar dampak positif dan negatif yang akan didapatkan jika Anda memilih untuk mencoba SBMPTN bisa menjadi salah satu pertimbangan Anda. Jangan lupa untuk selalu mendiskusikan pilihan-pilihan Anda dengan orang tua, karena Anda masih berada di bawah tanggung jawab mereka.

Saya berharap Anda bisa segera mengatasi kekhawatiran Anda. Semoga sedikit penjelasan di atas bisa menjadi pertimbangan lain untuk membuat keputusan. Teruslah belajar untuk berproses, sehingga Anda menjadi pribadi yang lebih tangguh lagi.

Terima kasih telah berbagi.

Salam,

Pijar Psikologi.


 Catatan: Curhat adalah sesi konsultasi yang disetujui oleh klien untuk dibagikan kepada pembaca agar siapapun yang mengalami masalah serupa dapat belajar dari kisahnya. Nama klien dan nama konselor kami anonimkan. 

Pijar Psikologi

Pijar Psikologi adalah media non-profit yang menyediakan informasi kesehatan mental di Indonesia.

Previous
Previous

Memahami Mereka yang Haus Eksis di Media Sosial

Next
Next

Kecemasan: Pahami Dampaknya Bagi Kehidupan