Tips Berkomunikasi Secara Efektif

“Cara kita berkomunikasi dengan orang lain dan diri sendiri pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup kita.”

– Anthony Robbins

Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai kebutuhan untuk berinteraksi. Interaksi tersebut bisa diwujudkan berupa penyampaian pesan. Proses penyampaian pesan dari satu orang ke orang lain ini dikenal sebagai komunikasi.

Komunikasi diartikan sebagai proses interaksi melalui simbol untuk menciptakan dan menguraikan makna. Komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal dapat diwujudkan dengan bercakap-cakap, wawancara, pidato, talk show dan lain sebagainya. Sedangkan komunikasi non verbal mengarah pada gerak tubuh atau mimik wajah.

Komunikasi bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi bisa menimbulkan kesepahaman, namun bisa juga menyulut permusuhan. Penting bagi kita untuk bisa mengetahui cara berkomunikasi secara efektif, sehingga maksud pesannya tersampaikan dengan baik. Berikut adalah cara yang bisa digunakan saat kita berkomunikasi.

Memahami Sudut Pandang Orang Lain 

Komunikasi yang efektif merupakan sebuah proses interaksi untuk memperoleh sebuah pemahaman bersama. Memahami sudut pandang orang lain, membuat kita meluaskan cakrawala mengenai topik komunikasi yang sedang dibicarakan. Usaha memahami sudut pandang orang lain, bukan semata pertimbangan sendiri dihiraukan. Melainkan justru bisa mendapatkan lebih banyak ide dan solusi saat berkomunikasi. Selain itu, lawan bicara kita merasa akan dihargai.

Berempati Terhadap Lawan Bicara 

Saat kita menghadirkan empati dalam pembicaraan, maka kita turut menghargai lawan bicara. Kita bisa lebih sadar keadaan diri kita dan lawan bicara. Pikiran dan perasaan lawan bicara juga kita pertimbangkan. Meskipun pikiran dan perasaan kita bisa berbeda, namun tetap bisa menerima dan menghargai. Kata-kata yang ingin digunakan juga akan lebih kita pertimbangkan. Bukan hanya sekedar maksud pesan yang ingin disampaikan, namun efeknya terhadap lawan bicara. Terlebih lagi kita juga ingin membangun kondisi yang nyaman untuk berkomunikasi, selain pesan kita tersampaikan dengan baik.

Mengusahakan Kejelasan Pesan 

Kesalahpahaman terjadi saat hal yang kita ungkapkan tidak jelas bagi orang lain. Hal tersebut cenderung muncul ketika bahasa yang kita ucapkan sulit dimengerti oleh orang lain. Kita bisa memberikan contoh untuk memperjelas istilah tertentu. Gunakan kata yang lugas, santun dan sederhana untuk memberi pemahaman pada orang lain.

Active Listening 

Mendengarkan sama pentingnya dengan kita berbicara. Mendengarkan secara aktif berarti kita sadar dan hadir sepenuhnya pada saat berkomunikasi dengan lawan bicara. Pikiran tidak melayang jauh ke masa lalu maupun masa depan. Selain itu, kita mendengarkan tanpa ada penghakiman. Kita tidak terjebak dalam memikirkan saran yang bagus untuk lawan bicara, melainkan menyadari situasi kita saat berkomunikasi. Selain itu, kita bisa menanyakan ulang mengenai pernyataan lawan bicara. Hal itu mengindikasikan bahwa kita mempunyai keingintahuan yang lebih serta lawan bicara merasa didengarkan. Terlebih lagi, mendengarkan secara aktif membuat kita lebih peka dalam menangkap pesan dan makna dibalik komunikasi verbal yang disampaikan.

Ketahui Lawan Bicara 

Menyadari orang yang kita ajak berkomunikasi akan menentukan sikap dan perilaku berkomunikasi. Cara berbicara kita berbeda saat mengobrol dengan anak kecil, teman sebaya, maupun orang yang lebih tua. Saat kita sadar lawan bicara kita, maka akan lebih mudah untuk mencari bahan obrolan yang sesuai. Pemilihan bahasa pun akan menyesuaikan dengan konteks lawan bicara. Pada akhirnya kondisi nyaman saat berkomunikasi akan tercipta dan psean tersampaikan.

Perhatikan Bahasa Tubuh 

Bahasa tubuh adalah bentuk pesan non verbal. Bahasa tubuh meliputi banyak hal, diantaranya ekspresi muka, sorot mata, postur tubuh, nada bicara, hingga irama napas. Saat kita memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara maka banyak informasi yang bisa didapatkan melebihi pesan yang disampaikan. Mengembangkan kemampuan untuk lebih peka pada bahasa tubuh membuat kita bisa memahami lebih dalam lawan bicara, menciptakan kedekatan, serta membangun hubungan yang baik.

Reflektif 

Merefleksi saat berkomunikasi adalah proses untuk menanyakan kembali dan memparafrase omongan lawan bicara. Dengan begitu maka lawan bicara akan bisa mendengarkan kembali pemikiran serta perasaan yang telah disampaikan. Selain itu, menandakan bahwa kita bisa memahami pengalaman atau topik yang sedang dibicarakan serta mengindikasikan lawan bicara untuk tetap mengobrol.

Berkomunikasi merupakan kebutuhan yang essensial bagi manusia. Adanya komunikasi maka hubungan manusia akan semakin terjalin hingga menciptakan kedekatan. Berkomunikasi yang efektif akan mempercepat penyampaian pesan, lebih tepat dalam memaknai pesan, serta bisa lebih membuat keadaan nyaman.

 


 

By: Dita Ayu Puspita

Featured Image Credit: www.bitebrands.com