Mengenal Lebih Dalam tentang Kepribadian Machiavellianism 

Kita telah lama mengenal tipe kepribadian extrovert, introvert, dan openness. Ketiga kepribadian tersebut memang merupakan tipe yang sangat populer di masyarakat luas. Namun, pernahkah kita mendengar trait kepribadian machiavellianism?

***

Machiavellianism adalah salah satu trait dalam tipe kepribadian Dark Triad. Dinamakan kepribadian Dark Triad karena dalam tipe kepribadian ini terdapat tiga trait yaitu Narcissism, Psychopathy, dan Machiavellianism. Narcissism subklinis ditandai dengan adanya gabungan antara keangkuhan dan kebanggaan egosentrik pada kualitas diri sendiri yang dapat memberi pengaruh negatif pada hubungan dengan orang lain. Psychopathy subklinis ditandai dengan perilaku anti sosial, berkurangnya empati dan rasa penyesalan, serta munculnya perilaku-perilaku berani yang ditutupi oleh selubung pesona. Sedangkan Machiavellianism (Mach) mengacu pada gaya interpersonal duplikat yang ditandai oleh pengabaian sinis pada moralitas dan berfokus pada kepentingan dan keuntungan pribadi.

Dilihat dari sejarahnya, Mach pertama kali muncul dari seorang diplomat dan ahli teori yang berasal dari Italia pada zaman Renaissance, Niccolo Machiavelli, yang menulis sebuah buku berjudul Il Principe (The Prince) pada tahun 1532. Dalam buku ini, Ia menuliskan saran untuk raja dan penguasa agar mengamankan kekuasaan mereka melalui perencanaan yang hati-hati. Jika diperlukan maka dapat dilakukan dengan tindakan kejam dan tidak bermoral, seperti eksekusi lawan politik. Berdasarkan sejarah tersebut, Mach sering dikaitkan dengan kepribadian manipulatif dan eksploitatif yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang berkuasa, dengan bersikap manipulatif dan eksploitatif diharapkan dapat mewujudkan tujuan dan mempertahankan kekuasaannya. Namun, tidak selamanya sikap tersebut hanya ada pada orang yang berkuasa.

Sikap manipulatif dan eksploitatif juga bisa kita temui pada orang-orang terdekat yang bukan seorang pemimpin/penguasa, sebaliknya sikap ini sangat dekat di dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, seseorang yang dengan berbagai cara membuat orang lain mengerjakan pekerjaannya tetapi mengakui hasil pekerjaan tersebut sebagai pekerjaannya sendiri. Hal semacam itu tergolong perilaku manipulatif dan eksploitatif. Merasa familiar? Mungkin orang-orang semacam ini seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kita belum menyadarinya. Orang-orang yang memiliki kecenderungan manipulatif dan ekploitatif (memiliki kepribadian Mach) biasanya ditandai dengan intensi dan kemampuan untuk menggunakan strategi manipulatif, pandangan sinis pada orang lain, dan pengabaian pada moralitas yang umum berlaku. Dilihat dari karakteristiknya, Mach, baik pada level rendah hingga tinggi, dapat memengaruhi berbagai macam jenis hubungan orang dewasa dalam berbagai konteks. Salah satu hubungan yang mungkin akan berdampak adalah hubungan pertemanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan kepribadian Mach cenderung memilih secara selektif orang-orang yang masuk dalam lingkaran persahabatannya. Ia akan memilih orang-orang yang dapat memberikan keuntungan bagi dirinya. Memiliki trait Mach menurunkan kebutuhan untuk merasa dekat secara emosional terhadap orang lain. Orang-orang dengan kepribadian ini sangat mungkin untuk tampil sebagai orang yang hangat dan dapat menjalin pertemanan yang dekat. Namun, hal ini dilakukan untuk mempertahankan pertemanan dan memastikan peluang manipulasi secara kontinu.

Di sisi lain, karakteristik Mach yang kompetitif dan fokus pada tujuan-tujuannya mungkin dapat memberi dampak positif pada kesuksesan berkarir. Seseorang dianggap mampu menemukan sumber daya dan kesempatan dari lingkungan serta lebih dapat membuat keputusan yang baik karena dapat mengesampingkan emosi. Perilaku ini dapat membantu mereka dengan kepribadian Mach terlihat lebih cakap, sehingga dapat membantu mempercepat perkembangan karir. Hasil penelitian menemukan bahwa tenaga marketing dengan trait Mach akan menunjukkan performa penjualan yang baik pada situasi yang membutuhkan sejumlah interaksi yang signifikan antara tenaga penjualan dan klien. Selain itu, tekanan persaingan ditambah dengan efektivitas interpersonal memungkinkan mereka dengan kepribadian Mach yang cenderung  memiliki daya saing tinggi dan kemampuan yang baik dalam penyusunan strategi juga dapat membantu meningkatkan iklim kerja yang kompetitif, sehingga dapat membantu peningkatan performa antar rekan kerja lainnya.

Tidak selamanya kepribadian Mach ini menunjukkan sisi “gelap” manusia yang patut dihindari. Berdasarkan hasil penelitian, dibutuhkan peran pemimpin transformasional yang menyediakan autonomi bagi para karyawan dan dapat meyakinkan bahwa tujuan perusahaan berhubungan dengan pencapaian tujuan pribadi individu sehingga meningkatkan motivasi intrinsik. Oleh karena itu, individu dengan kepribadian Mach dapat menunjukkan perilaku kerja produktif dan dapat memberikan keuntungan pada perusahaan karena individu dengan kepribadian Mach dapat menjadi aset perusahaan, mereka dapat merangsang dan memfasilitasi inovasi dan perubahan yang diperlukan.

***

Trait kepribadian Mach mungkin dapat memberikan efek negatif dalam menjalin hubungan sosial seperti hubungan pertemanan maupun hubungan romantis dengan orang lain. Namun, tidak selamanya demikian. Orang-orang dengan trait kepribadian Mach juga sangat mungkin untuk menunjukkan performa kerja yang baik dan diinginkan oleh perusahaan, sehingga dapat membantu perkembangan karir individu terutama pada industri yang memiliki iklim kerja kompetitif, seperti penjualan dan industri kreatif.

 


Artikel ini adalah Sumbang Tulisan dari Gemala Khalida Rakhmasari Putri. Saat ini Gemala sedang melanjutkan pendidikan Magister Sains Psikologi Kepribadian di Universitas Indonesia. Dengan mempelajari psikologi khususnya mengenai kepribadian, ia berharap dapat melakukan penelitian di bidang kepribadian dan juga berbagi ilmu-ilmu melalui tulisan-tulisan populer yang dengan mudah bisa dibaca oleh orang lain. Gemala dapat dihubungi melalui e-mail [email protected] dan instagram @gemalakhalida.


Sumber gambar: www.unsplash.com

Let others know the importance of mental health !

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*