Orang dengan Social Anxiety Disorder Bukan untuk Dijauhi

Mungkin kita tidak menyadari bahwa ada orang-orang di sekitar kita yang memiliki gangguan kecemasan sosial atau bisa disebut Social Anxiety Disorder (SAD). Bisa jadi, orang dengan SAD adalah salah satu teman kelas yang tidak pernah kita sapa. Atau, mungkin saja mereka adalah teman kantor yang sering kita anggap aneh dan tidak pernah kita ajak bicara.

Orang dengan SAD mempunyai perasaan bahwa orang disekitarnya mempunyai persepsi negatif tentangnya. Mereka menganggap orang-orang di sekitarnya tengah membicarakan dirinya. Hal ini yang menyebabkan orang dengan SAD cenderung menarik diri dan sulit bergaul ketika sedang bersama orang di sekitarnya. Mereka akan selalu merasa diawasi, khawatir untuk melakukan sesuatu, dan menghindari kontak mata. Namun, bukan berarti semua orang yang merasakan hal tersebut mengalami gangguan kecemasan ini. Kita perlu membedakan antara orang yang pemalu dan orang dengan SAD.

Sayangnya, terkadang kita kurang memahami  mereka dan justru memberi bermacam stigma.  Penyendiri, anak suneh (suka aneh) atau ansos (anti sosial) adalah julukan yang sering dilontarkan. Tak jarang, kita menjauhi orang dengan SAD. Nah, ada baiknya kita berusaha memahami isi pikiran orang dengan SAD dan mengetahui bagaimana cara berinteraksi dengan mereka.

Katakan “Semua Cemasmu akan Berlalu”

Salah satu kecemasan yang dirasakan oleh orang dengan SAD adalah ketika mereka akan mengemukakan pendapat atau memulai percakapan. Jangankan untuk terhanyut dalam obrolan, menyapa saja mereka akan berpikir berulang kali. Ada banyak kekhawatiran yang terlintas di kepala mereka saat akan memulai percakapan. Orang dengan SAD memikirkan apakah ucapan mereka akan diterima atau disalahkan oleh orang yang diajak berbicara.

Sebagai teman atau keluarganya, mari kita pahami emosi yang mereka rasakan. Alih-alih tidak mempertanyakan mengapa mereka cemas, dan menganggap hal tersebut sepele, cobalah tunjukan empati. Bantulah mereka untuk berpikir bahwa semua perasaan negatif, misalnya cemas, malu, takut, akan berlalu. Katakan pada orang dengan SAD, perasaan takut untuk memulai pembicaraan hanya bayangan mereka saja. Hal ini dapat membantu orang dengan SAD untuk perlahan-lahan bangkit dari kecemasannya saat ingin memulai percakapan.

Yakinkan Orang dengan Social Anxiety Disorder  bahwa Mereka Mampu Menjalin Pertemanan

Seringkali orang dengan SAD merasa bahwa dirinya tidak mampu menjalin hubungan pertemanan yang sebaik orang lain kerjakan. Orang dengan SAD menganggap dirinya lebih baik berdiam diri di tempat saja. Orang dengan SAD cenderung menghilang dan mundur agar tidak tampak di hadapan orang lain. Mereka menunggu ada orang lain yang memulai percakapan.

Kita bisa mencoba meyakinkan orang dengan SAD bahwa mereka mampu untuk berteman dengan siapa pun yang diinginkan. Ketika kita menghargai orang dengan SAD, maka akan membuat mereka yakin dengan kemampuannya. Katakan kepada mereka bahwa kemampuan mereka dalam memulai percakapan patut ditunjukan untuk menghilangkan stigma orang lain yang tidak menerima permbicaraan mereka. Kita juga bisa menemani mereka dan mengatakan bahwa sebenarnya ada banyak orang yang ingin berteman dengan mereka.

Mulai dengan Sapaan

It felt like my body was shutting down every time I had to give a speech

Orang dengan SAD selalu dihadapi ketakutan saat ingin menyapa orang lain. Mereka enggan berbicara dan lebih baik diam tanpa mengeluarkan kata. Apabila kita mempunyai teman dengan gejala yang pernah berkata kepada kita bahwa dia takut untuk menyapa, maka kita mulailah  untuk menyapa di setiap awal bertemu dengannya.

Cobalah untuk mencairkan suasana saat memulai aktivitas bersama orang dengan SAD. Kita dapat terlebih dahulu menyapa. Misalnya saat pagi hari di kelas, berikan senyuman hangat dan sapaan “Halo, selamat pagi, teman.” Hal ini dapat membantu mereka merasa masih diterima dan dianggap “ada” oleh orang lain.

Berikan Tatapan Mata dan Senyuman yang Hangat

Menghindari kontak mata yang terlalu lama ketika sedang berhadapan dengan orang lain adalah salah satu ciri-ciri orang dengan SAD. Ciri lainnya adalah orang dengan SAD memiliki perasaan gelisah saat ia menulis di depan papan tulis. Orang dengan SAD merasa teman-teman di belakangnya akan mengawasi setiap gerakan tangannya ketika menulis di papan tulis. Begitu pula ketika presentasi di depan, mereka diselimuti rasa waspada bahwa teman-temannya mengawasi gerakan bibirnya ketika berbicara.

Kita yang telah mengetahui bahwa orang dengan SAD menghindari kontak mata saat berbicara dengan kita, sebaiknya kita hilangkan stigma bahwa mereka aneh. Kita berusaha tidak memberi stigma dengan membalas kontak mata yang menjadikan orang dengan SAD tidak tenang. Kita dapat mengondisikan suasana percakapan dengan memulai tatapan mata yang hangat terhadap orang dengan SAD.

Ketika mengetahui bahwa terdapat salah seorang teman dengan SAD, cobalah untuk tidak menghakimi dengan sikap maupun bahasa tubuh. Memulai memberikan perhatian dengan hal-hal kecil dan positif mungkin dapat membantu mengurangi kecemasan mereka. Sebagai teman yang mengerti bahwa mereka mempunyai beberapa gejala SAD,  jangan ragu untuk memulai dan mengajak mereka berkomunikasi. Kita juga bisa bantu mereka untuk menemui konselor atau psikolog agar mendapatkan terapi yang sesuai. Orang dengan SAD juga membutuhkan teman yang bisa menjadi pendengar. Rangkul dan pahami mereka tanpa ingin menjauhinya.

Sapaan dan senyuman hangat dari kita, akan membantu orang dengan SAD berpikir bahwa masih ada yang menerima dan menganggap mereka ”ada”.

Let others know the importance of mental health !
Total
4
Shares